DALAM SARANG JANDA JANDA MUDA

DALAM SARANG JANDA JANDA MUDA
Mengalir Apa Adanya


__ADS_3

Rasa kecewa juga kini dirasakan oleh Yoyo. Padahal angan dia sudah melambung tinggi kalau dia sangat bahagia karena disukai tiga majikannya. Tapi angan itu terhempas dengan kenyataan kalau para majikan hanya suka pada tubuh mereka, bukan suka karena hati maupun cinta.


"Tapi, To. Apa kamu juga sudah ada rasa cinta sama majikan kita?"


Tito sedikit tertegun mendengar pertanyaan sahabatnya. Dia menatap wajah Yoyo sejenak lalu kembali mengedarkan pandangannya ke arah pasangan yang sedang bermesraan di sisi kolam renang yang lain.


"Aku sendiri belum tahu, Yo. Aku sudah ada rasa cinta apa belum pada mereka. Tapi yang pasti aku sangat bahagia waktu mereka memperlakukan aku seperti laki laki bukan seperti pembantu. Cuma ya itu, aku dianggap laki laki saat mereka ingin dipuaskan," balas Tito.


"Setidaknya kita juga sama sama merasa puas, iyakan, To?" ucap Yoyo yang tentunya kembali mengejutkan Tito. "Kita cowok normal, Harusnya kita bersyukur mendapat kesempatan mencicipi tubuh wanita cantik. Bukan hanya satu tapi lebih. Bahkan mereka siap memberikan tubuh mereka kembali jika kita ingin melakukannya. Bayangkan aja kalau ada rasa cinta, apa mungkin kita yang miskin bisa bersanding dengan mereka yang menggaji kita? Belum lagi kedua orang tua kita, apa mungkin mereka merestui hubungan kita? Belum tentu. Banyak hal yang harus kita pikirkan kalau kita dicintai dan mencintai majikan kita. Ingat, To, kita itu berada di negara yang beda."

__ADS_1


Dengan rasa terkejut, Tito terdiam dengan pikiran yang berjalan serta mencerna ucapan sahabatnya. Tak lama setelah itu, kepala Tito terlihat manggut menggut beberapa kali. Hal Itu sebagai tanda kalau dia mengerti apa yang yang dikatakan Yoyo ada benarnya.


"Okelah, kita mungkin nggak ada hak jatuh cinta pada majikan kita. Tapi, Yo, Kita tuh disini kerja dua tahun, apa kamu mau, selamanya jadi pria pemuas hasrat mereka? Terus kita kerja di rumah itu, beneran untuk menjaga anak anak, atau sekalian menjadi pemuas mereka? Aku sih nggak munafik kalau aku sangat menikmati tubuh majikan kita, tapi aku juga butuh cinta, Yo. Aku butuh wanita yang mau nerima aku apa adanya, yang mau merangkai mimpi masa depan bersamaku. Bukan hanya soal hubungan ranjang saja, Bukan! Apa kamu tidak ingin dicintai oleh satu saja oleh makhluk bernama wanita?"


Kini gantian Yoyo yang tercengang mendengar ucapan sahabatnya yang juga ada benarnya. Sebagai laki laki, tentu saja, apa yang diinginkan Tito sama juga dengan apa yang diinginkan Yoyo. Dia juga ingin dicintai seorang wanita yang mencintai dirinya apa adanya.


"Lalu kita harus bagaimana, To?" tanya Yoyo. "Apa kita tanya langsung saja sama majikan kita, mereka mencintai kita atau tidak? Terus jika kita sudah tahu jawabannya, apa yang akan kita lakukan? Jika mereka ternyata tidak mencintai kita, apakah kita akan menolak perintah mereka saat mereka ngajak kita untuk berhubungan badan?"


"Aku sendiri juga sempat terbawa perasaan waktu Miss A mey bilang ada hati sama aku dan Miss A win yang bilang suka padaku," Yoyo kembali bersuara. " Tapi setelah dipikir pikir, apa pantas aku bersanding dengan mereka? Apa serius mereka suka aku apa adanya atau hanya suka isi celanaku saja? Akhirnya aku memilih pasrah, To. Biarkan saja semuanya mengalir apa adanya. Kalaupun kita memang ada jodoh dengan majikan kita, berarti itu saatnya kita harus berjuang apapun keadaannya, To."

__ADS_1


Kembali Tito nampak manggut manggut. "Yah, apa yang kamu katakan memang benar, Yo. Meski terdengar agak menjijikan, tapi mau gimana lagi. Ini jalan yang harus kita hadapi. Termasuk menjadi pria pemuas. Berarti kamu rela, jika suatu saat aku berhubungan badan dengan A mey, A win atau A shang?"


Yoyo sontak membulatkan matanya. "Kenapa bisa begitu? Masa kita tukeran cewek?"


"Hahah ..." Tito malah tergelak. "Ya adanya gitu, apa lagi aku belum minta maaf pada A mey dan A shang soal pelecehan yang kita lakukan. Kemungkinan besar, mereka juga akan menuntut dipuasin oleh aku, Yo."


"Ya ampun!" pekik Yoyo. "Berarti kita ada kemungkinan memuaskan enam majikan kita, To?"


"Bisa saja hal itu terjadi. Bagaimana? Apa kamu siap?"

__ADS_1


"Gila!"


...@@@@@@...


__ADS_2