DALAM SARANG JANDA JANDA MUDA

DALAM SARANG JANDA JANDA MUDA
Jika Kita Jatuh Cinta


__ADS_3

"Ternyata mereka polos banget."


"Ya seperti itu lah mereka."


"Hmmm, berarti aku harus sering sering ngajak mereka ikutan pesta ya, Kak?"


A moy mau tidak mau menghentikan sejenak perkerjaaannya. Disaat dia akan membalas ucapan A ling, tiga janda yang lain pun masuk dengan kondisi yang sama seperti A ling. Mereka hanya memakai baju tidur yang tipis dan tembus pandang. Pakaian pantai yang mereka gunakan saat pesta semalam sangat terlihat jelas dari balikk baju tidur mereka.


"Lagi bahas apaan nih? Kayaknya kita ketinggalan?" tanya A mey begitu dia masuk dan duduk si sofa yang melingkari satu meja.


"Tentang pesta semalam. Aku ingin jika ngadain pesta, kita ngajak Tito dan Yoyo lagi," jawab A ling.


"Hahaha ..." A shang tergelak. "Mereka benar benar polos. Masa mereka bengong gitu saat mereka melihat kita mengenakan baju pantai."


"Ya ampun, Shang. Kamu kan semalam dengar kalau mereka tidak pernah pesta pesta kayak kita. Ya wajarlah mereka banyak bengongnya," A mey menimpali ucapan A shang.


"Ya karena itu, lucu gitu lihatnya, gemes."

__ADS_1


"Maka itu, kalian kalau mau ngajak mereka pesta lagi, ya silakan," kini A moy kembali bersuara untuk menjawab pertanyaan A ling yang sempat tertunda. "Tapi saat kalian pesta di rumah. Jangan ngajakin mereka pesta kayak semalam di tempat lain. Kasian mereka nanti, kalau rusak gara gara kita."


"Aku juga mikirnya gitu, Kak. Aku nggak mau mereka nantinya jadi bahan ejekan jika aku ajak pesta di luar. Terus gara gara ejekan, mereka terpancing emosi dan jadi masalah," balas A ling.


"Benar, mereka tuh datang buat kerja demi keluarga mereka, bukan buat cari masalah," sambung A zia.


"Nah tuh tahu!" seru A moy. "Intinya kita sama saling menjaga saja."


"Terus, Ka, kalau suatu saat nanti, kita ada hati pada Tito dan Yoyo gimana, Kak?" tanya A mey.


"Ya itu terserah kalian ya? Soal hati, kan kita nggak tahu. Kalau bisa ya, kita jangan main hati," jawab A moy dengann sesekali menoleh ke arah taman belakang.


"kalian kan tahu, Yoyo dan Tito berasal dari negara yang berbeda. Tentu saja pasti adat, budaya dan kebiasaan mereka berbeda dengan kita. Mereka punya orang tua, punya agama dan jarak yang jauh. Jadi kalau main hati, kalian akan tahu akhirnya seperti apa. Kalaupun Yoyo dan Tito pada akhirnya mencintai salah satu diantara kita, mereka juga pasti akan memikirkan hal yang sama dengan kita," terang A moy.


Untuk sesaaat, semuanya memilih diam sembari mencerna perkataan wanita satu anak tersebut. Apa yang dikatakan A moy memang sepenuhnya benar. Akan ada banyak rintangan yang membentang jika terjalin cinta diantara mereka.


"Tapi, sebagai wanita. Aku kok merasa ada hati sama Yoyo maupun Tito ya? Apa mungkin karena mereka mudah hangat sama anak anak atau karena ketampanan mereka, aku sendiri nggak tahu," ucap A zia.

__ADS_1


"Bukan hanya kamu saja, A zia. Aku juga. Dan kemugkinan semua juga ada hati sama dua makhluk tampan itu," balas A mey.


"Yang jadi pertanyaan, ada hatinya itu karena cinta atau karena hasrat. Ingat, kita disini adalah para wanita yang sudah lama tidak disentuh laki laki. Kalau karena cinta, berarti kita harus memikirkan apa yang dikatakan kak A moy. Tapi kalau ada hati karena hasrat, itu tergantung kita, mau melampiaskannya sama mereka atau tidak," ucap A ling.


"Nah bener tuh kata A ling. Kalaupun kita sama sama menginginkan Tito dan Yoyo, kita harus bersaing secara sehat. Jangan sampai gara gara lelaki, kita jadi terpecah belah dan bermusuhan. Kita sama sama pernah merasakan dikhianati, Bukan? Maka itu demi rasa kekeluargaan yang sudah lama kita jalin, jangan sampai hancur dengan adanya hubungan baru dengan laki laki. mengerti?" ucap A zia, dan semuanya pun menganggukan kepala.


"Jadi kalau diantara kita ada yang jatuh cinta pada Yoyo dan Tito, kita harus terbuka satu sama lain, Oke?" ucap A moy.


"oke, Kakak," jawab semuanya serentak.


Mereka lantas kembali melanjutkan obrolan yang lainnya, dan obrolan yang membahas tentang dua pemuda yang ada di rumahnya berakhir dengan sebuah kesepakatan.


Saat mereka lagi asyik membahas tentang pekerjaan, A mey meraih ponsel dan mengecek beberapa pesan. Saat A mey iseng mengecek cctv dari ponselnya, mata A mey langsung membulat.


"Hey! Kalian lihat deh ponsel kalian dan cek cctv saat kita pesta semalam!" seru A mey.


Semua yang ada disana sempat mengerutkan keningnya tapi segera mengecek ponsel mereka masing masing.

__ADS_1


"Astaga! Ini ..."


...@@@@@...


__ADS_2