
"Sandya" panggil seseorang yang membuatku menoleh
"Loh Ardi ? " tunjukku
"Iya, gak nyangka kita ketemu lagi disini" tuturnya yang langsung duduk di sebelahku
"Iya"
"Kamu ngapain disini? "
"Lagi nemenin anak main"
"Anak? Kamu sudah punya anak? "
"Iya, itu" jawabku singkat dengan menunjuk Ray yang sedang memperhatikan dedaunan, entah apa yang sebenarnya Ray lakukan dari tadi ia hanya memperhatikan daun satu dengan yang lain
"Kamu sendiri koq disini? " tanyaku balik
" biasanya kalau lagi banyak pikiran atau tekanan emang aku selalu kesini"
"Hmmm"
Tiba-tiba Ray berjalan dengan anggunnya menghampiri kami
"Om,, om siapa? Temen mama? " tanyanya dengan memegang daun daun yang berbeda
"Iya boy, nama kamu siapa? " jongkoknya mensejajarkan dengan tinggi Ray
"Ray,, om kenapa warna daunnya berbeda? Ada yang hijau tua ada yang hijau muda? " tanyanya dengan menyerahkan berbagai macam jenis daun
"Kenapa warna hijaunya berbeda karena jumlah klorofil yang terdapat di bagian bagian daun itu juga berbeda beda, sama seperti manusia mereka tidak semua sama warna kulitnya kenapa hayo? " tanya Ardi balik
__ADS_1
"Karena pigmen, faktor keturunan atau bisa karen lingkungan geografis" jawabnya lantang
"Naah itu Ray tauu,ya udah main lagi sana nanti kalau ada yang Ray bingung Ray bisa tanya Om lagi" elusnya di bahu Ray dan ray pergi begitu saja
Huuuuhhh itu anak bisa gak pertanyaannya jangan yang gitu? Tanya kek dimana yang jual es krim, tanya yang selayaknya anak kecil gituuu, coba kalau tadi dia nanya ke aku? Mana bisa jawab hahaha
dumelku dalam hati
"Sa,, saaa" panggil Ardi seraya menggoyangkan tanganku
"Eeh.. Eh iya kenapa? " tanyaku kaget
"Anak kamu lucu ya,, umur berapa ray? "
"Tiga setengah tahun"
"Haaaa? Berapa? "
"Udah sekolah? " tanyanya lagi
"Belum, Ray gak mau.. Maunya langsung masuk SD"
"Aku kira dia udah sekolah, tapi ngapain dia nanya soal warna daun? "
"entahlah" jawabku karena memang ini bukan pertama kali dia nanya pertanyaan semacam ini tapi beruntung dia selalu bertanya sama papa nya, mungkin tuh anak juga tau kalau mama nya gak sampek kesana pengetahuannya
Kami pun mengobrol hingga tak sadar jam di tangan menunjukkan pukul 17.29
"Ya Allah, udah mau malem.. Ardi aku pulang dulu yaa takut di cari suami"
"Oh iya iya mau aku anter? " tawarnya
__ADS_1
"Gak usah aku ada mobil, makasih tawarannya.. Raay, ayo pulang sayang" panggilku
Ray pun berjalan dengan santainya menghampiriku, dan kami langsung pulang ke rumah dan benar saja begitu sampai di rumah mas devan sudah menunggu di ruang keluarga
"Ray, langsung masuk kamar terus mandi" perintah mas devan lembut
Setelah ray berlalu pergi mas devan menyuruhku duduk di sampingnya
"Kalian dari mana? " tanya mas devan lembut mengelus tanganku
"Dari taman"
"Koq sampek lupa waktu? " tanyanya kembali menyingkap rambut halus yang menghalangi keningku
"Tadi keasikan ngobrol sama temen"
"Cowok apa cewek? "
"Cowok" jawabku singkat sedangkan mas devan hanya menghembuskan nafas kasar
"Ya udah mandi dulu sana, aku tunggu di meja makan" pintanya dan aku hanya menganguk
Setelah selesai mandi mas devan dan Ray sudah menunggu di meja makan,, makan malam kali ini terasa begitu sunyi
"Sayang, kamu nonton tv di kamar ya ingat setelah waktu habis langsung tidur" pintanya
"Iya pa,, selamat malam pa, selamat malam ma" ucapnya lalu meninggalkan kami
Jangan Lupa likenya
Makasih
__ADS_1