DALAM SARANG JANDA JANDA MUDA

DALAM SARANG JANDA JANDA MUDA
Dua Pemuda Masih Bermimpi


__ADS_3

"Kata Mommy, hari ini Zoe nggak sekolah, Om."


"Loh? Kenapa?"


"Kata Mommy, Mommy, Zoe dan Om Tito, akan piknik bareng."


"Apa? Piknik? Kemana?" tanya Tito sembari melirik sahabatnya yang juga nampak terkejut mendengar ucapan bocah itu. Yoyo pun langsung menanyakan hal yang sama pada Binbin. Bocah itu langsung membenarkan, hari ini mereka akan piknik bertiga.


"Kok Mommy nggak bilang sama Om, Sayang?" tanya Yoyo.


"Yang minta piknik kan Zoe, Om. Takut Om Tito akan pergi. Binbin jadi ikut ikutan hehehe ..."


"Astaga! Kalian ini, kenapa jadi kompak gitu?" tanya Tito gemas. "Ya udah, kita sekarang ke kamar Zoe ya?"


"Oke!"


Dua pemuda itu langsung bangkit dan mengendong anak kecil itu menuju kamar mereka. Sesampainya di sana, rasa canggung langsung menyeruak begitu saja, karena di kamar anak anak ada dua ibu yang sedang menyiapkan bekal anak anak yang akan di bawa. Mereka saling diam satu sama lainnya.


"Mom, jadi piknik sama Om Yoyo kan?" tanya Binbin saat bocah itu sedang dibantu melepas pakaiannya oleh pemuda yang namanya disebut oleh bocah.


"Ya kalau Mommy sih jadi piknik, Sayang. Binbin tanya saja sama Om nya, Om mau ikut apa nggak?" balas A win sembari menatap anaknya. Matanya juga sesekali melirik sekilas ke arah Yoyo, begitu juga dengan Yoyo hingga kadang tatapan mereka bertemu dan menimbulkan rasa salah tingkah.


"Om Yoyo sudah pasti ikut, Mom, iya kan, Om?" Yoyo langsung mengiyakan. Biar bagaimanapun dia tidak ingin mengecewakan keinginan bocah lucu itu.

__ADS_1


"Ya udah, Binbin mandinya sama Mommy aja, biar Om Yoyo bisa siap siap dulu. Kalau Om Yoyo ngurusin Binbin nanti berangkatnya kesiangan."


"Oh iya," anak kecil itu langsung saja menyuruh penjaganya bersiap diri. Yoyo hanya bisa menuruti permintaan majikan kecilnya itu. Begitu juga dengan Tito. Dia juga menyerahkan Zoe pada ibunya dan dia kembali ke kamar.


"Sepertinya kita akan nginep, Yo. Kamu lihat kan tadi, ibunya anak anak nyiapin pakaian ganti untuk anak anak?" ucap Tito begitu dia sampai kamar.


"Sepertinya, hmm. Padahal aku lagi pengin main bertiga lagi kayak semalam," balas Yoyo agak lesu.


"Kamu ketagihan, Yo?"


"Enak banget sih, dan sensasinya itu loh. Kita kayak lelaki perkasa, bisa menaklukan dua wanita cantik sekaligus."


"Hahaha ... benar. Kapan lagi ya main bertiga?"


Tawa kedua pemuda itu pun pecah. Namun tak lama setelah itu pintu kamar mereka ada yang mengetuknya. Ternyata itu Bibi Sri setelah Tito menyahutnya dan menyuruh masuk.


"Aku di suruh ambil pakaian yang akan kalian bawa, biar di taruh satu tempat sama pakaian Miss dan anak anak," ucap Bibi Sri mengenai tujuannya datang ke kamar pemuda itu.


"Entar dulu, Bi. Aku bingung mau bawa pakaian apa," balas Tito sembari membuka kopernya karena pakaian mereka terlanjur di kemas dalam koper kemarin.


"Ya bawa pakaian santai saja sama pakaian buat renang. Biasanya anak anak kalau piknik itu yang ada kolam renangnya."


"Gitu ya, Bi. Tapi kan aku ngggak punya pakaian renang?" jawab Yoyo.

__ADS_1


"Ya ampun," Bibi mengambil boxer yang teronggok di dalam koper Yoyo. "Pakaian renang cowok ya ini, Yoyo!" seru Bibi sri gemas. "Emangnya di kampung, renang pakai celana kolor. Di negara ini ya malah diketawain. Kalau nggak pakai boxer ya pakai underwear kalau pakaian renang laki laki."


Yiyo dan Tito hanya bisa cengengesan. Mereka langsung menyiapkan beberapa pakaian dan menyerahkanya kepada Bibi Sri. Setelah urusan pakaian beres, kedua pemuda itu bergantian memakai kamar mandi.


Selang bebeberapa waktu kemudian Yoyo dan Tito nampak sudah siap. Mereka kini sedang menyiapkan mobil yang akan dipakai. Keduanya memakai mobil terpisah.


"Kalian pada mau pergi ya?" tanya salah satu majikan yang akan berangkat kerja pada dua pemuda yang sedang ngobrol di dekat salah satu mobil.


"Iya, Miss. Mendadak banget ini," jawab Yoyo merasa tak enak.


"Ya nggak apa apa. Nikmatin aja," balas sang majikan dengan wajah cerianya.


Yoyo pun mengangguk. Miss yang jatuh hati pada Yoyo itu, lantas pamit berangkat kerja.


"Mereka beneran cinta sama kita nggak sih? Kok mereka kayak nggak saling cemburu gitu?" tanya Yoyo heran.


"Hahaha ... nggak tahu. Mungkin mereka siap dipoligami sama kita kali, jadi buat apa pake cemburu segala," sahut Tito dengan santainya.


"Wah! Kalau mereka mau berbagi cinta ya aku sangat siap."


"Banget!"


Tawa kedua pemuda itu langsung pecah.

__ADS_1


...@@@@@...


__ADS_2