
Yoyo terus memperhatikan dua orang yang pernah membangun rumah tangga bersama itu sedang berbicara. Jelas sekali terlihat ada perbedaan dari raut wajah yang mereka tunjukkan. Wajah si pria penuh dengan penyesalan dan wajah si wanita nampak begitu kesal. Tak butuh waktu terlalu lama, A mey kembali ke tempat semula. Namun sesuatu mengejutkan kembali di sana.
"Miss A mey, awas!" teriak yoyo.
Namun sayang Yoyo kalah gerakan. A mey sudah dipeluk dari belakang oleh mantan suaminya. Bukan hanya sebuah pelukan, tapi mantan suaminya menodongkan belati kecil ke pinggang A mey hingga wanita itu merasa takut dan tidak bisa berkutik.
"jika kamu berteriak, belati ini akan menusuk pinggang kamu, mengerti!" ancam Yutu, mantan suami A mey. "Bersikap tenanglah. Jangan sampai ada yang curiga."
"Apa mau kamu? Hah!" tanya A mey dengan suara terbata.
"Sudah aku katakan tadi, kita balikan atau kamu tidak akan pernah hidup bahagia dengan siapapun termasuk pria itu!"
"Apa kamu sudah gila? "
"Ya ... anggap aja aku gila!"
Yoyo yang awalnya merasa kesal melihat A mey dipeluk pria lain, kini pandangannya menyipit memperhatikan gerak gerik Yutu yang terlihat mencurigakan. Apa lagi Yoyo melihat tangan kanan mantan suami A mey itu menekuk di balik pinggang A mey yang tertutup jaket rajut.
"Kalau meluk, kenapa telapak tangan kanannya bersembunyi?" gumam Yoyo dengan mata yang terus mengawasi keduanya.
"Heh kamu!" teriak mantan suami A mey. "Ngapain lihat ke arah sini?"
__ADS_1
Kening Yoyo berkerut dengan perasaan sedikit kesal. Tapi dia memandang wajah A mey dan terlihat aneh. Kecurigaan Yoyo makin membesar. Mata Yoyo mengedar sekeliling, terlihat cukup sepi, lalu Yoyo memandang ke arah A mey lagi dan pada saat itu Yoyo melihat tangan kanan Yutu bergerak sedikit karena tubuh mereka sedikit oleng.
"Astaga! Miss A mey sedang dalam bahaya!" pekik Yoyo dalam hati. "Aku harus melakukan sesuatu."
Yoyo sontak bepikir sambil terus mengawasi gerak gerik kedua orang itu. Meski berkali kali dia mendapat peringatan dari mantan suami A mey agar jangan terus menatap ke arah mereka, tapi Yoyo tidak menghiraukannya.
"Akh ... aku tahu ..." mata Yoyo langsung berbinar. Yoyo langsung mengambil ponselnya dan berpura pura menerima telfon. Lalu dia berdiri terus beranjak ke arah A mey dan mantan suaminya berada dengan sikap tenang. "Miss, nih ada telfon dari rumah."
"Telfon dari rumah?" tanya A mey antara panik dan bingung. Wajah panik juga langsung terlihat di wajah mantan suami A mey.
"Berhenti kamu! Jangan mendekat! Mau apa kamu? Hah!" bentaknya.
"Ini ada telfon dari rumah. Mau tanya soal pekerjaan," jawab Yoyo berusaha tenang. "Katanya penting."
"Serahkan ponsel kamu, cepat!" bentak Mantan suami A mey.
"Kenapa harus pake bentak bentak sih? Biasa aja napa?" Yoyo malah meledek.
Tidak perlu banyak omong, ganggu orang mau balikan aja," Dustanya. "Cepat serahkan pinselnya lalu kamu pergi!"
"Yayaya, nih," Yoyo menyodorkan tangannya yang memegang ponsel.
__ADS_1
Tangan Yutu yang sedari tadi memeluk A mey dengan kencang sampai tangan A mey susah bergerak, perlahan melepas pelukannya. Tentu saja Yutu juga berbisik memberi ancaman agar A mey tetap diam dan bersikap seolah tidak terjadi apa apa.
Kinu tangan kiri Yutu bergerak menuju tangan Yoyo yang terulur memegang ponsel. Saat tangan Yutu sampai pada ponsel yang Yoyo pegang, Yoyo langsung bergerak cepat. Ponsel dijatuhkan ke atas rumput dan Yoyo langsung mencengkram pergelangan tangan Yutu dengan kuat.
Mata Yutu membelalak. "Sialan! akh!" Yutu berteriak karena dengan cepat, Yoyo bergerak maju dan menekuk tangan Yutu ke belakang punggung. A mey tidak menyia nyiakan kesempatan itu. Dia langsung melangkah cepat manjauh. Di saat Yutu mau menggerakan tangan kanan yang memegang. belati, Yoyo lansung menghantam lengan Yutu dengan keras.
Dakk!
"Akh!"
pisau terlepas, Yoyo langsung meraih tangan tangan kanan Yutu dan menekuknya ke punggung juga. Tak hanya itu, Yoyo menedang bagian lutut belakang hingga Yutu bertekuk lutut.
"Lepas, sialan! Kamu nggak tahu siapa aku? Hah!"
Yoyo tak peduli. "Miss panggil keamanan, cepat!"
A mey yang masih syok langsung tergagap menyanggupi perintah Yoyo. Tak butuh waktu lama, keamaan pun datang. Yutu langsung dibekuk. Dia berteriak teriak tak terima saat diamankan. A mey masih syok dan langsung memeluk Yoyo dengan erat.
"Aku takut, Yo."
"Tenang, Miss, udah aman."
__ADS_1
...@@@@@@...