DALAM SARANG JANDA JANDA MUDA

DALAM SARANG JANDA JANDA MUDA
Pengalaman Baru Yang Seru


__ADS_3

Malam ini, bisa dikatakan malam yang paling indah bagi dua pemuda desa yang bekerja di sebuah rumah mewah. Dua pemuda itu sungguh diperlakukan bagai raja oleh empat wanita cantik nan seksi di dalam kamar yang berbeda. Demi menyenangkan hati dua pemuda itu, empat wanita yang terbagi menjadia dua kubu itu, rela melakukan hal yang tidak pernah mereka lakukan sebelumnya. berhubungan badan dua lawan satu benar benar hal yang baru pertama kali mereka lakukan di dalam hidup mereka.


Setelah melalui menit menit penuh kenikmatan, kini tubuh tanpa busana itu terbaring dengan wajah yang jelas terlihat sangat bahagia. dua pria itu kini terbaring dengan rasa lelah yang sangat luar biasa karena harus menaklukan dua lubang indah nan nikmat sekaligus. Beruntung, kekuatan senjata dua pria itu bisa diandalkan. Membuat dua wanita itu cukup terpuaskan dalam ronde pertama.


"Kamu hebat banget, Sayang!" puji seorang wanita pada pria yang kini badannya saling menempel. Wanita itu berkali kali mendaratkan bibirnya pada pipi si pria. Senyum bangga si pria itu juga terkembang karena sedari tadi mendapat pujian dari dua wanita sekaligus.


"Kamu pakai apa sih, Sayang? Batang kamu kok bisa hebat gitu, bikin kita kewalahan."


"Nggak pake apa apa, Miss," jawab si pria apa adanya.


"Ahh menggemaskan bangat kamu, aku jadi makin sayang. Sini cium."


"Aku juga makin sayang sama kamu, To. Kamu hebat," dua wanita serentak memberi kecupan penuh rasa cinta. "Gimana suasana hati kamu, Sayang? Udah baik?" tanya A ling.


Tito mengangguk sembari tersenyum. "Makasih ya, Miss. Udah mau menghiburku."


"Nggak perlu bilang makasih, Sayang. Kamu kan tahu, alasan kami melakukan ini sama kamu," balas A ling.

__ADS_1


"Kamu jangan merasa terbebani. Aku kan tadi sudah bilang, malam ini kita bukan seorang pembantu dan majikan," A zia menimpali. "Malam ini, kita adalah pria dan wanita tanpa status perbedaan, mengerti kan maksudnya."


Tito kembali mengangguk. "Tapi maaf, Miss. Aku belum bisa membalas cinta kalian. Setelah kejadian ini, aku malah semakin berat untuk memilih."


"Bisa aja kamu, Sayang. Emang hal apa yang membuat kamu berat memilih? Karena lubang kami ya?" terka A zia sambil tersenyum lebar.


Tito sontak menggeleng. "Miss A ling dan Miss A shang terlalu terlalu cantik dan juga baik. Itu yang bikin aku sukar untuk memilih. Jujur Miss, aku nggak mau ada yang terluka nantinya."


Kedua wanita itu pun sontak tersenyum. "Ya udah terserah kamu aja. Tapi kamu pertimbangkan dulu soal pekerjaaan kamu disini, oke?" ucap A ling. Tito mengangguk.


Obrolan hangat antara satu pria dan dua wanita juga terjadi di kamar yang lainnya. Yoyo benar benar dilimpahi kasih sayang oleh dua majikan cantik yang ada di sisi kanan dan kiri tubuhnya. Pujian demi pujian juga Yoyo dapatkan karena keperkasaanya dalam menaklukan dua wanita sekaligus.


"Pendapat apa, Sayang?" jawab A mey sembari mendongak yang diikuti oleh A shang. Tangan kedua wanita itu asyik mengusap batang milik Yoyo yang bulu bulunya sangat rimbun.


"Aku kan ditawari kerjaan oleh Tuan Darren dan Tuan William. Menurut Miss A shang dan Miss A mey, gimana kalau aku kerja kantoran?"


Dua wanita itu sontak saling pandang sejenak lalu kembali menatap satu pria yang memeluk tubuh mereka. "Kapan kamu ditawari kerjanya?" tanya A shang.

__ADS_1


"Tadi siang pas kami tanpa sengaja ketemu," ucap Yoyo dan dia menceritakan kejadian tadi siang saat bersama ayahnya anak anak.


"Kalau menurut aku sih, kamu tanyakan dulu, apa pekerjaan kamu. Terus kamu bisa mengatasinya nggak. kerja kantor disini lumayan berat loh, Yo. Kalau kamu tidak punya keahlian tertentu ya susah," balas A shang.


"Benar, Sayang," A mey menimpali. "Kerja kantoran juga tidak sesantai seperti kerjaan kamu yang sekarang loh. Gajinya memang gede, tapi tanggung jawabnya juga gede. Satu kesalahan kecil aja, bisa mempengaruhi semuanya."


"Gitu, Ya, Miss?"


"Iya, Sayang. Kerja kantoran juga kamu akan seperti saingan gitu loh, Yo. Kamu seperti sedang berkompetisi dengan karyawan lain. Aku sih bukannya nakut nakutin kamu, Sayang. Tapi kerja kantoran disini, akan banyak persaingan yang tidak sehat. Apa lagi kamu masuk kantornya mereka tanpa pendidikan yang cukup bagus. Bisa bisa kamu kena bully."


"Owalah, kok ya mengerikan ya, Miss?"


"Ya begitulah, Sayang. Makanya pikirin baik baik ya, Sayang," Yoyo mengangguk dengan senyum terkembang.


"Batang kamu sudah tegang lagi nih, Yo. Bagaimana kalau kita lanjut ronde kedua?"


"Boleh, Sayang," jawab Yoyo sambil cengengesan. Kedua wanita tersenyum lebar dan Yoyo kembali diserang.

__ADS_1


...@@@@@@...


__ADS_2