
"Sayang kak danisha mau datang kesini" ucap mama kepadaku
Aku pun tersenyum menanggapinya
kak danisha adalah kakak devan, aku hanya sekali bertemu dengannya saat hari pernikahanku
Setelah beberapa saat kak danisha pun datang, bahkan hanya sekitar 15 menit
Kami mengobrol bertiga, kak danisha orang yang mudah bergaul dengan orang lain
"Mah, kak, dya ke belakang dulu mau lihat bolunya udah mateng apa belum"
" ayo biar kakak temani" ucap kak danisha
Aku hanya mengangguk menyetujui
" dek, muka kamu itu karena devan kan? "
Pertanyaan kak danisha membuatku kaget karena bagaimana bisa kak danisha mengetahuinya
"Emm,, itu,, bukan kak, dya jatuh di kamar mandi"
" kamu enggak usah nutupin kejahatan suamimu itu, kakak tau semuanya. Dek kakak minta tolong kamu sabar ya menghadapi devan, mungkin saat ini dia kasar karena belum mencintai kamu tapi kakak yakin suatu saat dimana devan sudah mencintai kamu maka dia akan seperti anjing pada majikannya"
Aku hanya tersenyum karena kak danisha mengibaratkan mas devan seperti anjing
"Emm kak, dya minta tolong kakak jangan bilang ke mama ya"
__ADS_1
"Kenapa? Bukannya bagus kalau kakak ngomong ke mama, mama pasti belain kamu"
" enggak kak, aku enggak mau mama kepikiran aku juga enggak mau mama berantem terus dengan mas devan"
Kak danisha tersenyum dan menepuk pundakku perlahan
"Mama emang gak salah pilih menantu"
Senyumnya dan berlalu meninggalkanku sendirian di dapur
Aku membawa bolu yang sudah di potong-potong untuk di sajikan untuk mama dan kak danisha
Kami benar-benar menghabiskan waktu bersama seharian
"Kak, aurel mana? Koq enggak di ajak? "
" aurel tadi rewel ingin ikut papanya ke kantor"
"Dek besok gimana kalau kita belanja? "
Emm aku sedikit bingung harus menjawab apa karena aku sudah tidak punya uang karen aku yakin kak danisha pasti mau belanja di mall
" iya sayang, kamu ikut kakak kamu belanja aja biar enggak bosan di rumah"
"Emm,, i,, iya deh kak"
Aku terpaksa mengiyakan karena tidak enak dengan mama, besok aku tinggal bilang aja enggak tertarik belanja
__ADS_1
Mama memilih pulang lebih dulu tapi entah kenapa mbak danisha masih belum mau pulang hingga tiba-tiba ku dengar suara mobil mas devan dan segera aku keluar menyambutnya
" mas " ku ulurkan tanganku untuk menyalaminya dengan senyuman andalanku
Mas devan hanya memberikan begitu saja mungkin dia sudah lelah berdebat denganku
"Kakak disini? " tanyanya mendekati kakaknya
"Jadi gini kelakuan kamu ke istrimu?kamu tidak mencium keningnya Bahkan kamu tidak memberinya senyum sama sekali"
Ucap kak danisha kasar
"Eh i,, ituu.... "
" sudah-sudah, kakak mau ajak istri kamu belanja besok. Sini kartu unlimitedmu" pinta kak danisha yang membuat mas devan melihat ke arahku
"Kakak yang minta bukan istrimu, dek kamu lupa kalau kakakmu ini seorang psikolog handal? Psikolog yang mirip tukang ramal kamu bilang!! Jadi kakak tau semuanya"
Tanpa mengucapkan apapun mas devan mengeluarkan sebuah kartu berwarna hitam dan memberikannya kepada kak danisha, aku sebelumnya belum pernah memiliki kartu kredit.
"Sandya, ini kamu pegang kartunya besok sekitar jam 8 pagi kakak jemput ya"
"Iya kak"
Kak danisha pergi begitu saja dan mas devan menuju kamarnya sedangkan aku menyiapkan makan malam untuk mas devan
Tok tok tok
__ADS_1
" maass, makan malam sudah siap"
Tolong dukung karya ini teman-teman