
"Gini, Wanita itu kalau ada hati sama laki laki, dia akan mudah menyerahkan tubuhnya pada laki laki itu."
Deg!
"Kalau begitu Miss A mey ..." hati Yoyo mendadak berdetak lebih cepat dan hatinya menghangat serta seperti ada bunga bermekaran di dalam pikirannya. Yoyo ingin tersenyum tapi takut wanita disebelahnya memperhatikannya, jadi Yoyo berusaha menahan senyumnya dan bersikap biasa saja.
Tanpa terasa mobil yang Yoyo kendarai telah sampai di tempat tinggal mereka. Begitu mobil terparkir pada tempatnya, Yoyo dan A mey turun bersamaan serta melangkah masuk ke dalam rumah.
"Kalian baru pulang?" sebuah suara menghentikan langkah kaki mereka. Keduanya menoleh ke arah sumber suara.
"Iya, nih, Ling. Kamu belum tidur?" tanya A mey.
"Baru mau ke kamar. Oh iya, Yo. Ada pesan dari Miss A win."
"Pesan apa, Miss?"
Tadi kak A win telfon nyariin kamu, kalau mau, kamu besok nyusul ke tempat A win. Binbin rewel terus nyariin kamu. Malam ini aja katanya dia belum tidur," balas A ling.
"Owalah, kasian Binbin. Terus aku kesananya pake apa, Miss?"
"Besok kamu diantar Pak Li atau Pak Yoko. Tadi aku mau ngasih tahu kak A moy, tapi sepertinya dia sudah tidur."
"Baik, Miss."
Obrolan singkat itu pun berakhir dan mereka bertiga masuk ke dalam kamar masing masing. Tanpa mereka ketahui kalau sebenarnya A moy malam itu belum terlelap. Dia sedang menikmati sodokan demi sodokan batang Tito di ronde ketiganya.
__ADS_1
Plak! Plok! Plak! Plok!
"Miss, aku mau keluar," racau Tito yang posisi mereka saat ini berbaring miring dengan Tito menyodok lubang A moy dari belakang.
"Keluarin di dalam semuanya, Sayang."
Tanpa membalas ucapan majikannya, Tito terus mempercepat sodokannya hingga beberapa menit kemudian tubuh Tito menegang dan bergetar hebat bersamaan dengan keluarnya air putih nan kental di dalam lubang nikmat A moy.
Crut! Crut! Crut!
Waktu kini semakin beranjak maju dan haripun berganti lagi. Pagi ini Zoe terpaksa tidak berangkat sekolah karena A moy masih trauma dengan apa yang menimpa anaknya kemarin. Setelah A moy bersiap siap untuk berangkat kerja, dia menghampiri Zoe yang sedang mamakai baju dibantu Tito.
"Sayang, Mommy berangkat dulu ya? Jangan rewel sama Om Tito loh ya?"
"Oke, Mom!"
"Miss!" pekik Tito dengan wajah terkejut.
A moy langsung tersenyum dengan manisnya. "Tolong jagain Zoe ya? Nanti malam aku kasih hadiah lagi."
Wajah Tito langsung bersemu merah, dia tersenyum kecil karena malu dan canggung. Tito lantas hanya mengangguk pelan sebagai jawaban dari ajakan Miss A moy. Tak lama setelah itu A moy keluar dari kamar meninggalkan Tito yang diam diam tersenyum sangat lebar.
"Kita ke kamar Om yuk, Jagoan. Om juga mau mandi dan ganti baju," ajak Tito dan Zoe menyetujuinya. Dua pria beda usia itu akhirnya keluar kamar sembari bergandenyan tangan.
"Kok kamu sudah rapi, Yo? Mau kemana?" tanya Tito begitu dia masuk kamar dan melihat Yoyo sedang bercermin.
__ADS_1
"Mau nyusul Binbin, semalam dia rewel nggak bisa tidur dan nyari aku mulu katanya," balas Yoyo nampak bersemangat. Kening Tito sontak saja berkerut. Bukan karena mendengar ucapan Yoyo tapi sikap Yoyo yang terasa aneh dimata Tito.
"Kamu kenapa? Kok senyum senyum nggak jelas gitu, Yo?"
Kening Yoyo langsung berkerut. Senyumnya memudar dan dia menoleh ke arah Tio. Menatapnya sejenak lalu kembali tersenyum menghadap kaca.
"Ada deh," jawab Yoyo membuat Tito semakin penasaran. "Eh, To aku mau tanya?"
"Tanya apa?" kini Tito sudah duduk di atas ranjang bareng Zoe. Yoyo pun lantas duduk di ataa ranjang satunya dan menghadap Yoyo.
"Benar nggak sih, cewek kalau menyerahkan tubuhnya kepada cowok secara suka rela untuk dinikmati, apa benar kalau si cewek ada hati sama cowok itu?"
Kening Tito kembali berkerut. "Kenapa emang?"
"Ya tinggal jawab aja, benar apa nggak?"
"Ya menurutku sih ada benarnya. Makanya kan di kampung kita banyak yang kayak gitu. Anak nikah muda padahal masih sekolah. Ya karena merasa cinta, ceweknya mau saja menyerahkan tubuhnya buat si cowok."
Yoyo nampak manggut manggut dan senyum Yoyo kembali melebar. Tingkah Yoyo tentu saja membuat penasaran Tito. Pertanyaan yang Yoyo ajukan juga membuat Tito berpikir keras. Hingga beberapa saat kemudian Tito mengingat sesuatu.
"Yo."
"Hum?"
"Kamu bertanya seperti itu, apa karena semalam kamu dan Miss A mey sudah ..."
__ADS_1
Mata Yoyo langsung melebar.
...@@@@@@...