
" ayo mbak" ajakku
" tunggu"
Seketika aku menghentikan langkahku dan berbalik melihat asisten tante indah
" non tidur di sofa? "
Seketika tubuhku menjadi kaku, aku takut, bingung tidak tau harus menjelaskan apa
Aku takut tante indah akan tau hal semalam dan kondisinya akan drop
" mm bukan mbak,, bukan begitu,, kami hanya i,, itu mbak saya mohon jangan bilang ke tante indah ya, saya takut tante indah drop kalau denger"
Ucapku seraya mengatupkan kedua telapak tangan
Asisten tante indah tidak menjawab tapi langsung berlalu pergi
***
" Non silahkan duduk saya akan segera panggilkan nyonya"
Beberapa saat kemudian tante indah menuruni tangga dan langsung memelukku
" apa kabar sayang? "
" baik tante"
" loh koq masih manggil tante sih? Mama doong" perintahnya dengan sedikit cemberut yang di buat-buat
" iya maa, maaf"
__ADS_1
Aku merasa senang dan beruntung akhirnya aku bisa memanggil seseorang dengan sebutan mama
"Ayo duduk, sebentar lagi adik dan nenek kamu akan datang, mereka sedang belanja sekarang"
Akupun mengangguk, syukurlah
Setelah beberapa jam aku mengobrol dengan mama tiba-tiba nenek dan adikku datang
Kami menghabiskan waktu untuk mengobrol bersama tanpa terasa hari sudah semakin gelap, tapi ternyata tanpa aku ketahui mama diam-diam menelfon mas devan dan memarahinya karena asisten mama mengadu mengenai kejadian yang di lihatnya di hotel
Mas devan datang ke rumah mama untuk menjemputku pulang, akupun berpamitan dengan mama, nenek, dan adikku
" nek, besok dya antar ke bandara ya"
" tidak usah naak, kamu di rumah aja sama suami kamu"
" tapi nek kenapa buru-buru pulang? "
"Dek, jaga nenek baik-baik ya? " ucapku sambil mengusap rambut adikku
"Iya kak, kakak tenang aja"
Setelah itu aku dan mas devan pergi meninggalkan rumah mama, yang ternyata rumahnya sangat besar.
Kenapa pas dateng tadi aku enggak sadar ya? Ucapku dalam hati
Mas devan hanya diam dan melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi, tidak ada kemacetan di jalan mungkin karena sudah tengah malam jalanan jadi sepi
Kulihat mas devan mengambil Hp dan menelfon seseorang untuk datang ke rumah dan membawa obatnya.
Siapa yang mas devan telefon? Obat apa?
__ADS_1
Aku tidak berani bertanya
***
Mobil berhenti tepat di depan rumah yang sangat mewah
Mas devan keluar dari mobil dan menarikku paksa untuk keluar
Begitu masuk ke rumah ini aku terkagum dengan segala jenis interior mewah di dalamnya, sangat mewah
Tapi kembali aku mengalihkan perhatianku pada seorang laki-laki yang berpakaian dokter
" ikut dia"
" untuk apa? " tanyaku penasaran
" kamu akan di suntik obat, cepat pergi jangan membantah"
Ucapnya dengan penuh penekanan di setiap kata-katanya
Aku mengikuti dokter itu begitu saja, entah apa yang ia suntikkan padaku
Aku bertanya tapi malah dia pergi tanpa menjawab apapun
Setelah dokter itu pergi kembali mas devan menarikku ke lantai atas dan berhenti di depan sebuah kamar
" ini kamarmu, yang sebelah kamarku dan jangan kamu coba-coba masuk ke kamar itu" tunjuknya pada kamar ujung yang terlihat luas
" cepat masuk dan bersihkan dirimu"
Mas devan langsung masuk ke kamarnya, sedangkan aku pun masuk ke kamarku
__ADS_1
Aku hendak bertanya kenapa kamar kita terpisah tapi aku urungkan niatku itu