
"Lalu, apa alasan kamu mengajak Tito main ke rumah kamu?" tanya A shang.
A ling sontak tersenyum. "Kalau alasannya karena aku ada hati pada Tito, gimana? Apa kalian percaya?"
Kening kelima janda semakin terlihat berkerut mendengar ucapan A ling. Entah itu sebuah pengakuan atau hanya sekedar percandaan, tapi dua janda yang pernah berhubungan badan dengan Tito merasakan hawa panas dan gemuruh di dadanya saat ini. Meski keduanya terlihat begitu tenang, namun berbeda dengan suasana hati mereka.
Ucapan A ling juga ternyata berpengaruh pada tiga janda lainnya. Meski tiga janda itu belum pernah berhubungan badan dengan Tito, tapi hati mereka cukup was was jika ada yang menaruh hati pada sahsbat Tito juga.
"Ya tolong ditegaskan dulu, kamu ada hati nggak sama Tito?" tanya A mey yang sebenarnya dia juga merasa resah kalau dia ketahuan ada hati sama Yoyo.
"Emang ucapanku kurang tegas? Harusnya kamu tahu dong Mey? Aku sih yakin, kamu ngajak Yoyo ke rumah kamu, selain menunjukkan kepada mantan suami kamu kalau kamua sudah move on, kamu juga sebenarnya ada hati kan pada Yoyo?"
Glek!
__ADS_1
Seketika A mey merasa kesulitan menelan salivanya sendiri. Apa yang dia khawatirkan malah terjadi karena pertanyaan dia sendiri. Meski gugup, A mey berusaha tenang karena dia tahu, semua mata saat ini sedang menatap ke arahnya.
"Kalian kok natap aku gitu banget sih? Horor tahu nggak? Menakutkan," ucap A mey berusaha membuat candaan. Tapi, sepertinya tidak berhasil. Janda janda di sana tetap menatap tajam ke arah A mey, terutama dua janda yang pernah berhubungan badan dengan Yoyo. Di dalam dada mereka, tiba tiba ada gemuruh yang tidak bisa mereka cegah.
"Gini aja deh," ucap A zia menengahi. "Lebih baik kita jujur, siapa yang ada hati sama Tito dan siapa yang ada hati sama Yoyo? Kita sama sama terbuka, bukankah kita pernah bahas tentang hal ini? Kita harus saling terbuka dan bersaing secara sehat."
Sesaat semuanya terdiam dan mencena ucapan A zia. Mereka tentu saja masih ingat tentang hal itu. Semua janda pernah membahasnya beberapa waktu yang lalu dengan sebuah kesepakatan, dan saat ini kesepakatan yang mereka buat, memang butuh pembuktian.
"Benar apa kata A zia, kita mending saling terbuka dan jujur. Jangan sampai ketidak jujuran kita, membuat hubungan yang ada diantara kita menjadi renggang. Aku tidak mau hal itu terjadi," ucap A mey, dan kelihatannya semua nampak setuju.
"Entar dulu," ucap A shang yang wajahnya terlihat terkejut. "Kok jadi imbang gini? Yoyo tiga dan Tito juga tiga? Astaga!"
Semua yang mendengar ucapan A shang, sejenak saling pandang kemudian suara tawa menggema memenuhi ruangan itu. Suara enam janda yang merasa heran sekaligus lucu dengan fakta yang terjadi diantara mereka.
__ADS_1
"Tapi, yang jadi pertanyaanku sekarang adalah, Tito sama Yoyo ada hati nggak sama salah satu diantara kita?" ucapan A win seketika meredakan suara tawa yang menggema secara perlahan.
"Benar juga, kita tidak tahu perasaan mereka ke kita gimana? Apa mereka memandang kita sebagai wanita atau hanya sekadar majikan. Bukankah isi hati mereka juga penting untuk kita ketahui?" sambung A moy.
"Berarti kita harus cari tahu, dong? Perasaan mereka sama kita itu bagaimana? Soalnya gini, mereka kan, katanya nggak pernah pacaran, mungkin mereka tidak tahu cara mengungkapkan perasaannnya. Mana yang dari hati dan mana yang hanya karena sikap patuh terhadap majikan saja," ucap A zia.
Semua nampak manggut manggut, setuju dengan apa yang dikatakan A zia. Dalam hati kecil mereka masing masing, semuanya berharap Tito dan Yoyo ada hati pada mereka.
"Terus, bagaimana cara mencari tahu isi hati mereka? Mereka kan hampir setiap waktu selalu bersama anak anak. Kalau Kak Win dan Kak Moy pasti banyak kesempatan. Nah kita berempat, bagaimana?" ucap A mey.
Lagi lagi untuk sesaat, semuanya terdiam. Terutama ke empat janda yang tidak memiliki anak. Mereka jelas bingung, bagaimana caranya agar mereka bisa dekat dengan pemuda idaman mereka.
"Gini aja deh, kita bikin jadwal gimana? Kita bagi waktu yang adil agar semua memiliki kesempatan untuk mencari tahu isi hati Tito dan Yoyo?" usul A win.
__ADS_1
"Setuju!" seru semuanya kompak.
...@@@@@@...