
"Kamu tahu, di ruangan itu ada kamera cctv loh. Kalau aku melaporkan perbuatan kamu dan Tito ke kantor polisi? Gimana, Yo? Kamu mau?"
Deg!
Yoyo semakin panik, wajahnya langsung pias. Dia langsung berbalik badan dan berlutut serta menduduk. "Ampun, Miss. Ampun. Maafkan kami. Tolong jangan laporkan kami ke polisi."
"Kenapa?" tanya A mey dengan nada ketus meski dia sudah sangat ingin tertawa. "Katakan! Apa alasanku hingga harus memaafkan kalian? Tindakan kalian sudah termasuk pelecehan loh."
"Iya, Miss, maaf. Kami akui kami salah, kami hilaf. Tolong, jangan laporkan kami," rengek Yoyo penuh dengan rasa sesal.
"Sekarang angkat kedua tangan kamu!" titah A mey. "Cepat!"
"I-iya," jawab Yoyo terus menunduk tak berani menatap wajah A mey karena takut dan malu. Dia segera mengangkat kedua tangannya.
"Buka genggamannnya!" lagi lagi Yoyo menurutinya. Yoyo membuka telapak tangannya. Dia benar benar panik dan berharap A mey mau memaafkannya. Pikirannya jadi kacau kemana mana. Namun beberapa saat kemudian Yoyo kembali dibuat terkejut. Seketika dia langsung mendongak. "Miss A mey!" pekik Yoyo.
"Kenapa?" tanya A mey sembari tersenyum. "Kalau pengin megang nggak perlu sembunyi sembunyi. Kalau kayak gini kan enak."
Yoyo terbungkam. Dia tidak bisa berkata apa apa lagi. Ternyata tujuan A mey memerintahkan Yoyo mengangkat tangan adalah untuk memegang dua bukit kembarnya. Ya, saat ini dua telapak tangan Yoyo memegang bukit kembar A mey dengan arahan tangan wanita itu.
"Berdiri kamu, Yo!" titah A mey. Yoyo langsung menrurutinya. Dengan perasaan yang campur aduk, kini dia berhadapan dengan majikannya. Kedua tangannya juga masih menempel di dada A mey dan sedang diarahkan untuk memijitnya.
"Harusnya kalau pengin pegang, nggak perlu sembunyi sembunyi. Tinggal bilang aja, aku pasti kabulkan kok."
"Eh, em, maaf, Miss."
__ADS_1
"Jangan minta maaf mulu. Sekarang pegang aja sesukamu sambil di dipijat pijat pelan."
"Ta-tapi, Miss?"
"Sudah turuti aja, darapida aku laporin polisi!"
Yoyo tersenyum canggung, tangannya gemetar saat ini sambil memijat pelan bukit kembar A mey. Sedangkan A mey sendiri hanya senyum senyum sambil memandangi wajah Yoyo yang masih gugup.
"Menurut kamu, bukit kembarku bagus nggak, Yo?" Yoyo hanya mengangguk. "Kamu suka?" Yoyo memanngguk lagi. Perasaannya benar benar masih tidak menentu saat ini.
"Menurut kamu, aku lebih cantik pakai baju atau nggak pakai baju seperti ini, Yo?"
Yoyo terkesiap. Kali ini dia berusaha mengeluarkan suaranya. "Tidak tahu, Miss."
A mey langsung tersenyum lebar. "Ya sudah kamu duduk di sofa lalu perhatikan tubuh aku baik baik ya?"
"Gimana, Yo? Lebih cantik pake baju atau enggak?"
"Lebih cantik nggak pake baju, Miss," jawab Yoyo gugup. Sedangkan A mey langsung tersenyum lebar dan mendekat ke arah Yoyo. Tubuh pemuda itu kembali di buat menegang oleh ulah A mey. Wanita itu memilih duduk di pangkuan Yoyo dan menghadap ke pemuda itu daripada duduk di sebelahnya.
"Pegang lagi bukit kembarku, Yo!" titah A mey.
"Nanti ke pestanya telat, Miss."
"Udah, turutin aja!"
__ADS_1
Yoyo tidak punya pilihan lain selainn menuruti majikananya. Kedua tangannya kembali bermain di bukit kembar A mey. Wanita itu pun terdiam. Dia sangat menikmati pijatan tangan kasar Yoyo di bukit kembarnya. A mey memang sudah sangat merindukan sentuhan seroang pria.
"Yo."
"I-iya, Miss?"
"Kamu nggak pengin hisap bukit kembarku pake mulut kamu?"
Lagi lagi Yoyo dibuat terkejut. Gemuruh di dadanya semakin yak karuan. Hawa panas makin terasa dan itu sangat menyiksa karena Yoyo harus menahan jiwa liar sebagai pria.
"Emang boleh, Miss?" tanya Yoyo gugup.
"Ya boleh lah. Cepat hisap!"
Dengan perasaaan yang tidak menentu, Yoyo mulai menggerakkan kepalanya. Lalu dia membuka mulutnya dan perlahan melahap salah satu pucuk bukit kembar A mey. Awalnya Yoyo pelan pelan menghisapnya, tapi karena hasratnya sudah naik, dia langsung mengisap bukit kembar itu dengan penuh semangat.
Hasrat A mey pun sudah naik dan dia sangat menikmati permainan mulut Yoyo di bukit kembarnya. Hingga beberapa menit kemudian tiba tiba Yoyo menghentikan aksinya.
"Miss, nanti kita telat ke pestanya."
A mey sontak tersenyum. "Kita pesta sendiri aja yuk?"
"Pesta sendiri? Pesta apa?"
"Pesta masukin isi celana kamu ke dalam lubang aku."
__ADS_1
Waduhh
...@@@@@...