
"Maaf, karena aku yang meminta kamu pada Kak A win untuk ikut. Kalau kamu ingin pulang, silakan. Biar nanti kami pulang naik kereta saja."
"Apa Miss A shang menyuruhku pulang karena Miss A shang berpikir aku ada hubungan khusus dengan majikan yang lain?"
A shang dan A win langsug mendongak menatap ke arah dua pria di hadapannya. Lalu tak lama setelahnya, mereka saling pandang sejenak terus kembali menatap Yoyo dan Tito.
"Apa maksud kamu?" tanya A zia.
Tito meletakkan sendok yang dia pegang lalu kedua tangannya dilipat di atas meja. "Asal Miss A shang dan Miss A zia tahu, tidak ada hubungan khusus antara aku dan Miss A Win ataupun Miss A mey, selain hubungan majikan dan pembantunya."
Kedua janda yang ada disana sedikit membelalakan mata mereka mendengar pengakuan mengejutkan dari salah satu pemuda tampan di depan mereka.
"Sama. Aku juga sependapat dengan Tito," Yoyo juga ikut bersuara. "Hubungan kita selama ini, sebatas hubungan majikan dan pembantunya. Nggak lebih."
Ucapan Yoyo tentu saja semakin menambah rasa terkejut dalam diri dua wanita yang ada di sana. Yang pasti saat itu juga, ada rasa bahagia dalam hati dua cantik itu, saat mendengar sebuah fakta kalau mereka masih memilki kesempatan untuk mendapatkan cinta dari pria incarana janda cantik itu.
"Lalu, jika aku yang ada rasa sama kamu? Apa kamu mau menjalin hubungan khusus selain hubungan majikan dan pembantunya, Yo?" tanya A shang sembari menatap Yoyo dengan tatapan yang mendebarkan hati pemuda itu.
"Aku tidak tahu," ucap Yoyo gugup sembari mengalihkan pandangannya karena salah tingkah dipandangi A shang dengan tatapan yang tidak biasa.
__ADS_1
"Kenapa? Apa karena aku kurang cantik?" cecar A shang.
"Bukan begitu," jawab Yoyo langsung menatap A shang.
"Lebih baik kalian cari tempat buat ngomong berdua," usul A zia. "Aku juga mau ngomong dengan Tito," lanjutnya sambil menatap lekat ke arah Tito. Sedangkan yang di tatap juga langsung salah tingkah dengan hati berdebar tak karuan.
Tanpa membalas ucapan ucapan A zia, A shang langsung bangkit dari duduknya, mengitari meja makan dan menarik tangan Yoyo dengan paksa. Yoyo pun mau tidak mau bangkit dan mengikuti langkah majikannya ke luar Villa menuju pantai.
"Sekarang jelaskan, bagaimana perasaan kamu terhadap majikan majikan kamu?" tanya A zia kepada Tito begitu Yoyo dan A shang sudah menjauh.
"Em ... aku ..." Tito menjeda ucapannya dengan menatap ke arah lain dengan perasaan gugup tak karuan karena baru pertama kali dihadapkan pada situasi seperti ini. "Aku nggak tahu."
"Kamu yakin?" tekan A zia. "Kamu serius tidak ada perasaan lain, selain perasaan pembantu ke majikannya?"
"Astaga!" pekik A zia tak percaya. "Selain sama aku, kamu berhubungan badan sama siapa lagi?" mendengar pertanyaan itu, Tito langsung mendongak dengan wajah terkejutnnya. "Jujur aja, kamu juga pasti berhubungan badan dengan yang lain bukan?"
Tito kembali menunduk sekaligus mengangguk. "Tapi itu semua bukan aku yang minta, aku hanya diajak. Sebagai pembantu, aku tidak enak kalau menolak."
A zia tertegun dengan jawaban Tito yang polos apa adanya. "Yayaya, aku mengerti. Apa kamu benar benar tidak menyadari, kalau sejak itu majikan kamu suka sama kamu?"
__ADS_1
"Tapi kan Miss A zia pernah bilang, kalau suka sama cinta itu beda," balas Tito memberanikan diri menatap majikannya. "Miss A zia ingat tidak pertama kali kita berhubungan badan? Miss pernah bilang kalau suka dan cinta itu beda. Aku ya percaya aja."
"Astaga!" pekik A zia lagi sembari mengusap wajahnya. "Harusnya kamu bisa bedain dong, To. Mana yang suka biasa aja dan mana yang suka dalam arti khusus."
Tito kembali menunduk. "Ya aku mana tahu, Miss. Aku kan nggak pernah pacaran, jadi aku nggak tahu mana wanita yang cinta sama aku."
A zia menggeram frustasi dan juga gemas. Baru kali ini dia berhadapan dengan pria tampan tapi polos sekali. A zia pun memilih bangkit. "Ikut aku!"
Tito mendongak. " ikut kemana?"
"Kita teruskan pembicaraan ini di dalam kamar saja."
"Huft ... lagi lagi ujung ujungnya kamar," gumam Tito dalam hati.
Sementara itu di tepi pantai yang minim pencahayaan, pembicaraan yang sama juga sedang terjadi antara Yoyo dan A shang.
"Masa kamu nggak tahu sih, Yo kalau majikan kamu jatuh cinta sama kamu?" tanya A shang dengan wajah frustasinya.
"Ya emang nggak tahu. Aku pikir Miss A shang dan yang lain hanya menyukai isi celanaku saja."
__ADS_1
"Apa!"
...@@@@@@@...