DALAM SARANG JANDA JANDA MUDA

DALAM SARANG JANDA JANDA MUDA
Tito Dikeroyok


__ADS_3

"Om Tito kenapa belum mandi? Om Tito kan bisa mandi di kamar Mommy, ya mom."


"Om lupa, Sayang."


"Masa Om Tito bisa lupa?" tanya bocah kecil itu. "Apa karena tadi Om Tito sedang pacaran sama Mommy A zia?"


Deg!


Rasa terkejut langsung terlihat jelas dari wajah Tito saat ini. Tito bahkan sampai terdiam dan mencari jawaban yang tepat untuk membalas pertanyaan anak kecil di hadapannya. Matanya melirik ke arah wanita yang duduk di sofa dan terlihat sedang fokus menatap layar laptop. Tito yakin wanita yang dia panggil Miss A moy itu juga mendengar percakapan anak Miss A moy dengan dirinya saat ini.


"Tidak, Om sedang tidak pacaran dengan Mommy A zia," jawab Tito agak gugup tapi meski jujur. "Tadi Mommy A zia cuma nengokin Om aja."


"Kata Mommy, Om tadi lagi pacaran, yang benar yang mana sih?" protes anak kecil itu dengan wajah sedikit ditekuk.


"Yang benar Mommy lah, masa Mommy bohong," ucap A moy tanpa menoleh ke arah anaknya. "Kalau Om Titto nggak sama Mommy A zia, pasti dia tadi mau menemani Zoe tidur."


Rasa terkejut Tito semakin bertambah mendengar jawaban A moy. Tentu saja hal itu tidak benar. "Tapi kan aku nggak sedang pacaran, Miss," protes Tito membantah tuduhan yang dia dapat dari majikannya yang sedang marah.

__ADS_1


"Yang bilang kamu sedang pacaran siapa? Aku kan tadi cuma bilang sama Zoe, Om Tito lagi sama Mommy A zia di kamarnya. Padahal pamitnya mau mandi, gitu doang, nggak ngomong kamu lagi pacaran," ucap A moy membela diri sembari menatap ke arah pemuda yang sedang melayangkan protes kepadanya.


"Tapi darimana Zoe bisa ngomong aku sedang pacaran sama Mommy A zia?" Titto masih tidak terima dengan tuduhan itu.


"Astaga, Tito!" pekik A moy. "tanya aja sendiri sama anaknya, dia aja udah pernah bertanya tentang menikah."


Tito terdiam, lalu dia menatap bocah yang sedang melongo memperhatikan dua orang dewasa yang sedang berdebat. "Zoe tahu darimana pacaran itu?"


"Dari temen, Om. Kata teman Zoe yang mengajak Zoe menikah, kalau dia itu pacar Zoe. Dia sering ngajak Zoe main berdua," jawab polos sang bocah membuat Tito merasa gemas.


"Tu kan dengar sendiri. Bukan aku yang ngajarin," sungut A moy kesal.


"Pacaran juga nggak apa apa, Om. Kaya Zoe di sekolah," bocoh kecil itu malah membalas dengan perkataan yang seakan semakin membuat Tito terpojok.


"Nggak lah. Om maunya sama Zoe aja."


" Maunya sama Zoe, tapi kenapa tadi Om ninggalin Zoe saat Zoe sedang tidur? Terus Om malah bersama Mommy A zia sampai Om lupa belum mandi."

__ADS_1


Tito kembali terbungkam. Dalam hati dia merasa frustasi. Kenapa hanya karena menolak mandi di kamar ini, bisa jadi masalah melebar kemana mana. Tito benar benar berpikir keras untuk menjawab pertanyaan Zoe.


Sedangkan A moy sendiri merasa puas karena rasa kesalnya bisa dia lampiaskan melalui anaknya. Beruntung dia punya anak yang cerdas. Tanpa di ajak kerja sama pun, ternyata Zoe bisa mampu membuat Tito diam tak berkutik.


"Ya udah, Om mandi dulu ya?" pamit Tito yang sudah bingung untuk menjawab pertanyaan Zoe.


"Om mau mandi dimana?" tanya Zoe saat Tito hendak berdiri. "Om mandi disini saja, nanti Om lupa lagi kalau mandi di kamar Om."


Tito mendengus kasar menahan kesabaran. "Handuk Om kan ada di kamar Om, Sayang. Apa Zoe ikut ke kamar Om? Nanti Zoe tahu kalau Om tidak bohong."


"Bohong juga nggak apa apa, kan memang ada hati yang harus kamu jaga," sindir A moy tanpa menatap ke arah Tito.


Mendengar ucapan A moy yang terkesan menyindir, Tito langsung menatap ke arah majikannya. "Hati siapa yang harus aku jaga sih, Miss? Astaga!"


"Ya nggak tahu," jawab A moy cuek. "Yang tahu kan cuma kamu. Kali aja setelah tadi bersama A zia, nanti bersama A ling."


Tito kembali mendengus lalu menatap Zoe. "Zoe nunggu disini, Om mandi di sini aja. Om nggak mau ada yang nuduh Om lagi," ucap Tito kesal. Dia langsung berjalan menuju ke kamar mandi yang ada di kamar A moy tanpa membawa handuk. Sedangkan A moy diam diam tersenyum senang dan penuh kemenangan.

__ADS_1


...@@@@@@...


__ADS_2