
"Horre goal!" teriak seorang bocah laki laki dengan riangnya setelah memasukkan bola ke dalam sebuah gawang. "Yah Om Tito Payah!" ejek bocah itu kepada pria yang sedang tersenyum lebar di depan sebuah gawang kecil berukuran satu meter.
"Wah! Zoe hebat! Om kalah dua goal," puji pria itu sambi mendudukan dirinya di atas rumput taman.
"Hebat dong, Zoe kan mau jadi pemain bola internasional, om," balas Zoe dengan bangganya.
"Wahh! Bagus dong! Tapi Zoe harus istirahat dulu. Udaranya panas ini. Lanjut nanti sore lagi, oke?"
"Oke!" Zoe lantas ikut duduk di atas rumput dan menyesap es jeruk yang sudah disiapkan di dalam botol sedari tadi sebelum main bola. Di saat bersamaan sebuah suara teriakan terdengar dari telinga dua pria beda usia tersebut.
"Zoe! Mommy pulang, Mommy bawa jajan nih?" Keduanya menoleh ke arah sumber suara dan hati Tito tiba tiba berdetak dengan keras setelah melihat pemilik suara itu sedang mendekat ke arahnya.
"Mommy Ling jadi pulang?" tanya Zoe dengan polosnya saat wanita itu sudah berada di tempat yang sama.
Wanita bernama A ling sontak tersenyum. "Sudah dong. Pekerjaan Mommy kan memang ada yang sedang dikerjakan di kamar Mommy, lagian Mommy kan sudah janji siang hari mau pulang, Sayang," jawab A ling sambil melirik ke arah Tito.
Sontak saja Tito langsung salah tingkah dan tersenyum. Dia bahkan tadi sempat lupa soal janji A ling yang mengajaknya bertemu lagi di ruang karaoke. Tito yakin A ling pasti ingin mengulang kembali berhubungan badan seperti hari kemarin.
"Mommy Ling bawa jajan?" tanya Zoe. Rupanya anak itu yang ingat dengan tawaran A ling tadi pagi. Sedangkan Tito malah tidak ingat apapun. Bawaanya lupa begitu saja.
"Ada dong, Nih, kita bawa di tempat karaoke. yuk?" ajak A ling.
"Oke!" balas Zoe dengan penuh semangat. "Ayo, Om!" Zoe tak lupa mengajak Tito yang sedari tadi melilih terdiam karena gugup.
__ADS_1
"Iya," balas Tito setenang mungkin meski dadanya gugup luar biasa. Pemuda itu berdiri dan mengikuti Zoe yang lebih dulu melangkah bergandengan tangan dengan A ling. Hati dan pikiran Tito benar benar bergejolak bukan main. Dia sudah menebak kalau dia akan kembali bercinta dengan wanita cantik itu.
"Nih, jajannya banyak," tunjuk A moy sambil menumpahkan isi kantung plastik besar begitu mereka sampai di ruang karaoke.
"Wah!" seru Zoe dengan mata berbinar.
"Mana yang mau dimakan dulu?"
"Ini Mom!" teriak Zoe pada bungkus makanan ringan yang lumayan gede.
"Oke!" A ling langsung membuka makanan yang Zoe inginkan. "Zoe sambil makan jajan dan lihat kartun, Mommy pinjam Om Tito dulu yah, bantuin pekerjaan Mommy?"
Deg!
Setelah mendapat izin dari Zoe, A ling langsung menyuruh Tito mengikutinya. Pemuda itupun tak bisa menolak. Tito melangkah dengan rasa panik dan dada yang berdegup kencang. Apa lagi saat Tito melihat A ling masuk kedalam kamarnya, perasaan Tito makin tak karuan. Begitu Tito masuk kamar, A ling langsung menutup Pintu dan Tito memutar badan.
"Miss!" pekik Tito.
"Kenapa, To? Kok kamu tegang gitu?" tanya A ling sambil melangkahkan kakinya maju perlahan menghadap Tito dan Tito mau tidak mau melangkah berjalan mundur.
"Kaget aja tadi waktu Miss A ling nutup pintu," jawab Tito agak gugup.
"Yakin?" tanya A ling dengan senyuman nakalnya. Di mata wanita itu, wajah gugup Tito terlihat sangat menggemaskan.
__ADS_1
"I-iya," jawab Tito dengan bola mata yang memandang kesana kemari. "Mana pekerjaan yang perlu dibantu, Miss?"
Di saat pertanyaan itu terlontar, di saat itu pula, langkah Tito terhenti karena menabrak ranjang tidur majikannya. A ling tidak menyia nyiakan kesempatan itu. Dia langsung mendorong dada Tito hingga pemuda itu terbaring di atas ranjang. A ling langsung naik dan menungngkung tubuh Tito diantara kedua tangannnya.
"Miss!" pekik Tito semakin gugup.
"Kenapa?" jawab A ling lembut sambil mengusap pipi pria yang berada di bawahnya.
"Ada cctv nanti ..."
"Di kamarku nggak ada."
"Zoe .. "
"Dia lagi nonton kartun pasti anteng."
"Terus pekerjaanya mana? Biar aku bantu?"
A ling kembali tersenyum dan dia mendekatkan mulutnya ke salah satu telinga Tito. "Pekerjaanya, bantuin aku masukin isi celanamu ke dalam lubangku."
Deg!
...@@@@@...
__ADS_1