DALAM SARANG JANDA JANDA MUDA

DALAM SARANG JANDA JANDA MUDA
Ajakan Ke Pesta


__ADS_3

Hari ini Yoyo dan Tito masih di tempat yang sama bersama dua majikan cantik yaitu A shang dan A zia. Seharian penuh mereka berdua hanya menghabiskan waktu dengan ngobrol, jalan jalan di sekitar pantai dan Villa, main air laut dan tidur. Untuk masalah makan, mereka memang sudah diberi arahan agar memesan makanan saja, jadi mereka tidak bingung saat lapar tiba.


Begitu senja sudah datang, nampak sebuah mobil berhenti di depan gerbang Villa tempat menginap Yoyo dan Tito. Tak lama setelah mobil berhenti, A zia dan A shang keluar dari mobil itu dan masuk ke dalam Villa yang mereka tempati untuk menginap.


"Kalian lagi pada ngapain?" tanya A shang saat langkah kakinya sudah berada di ruang tengah dan melihat dua pria sedang duduk di sofa terpisah menatap layar lebar yang menempel pada dinding.


"Nonton film, Miss," jawab Yoyo. "Udah selesai acaranya?"


Dua wanita itu langsung mengambil tempat duduk di sisi dua pria masing masing. Tubuh mereka bahkan menempel layaknya pasangan kekasih. Setelah mengungkapkan perasaannya semalam, memang hubungan mereka sudah tidak nampak seperti pembantu dan majikannya lagi.


Dua pria itupun sudah tidak ada rasa canggung lagi saat ditempel para majikannya. Meski Tito dan Yoyo belum menjatuhkan pilihan hatinya ke siapa, tapi mereka sangat menikmati perlakuan para majikannya saat ini. Mereka berdua benar benar menikmati peran sebagi lelaki, bukan sebagai pembantu.


"Udah," jawab A shang sambil merebahkan badannya di atas sofa dengan kepala berada di pangkuan Yoyo. "Kita diundang untuk menghadiri pesta pakaian renang oleh tuan rumah, kalian mau ikut nggak?"


"Pesta pakaian renang? Maksudnya Miss?"


"Ituloh, pesta yang pernah kita lakukan saat kalian melecehkan kita."


"Loh, bukannya kita mau pulang?" tanya Tito.

__ADS_1


"Pulangnya besok lah, capek tahu," jawab A zia yang ikutan juga merebahkan tubuhnya sama seperti yang dilakukan A shang.


"Kalau capek ya mending istirahat. Ngapain datang ke pesta?"


"Ya nggak enak aja kalau nggak datang. Yang ngundang kan Tuan rumah, lagian tempat pestanya juga deket dari sini," jawab A shang.


"Kalau mau datang ya ayo, kalian cukup pakai underwear aja?" A zia menimpali.


"Aku penasaran sih, tapi aku nggak terbiasa pesta, Miss. Pasti bakalan canggung banget," jawab Yoyo jujur.


"Iya, Miss. Apa lagi disana pasti banyak wanita cantik dan seksi. Aku takut nanti tergoda, gimana?" tanya Tito.


"Ya tinggal digetok pakai palu," jawab A shang. "Emangnya dicintai tiga wanita nggak cukup apa?"


"Benar. Biar bagaimanapun kita kan lelaki normal. Pastinya akan sangat suka berada di antara banyaknya cewek cantik dan seksi. Bawaannya lapar gitu," balas Tito.


"Astaga! Kalian ini. Ya udahlah, nggak jadi kepestanya. Niat kalian aja udah kotor," sungut A zia.


"Hahaah ... yang ngajak siapa, yang kena marah siapa?"

__ADS_1


Kedua wanita itu pun satu persatu bangkit dari berbaringnya. Mereka beranjak menuju kamar dan berpamitan untuk mandi. Yoyo dan Tito pun kembali fokus pada layar yang masih menampillkan film aksi.


"Warga negara sini kok ya seneng banget ya, pesta pakaian renang? Apa mereka nggak takut kena azab?" tanya Yoyo yang sudah tidak konsentrasi lagi dengan film yang sedang dia tonton.


"Mereka kan tidak mengenal agama. Jadi mana mungkin mereka tahu yang namanya azab," jawab Tito. "Yang aku heran itu, kok ya kayak nggak ada pesta lain gitu? Pesta kok pakaian renang. Apa mungkin ujung ujungnya pada melakukan pesta berhubungan badan bersama?"


"Nah, bisa jadi itu. Haduh, kenapa tadi kita menolaknya?" seru Yoyo sedikit menyesal.


"Amit amit deh, aku mending malah tidak ikut," balas Tito. "Takut aja kena penyakit menular. Kita kan nggak tahu. Kalau diam diam ada yang positif gimana? Ih ngeri."


"Hahaha ... benar juga," seru Yoyo. "Eh tapi, kita kan juga gonti ganti pasangan, To. Meski hanya tiga orang. Apa mungkin, kita juga akan terkena penyakit menular?"


Tito sedikit terkejut mendengar ucapan sahabatnya. Dia baru kepikiran ke arah sana. "Benar juga. Wah jangan sampai deh. Semoga majikan kita pada persih."


"Ya aku sih yakin kalau mereka pada bersih. Buktinya, mereka lebih suka main sama alat daripada main sama laki laki lain, sebelum kedatangan kita di rumah mereka."


"Benar juga. Tapi apa tidak sebaiknya kita periksa ke dokter? Ya buat jaga jaga aja," usul Tito.


"Setuju!"

__ADS_1


Di saat bersamaan mata Tito dan Yoyo membelalak saat mereka menoleh karena ada yang memanggil nama mereka secara bersamaan.


...@@@@@...


__ADS_2