DALAM SARANG JANDA JANDA MUDA

DALAM SARANG JANDA JANDA MUDA
Dalangnya Adalah


__ADS_3

Orang tua mana yang tidak khawatir saat mendengar kabar kalau anaknya dalam bahaya? Begitu juga yang terjadi pada dua janda cantik saat mendengar kalau anak anak mereka sedang dalam bahaya di saat pagi seperti ini. Dua janda itu seakan akan melupakan segala hal selain keselamatan anak anak mereka. Begitu mendapat kabar buruk, mereka langsung saja meluncur ke tempat dimana anak anak dan para penjaganya berada.


Betapa terkejutnya A moy dan A win saat melihat penjaga anak anaknya dipenuhi luka lebam dan ada sayatan pisau di lengannya. Meski sudah ditangani oleh perawat rumah sakit, tapi rasa khawatir tak surut dari wajah kedua janda yang memang ada hati pada dua penjaga anak mereka.


Setelah lapor polisi, Yoyo dan Tito dilarikan ke rumah sakit oleh beberapa orang yang membantunya dengan kawalan seorang polisi yang datang tidak lama seusai kejadian. Sedangkan sang penjahat, langsung diringkus dan dibawa ke kantor polisi lain untuk dimintai keterangan.


"Siapa sih yang sudah melakukan semua ini?" tanya A win dengan wajah paniknya sambil mengusap luka lebam yang menghiasi wajah Yoyo.


"Tidak tahu, Miss. Katanya sih mereka suruhan Tuan William. Tapi aku tidak yakin. Makanya aku melawan," jawab Yoyo sambil menahan nyeri di pipi.


"Mending kamu tanyakan sama William deh, Win. Bisa jadi ini hanya fitnah. Sama seperti yang dulu Tito dan Zoe alami," ucap A moy memberi saran. A win tentu saja menyetujuinya, sedangkan anak anak terlihat lebih tenang setelah berada dalam pelukan ibu mereka.


William yang saat itu sedang dalam perjalanan ke kantornya, tentu saja terkejut mendengar kabar tentang apa yang menimpa anaknya pagi ini. Dia langsung saja meluncur ke kantor polisi yang ditunjukan oleh A win. Dia sangat emosi saat mendengar kabar lain dari A win.


"John, selidiki, siapa orang yang memakai namaku untuk menipu penjaga Binbin!" titah William dengan geramnya.


"Baik, Tuan."

__ADS_1


Sementara itu di rumah sakit, setelah mendapat perawatan, Tito dan Yoyo diijinkan pulang karena memang luka luka yang mereka alami tidak terlalu parah. Beruntung A moy berinsiatif membawa dua supir saat ke rumah sakit. Jadi sekarang Yoyo dan Tito berada di dalam mobil yang berbeda.


Yoyo, A win dan Binbin memakai mobil yang digunakan Yoyo untuk mengantar anak anak sekolah tadi dengan supir Pak Li. Sedangkan Tito berada di mobil yang satunya yang tadi dibawa A moy dengan supir pak Yoko. Sebelum pulang, mereka terlebih dulu mampir ke kantor polisi, dimana satu orang penjahat telah diamankan.


Setelah mereka sampai di kantor polisi, ternyata William sudah ada disana, Sedang melangkah hendak masuk ke dalam. Mereka juga terkejut saat melihat Darren berada di tempat yang sama. Mereka pun bertanya kenapa Darren ada disana, dan ternyata, William yang memberi kabar.


"Anak anak mana?" tanya Darren dengan wajah nampak cemas.


"Anak anak ada di mobil, jangan cemas. Mereka baik baik saja," jawab A moy.


"Wajarlah kalau aku cemas, Zoe kan anakku Moy. Dua kali loh dia mendapat penyerangan sepert ini," ucap Darren.


"Gimana, Will. Apa orangnya sudah ngaku? Siapa yang menyuruhnya? Lawan bisnis kamu?" cecar A win.


William menghembuskan nafasnya dengan kasar. Wajah terkejutnya belum hilang saat mengetahui siapa dalang di balik musibah yang menimpa anaknya. Wajahnya terlihat frustasi dan juga diliputi amarah.


"Will!" seru A win. "Kok diam? Siapa orang yang jahat pada Binbin?" desaknya.

__ADS_1


"Eva, dia yang merencanakan semuanya," jawab William.


"Apa!" pekik A win dengan mata melebar. "Istri kamu?"


"Dia bukan istriku, Win!" tekan William. "Kita udah batalin pernikahan kita."


"Mana mungkin? Bukankah kalian saling mencintai? Sampai aku kalian buang?" tanya A win dengan tatapan yang kini penuh amarah.


"Jangan omong kosong, aku tidak pernah mencintai Eva," balas William yang tidak terima dengan tuduhan mantan istrinya.


"Buktinya, demi wanita itu, kamu membuang aku dan Binbin," A win juga nampak emosi. "Sekarang wanita yang kamu percaya dengan sepenuh hati malah mau mencelakai anakmu sendiri."


Sontak Wiliam langsung terbungkam. Dulu memang dia sangat mempercayai Eva, bukan mencintai, sampai dia harus menyakiti anak dan istrinya. Sekarang hanya menyesal yang William rasakan karena kebodohannya.


A moy dan Darren sendiri terdiam melihat pertengkaran dua orang yang pernah menjadi sepasang suami istri itu. Mereka juga mengalami hal yang sama dengan apa yang terjadi pada William dan A win.


Saat suasana hening tercipta karena ketegngan yang ada, ke empat orang itu dikejutkan dengan suara yang tidak pernah mereka dengar dalam waktu yang cukup lama.

__ADS_1


"Daddy!"


...@@@@@@...


__ADS_2