
"Aku gak suka liat orang nyakitin kamu"
aku hanya tersenyum manis
"Mas,mereka gak bisa nyakitin aku dan lagi gak ada yang bisa nyakitin aku kalau aku punya kamu" jelasku lembut
"Tadi rasanya mas ingin sekali memukul orang itu, tapi mas tau kamu pasti marah"
"Mas, sekalipun mas gak dateng aku juga gak bakal biarin mereka mukul aku koq, kamu tenang yaa"
"Tapi sayang... "
"Udah, kita disini liburan ok jadi harus seneng seneng"
Akhirnya Kami pun ikut bermain bersama Ray hingga matahari hendak tenggelam
"Sayang ayo kita makan, kamu mau makan apa? " tanya mas devan yang masih tidak mau lepas dari Ray
"Dimana aja mas"
"Ya udah kita ke restoran itu aja ya" tunjuknya padaku dan akupun hanya mengangguk
Saat memasuki restoran kami langsung di arahkan ke meja kosong oleh salah satu pelayan, sambil menunggu pesanan aku dan mas devan hanya mengobrol santai sesekali mas devan meluncurkan gombalannya
"Sandya" panggil seseorang dari arah samping
"Kak refan? " senyumku lembut
Kak refan menghampiri kami dan langsung duduk tanpa di persilahkan
__ADS_1
"Sa kangen banget aku sama kamu, udah lama gak ke bali ya,, waaah anak kamu udah gede aja sini sama om" cerocosnya tak memperdulikan tatapan mas devan yang seperti hendak memakan orang
"Kamu sama siapa disini? " tanya mas devan yang membuat kak refan membatalkan niatnya untuk menggendong Ray
"Oh sama temen,, apa kabar van? " ya mereka kenal saat acara pernikahanku dulu
"Baik, kalau sama temen ngapain disini? Ganggu kita aja" ucapnya jutek
"Maas gak boleh gitu" tegurku dengan memegang tangannya
Mas devan terlihat kesal sedangkan kak refan malah tersenyum manis
"Kak refan gabung kita aja makan disini" tawarku
"Aku udah makan sa, liat kamu jadi aku batalin buat pulang" jawabnya tanpa melihat kearahku karena sibuk bermain dengan Ray
Kini ku pukul pelan lengan mas devan karena bersikap sangat kasar, kami mengobrol santai membahas berbagai macam topik
"Sa, kakak bulan depan di pindah ke jakarta"
"Benarkah? " tanyaku antusias"
"Iya, disana kekurangan orang katanya tapi di bagian kantornya"
"Waah bagus, jadi kita bisa sering ketemu kak" senyumku lebar
Om
Panggilan itu seketika membuat kami tertegun dan langsung menoleh ke arah Ray bersamaan
__ADS_1
"Om" ulangnya lagi
"Ya ampuuun, kamu panggil om yaaa? Pinter banget siih aah kamu lucu mau om karungin aja bawa pulang" dengan mencium pipi temben Ray
"Enak aja di karungin, emang anak kucing"
"Ish apaan sih kamu, kamu suka sama om kan Ray" tanyanya pada ray
"Enggak dia gak suka sama kamu" mas devan sepertinya kesal
"Ray nya aja senyum itu artinya dia suka sama aku"
"Aku bilang enggak ya enggak"
"Bilang aja kamu iri kan karena anak kamu lebih suka aku? " ejek kak refan
"Enggak,, aku gak iri! "
"Kenapa marah gitu kalau gak iri? "
"Siapa yang marah? "
Dan masih panjang perdebatan mereka sedangkan aku hanya geleng geleng malu melihat perdebatan mereka yang mengundang semua mata pengunjung lain, kenapa mereka ini bersikap seperti anak kecil yang sedang berebut mainan sih bisa bisa stress aku kalau liat mereka sehariii aja barengan
Aku meninggalkan mereka yang masih berdebat
bodo amat lah aku mau pesen es krim aja
Pikirku hingga tak sengaja aku menabrak seseorang
__ADS_1