DALAM SARANG JANDA JANDA MUDA

DALAM SARANG JANDA JANDA MUDA
Setelah Dua Pemuda Tahu


__ADS_3

"Sepertinya Tito lebih menyukai A ling dan A moy. Demi mereka, Tito mau melakukan apa saja. Berarti udah jelas, kalau kalau cintanya Tito buat mereka, bukan buat aku."


Tito memandang ke arah Yoyo dengan tatapan yang sulit diartikan. Yoyo membalas tatapan sabahatnya dan seperti memberi kode sedang bertanya, ada apa. Tito mengangkat tangan kirinya memberi isyarat untuk mendekat. Yoyo pun menurutinya.


"Dengerin, mereka sedang ngomongin kita," ucap Tito pelan, dan Yoyo lantas mengangguk kemudian dia pasang telinga.


"Terus? Apa kamu mau mundur? Lagian kan itu juga belum pasti kalau Tito mencintai A ling atau Kak A moy?" ucap Zia.


"Astaga, Zia! Kamu itu bodoh atau gimana sih? Mereka berdua secara terang terangan nolak tidur bareng kita, itu salah satu tanda kalau Tito dan Yoyo sudah mencintai salah satu dari mereka. Pasti karena mereka sudah menyatakan cintanya," balas A shang.


A zia nampak manggut manggut. "Iya sih, masuk akal. Yoyo sama Tito menolak kita mungkin karena menjaga perasaan pacar mereka, atau mungkin Tito sama Yoyo dikasih peringatan supaya jangan tidur sama kita."


"Nah kan!" seru A shang. "Pantes, waktu kita pengin ngajak Yoyo dan Tito kesini, mereka pada keberatan. Aku yakin mereka sudah menyatakan cinta mereka terus Yoyo maupun Tito juga sudah menerima salah satunya."


A zia mendengus kesal. "Padahal malam ini aku pengin menyatakan cintaku pada Yoyo, tapi wajahnya sudah menunjukkan kalau dia tidak suka saat kita usul tidur sekamar."

__ADS_1


"Ya sama, aku juga rencananya malam ini akan menyatakan cintanya pada Tito. Tapi ternyata memang tidak ada kesempatan untuk kita. Kita kalah cepat, Mereka sudah terlanjur cinta sama yang lain."


Yoyo dan Tito saling pandang. Mereka tidak percaya dengan apa yang mereka dengar kali ini. Yoyo segera menarik tangan Tito dan kembali ke kamar mereka untuk berbicara.


"Astaga!" seru Yoyo dengan raut wajah yang nampak masih tidak percaya. "Jadi majikan kita benar benar mencintai kita, To? Bukan mencintai isi celana kita saja?"


"Yah seperti yang kamu dengar tadi. Ternyata mereka beneran jatuh cinta sama kita," ucap Tito yang juga mendadak gelisah setelah mendengar sebuah kenyataan perasaan para majikannya.


Yoyo yang saat itu mondar mandir seperti orang bingung, langsung duduk di sofa yang sama seperti yang Tito duduki. "Tapi kenapa mereka nggak ngomong langsung kalau mereka itu cinta sama kita? Apa salahnya jujur coba?"


"Ya aku juga nggak tahu ya, Yo," balas Tito. "Harusnya kan mereka memang ngomong langsung. Coba kalau A moy dan A ling kalau mereka mencintai aku saat kita sedang berhubungan badan, mungkin aku nggak bakalan berpikir buruk sama mereka."


"Terus, kamu mau pilih semuanya gitu?" Tito bertanya sembari menatap Yoyo.


"Ah iya? Bener juga ya?" wajah Yoyo yang tadinya nampak ceria kembali ke mode wajah kagetnya mendengar pertanyaan sahabatnya. "Setidaknya kita harus pilih salah satu."

__ADS_1


"Nah itu dia yang membuat aku bingung juga," sahut Tito. "Kalau aku pilih salah satu, yang lain pasti akan kecewa dan sakit hati. Aku nggak bakalan tenang lah. Aku sudah berhubungan badan dengan mereka semua, lalu aku disuruh pilih salah satu dari mereka? Nggak bakalan bisa! Aku bukan pria brengsek yang hanya tahu enaknya saja."


Yoyo terlihat terdiam sejenak memikirkan ucapan pria di sebelahnya. Namun tak lama setelah itu, dia manggut manggut. Yoyo sependapat dengan pemikiran sahabatnya.


"Terus kita harus bagaimana?" tanya Yoyo. " Apa kita harus diam saja, pura pura tidak tahu kalau majikan kita mencintai kita?"


Tito menghela nafasnya dalam dalam dan nenghembuskannya secara kasar, lalu dia menggeleng beberapa kali. "Aku sendiri juga tidak tahu, apa yang harus aku lakukan?"


Lagi lagi Yoyo menganggukan kepalanya beberapa kali. "Apa kita terima saja mereka semua biar adil?"


"Hahaa ... poligami dong?" sahut Tito tergelak. "Apa mereka mau cintanya dibagi? Mereka aja cerai gara gara cinta mereka dibagi?"


"Ah, benar juga," wajah Yoyo nampak frustasi. "Lalu apa yang harus aku lakukan?"


"Hmm ... aku juga bingung. Sekalinya ada wanita yang mencintaiku, malah keadaannya kayak gini. Mereka sudah menyerahkan tubuhnya untuk aku nikmati, masa aku akan tega bikin mereka ada yang kecewa dan sakit hati karena aku pilih salah satu dari mereka. Aku nggak setega itu."

__ADS_1


"Lalu kita harus bagaimana?"


...@@@@@...


__ADS_2