
Selamat datang kembaliiiiiiiiiiii......
"Saa, kenapa kamu belain dia sih? " selidik indira padaku
"Hmm karna,, gimana ya? Bukannya ngebela sih lebih tepatnya mencoba menerima kenyataan, mencoba ikhlas itu lebih baik dari pada aku nyimpen kemarahan dan dendam yang akan membuat diriku sendiri tersiksa" jelasku pada mereka
Mereka hanya diam menatapku dengan kebisuan
"Kenapa? " tanyaku bingung
" ya ampun sa, itu cowok **** banget udah nyianyiain cewek sebaik kamu. Semoga aja dia nyesel nantinya"
Aku hanya tersenyum dan kita melanjutkan hanya dengan mengobrol santai.
Setelah cukup lama mereka berada di kostku akhirnya mereka pulang.
***
Bohong jika aku bilang tidak sakit hati bahkan saat ini rasanya dadaku begitu sesak se akan tidak ada pasokan oksigent yang tersedia.
Menangis rasanya ingin sekali aku menangis agar bebanku sedikit berkurang tapi nyatanya air mata ini tidak mau keluar.
Entah apa yang terjadi padaku sehingga untuk menangispun rasanya tidak sanggup.
Ku buang semua bayangan mas andre yang tiba-tiba terlintas di benakku ku ganti bayangan itu dengan adik dan nenekku di kampung.
__ADS_1
Iyaaa,, harus kuat aku tidak boleh mudah rapuh karna masih ada keluarga yang harus aku hidupi.
Semangaaaat ucapku menyemangati diri sendiri.
kubuka IG di hpku, mataku membulat sempurna hatiku kembali memanas rasanya seperti kembali sesak yang aku rasakan begitu kulihat mas andre memposting foto dengan seorang perempuan dengan sangat mesra yang kuyakini adalah pacarnya.
Ku simpan Hpku di atas kasur dan aku memutuskan untuk menonton TV, terus ku gonta ganti channel tv karena tidak ada yang membuatku tertarik.
Ku telefon indira dan mengajaknya keluar hanya untuk sekedar jalan-jalan untuk menghilangkan kegelisahan hati dan pikiran.
***
Beberapa Minggu berlalu dari kejadian itu, aku bekerja seperti biasa se akan tidak terjadi apa apa meskipun sebenarnya hatiku merasa sepi tapi hidup harus terus berjalan bukan.
Sesampainya di bandara aku dibuat kaget dengan teriakan fitri.
" sa, coba kamu lihat penumpang di konter 30 itu" sambil menunjuk seseorang yang tidak asing di mataku
" kenapa? " tatapku pada fitri
" si andre kayaknya nganterin ceweknya checkin dan kamu tauu, tadi mereka bilang gini ke petugas checkin "
Andre : Mbak tolong kasih seat depan yaaa
Staff : saya tanya manifest dulu ya mas
__ADS_1
......
Staff : maaf mas kata manifestya seat no. 5
Cewek : nomer 1,2 atau 3 gak bisa mbak?
Staff : maaf tidak bisa, itu untuk yg punya kartu member gold
Cewek : saya staff ** di inter loh mbak**
Staff : maaf tetap tidak bisa, mbaknya mau no. 5 apa sesuai seat yang open sekarang?
Andre : ya udah no 5 aja mbak, manifesnya sandya bukan?
Staff : bukan, mbak sandya duty malam mas***
Jelas fitri sambil memperagakan apa yang mereka katakan, dan hanya aku bales senyuman melihat ekspresi fitri yang kesal
" emang siapa manifestnya fit? " tanyaku penasaran
"Mbak cici, kamu tau sendiri kan kalau mbak cici pelit banget sama seat. Tapi dulu waktu kamu di checkin koq dia gak pelit ya ke kamu? " tanyanya lagi
"Koq mbak cici duty hari ini? Dia tuker schedule? " tanyaku tanpa menjawab pertanyaan fitri
"Iya sa, manifestku izin makanya tuker sama mbak cici. Eh tapi aku seneng banget tau liat mereka, mampuuus tuh orang emang enak. Se enaknya dia minta seat depan mana dia bilang staf *** dengan sombongnya, kita jugs mikir-mikir kali kalau mau kasih seat depan, coba dia......
__ADS_1
Lanjut next eps yaa