DALAM SARANG JANDA JANDA MUDA

DALAM SARANG JANDA JANDA MUDA
Dihadapan Enam Janda


__ADS_3

"Loh, emang apa yang mereka lakukan kepada kalian?" tanya A moy.


"Nggak melakukan apa apa sih, kak," balas A ling. "Cuma tito berkali kali bilang kalau dia hanya pembantu yang tidak boleh membantah majikan."


A moy terperangah mendengarnya. Hatinya mendadak gusar. A moy merasa pasti ini ada hubungannya dengan ucapan A moy yang memaksa mereka pindah kamar. Tanpa banyak kata, A moy langsung beranjak keluar meninggalkan yang lainnya.


Kelima janda yang ada disana serentak merasa heran dengan sikap A moy. Mereka saling pandang dan seakan saling melempar pertanyaan. Karena merasa penasraran, salah satu dari mereka mengusulkan untuk mengikuti A moy dan mereka semua setuju. Kelima janda itu segera saja keluar secara bersamaan.


"Sayang, kalian bisa tidak main keluar sebentar. Mommy mau ngomong sama Om Yoyo dan Om Tito," ucap A moy begitu sampai di tempat tujuan. Tadinya dia ke kamar Tito dan disana orang yang dia cari tidak ada, jadi A moy berpikir kalau Tito pasti sedang bersama Yoyo. Benar saja, mereka sedang ngobrol dan membiarkan Zoe dan Binbin main ponsel sambil rebahan.


Tito dan Yoyo langsung terdiam begitu melihat A moy datang. Bahkan keduanya kompak menatap anak anak yang sepertinya keberataan dengan permintaan A moy. Tak lama setelah A moy datang, para janda yang lain juga bermunculan, membuat dua pemuda yang ada disana cukup terkejut.

__ADS_1


Dengan berbagai bujuk rayu, Binbin dan Zoe akhirnya mau keluar kamar juga. Dengan di antar oleh A mey, mereka berdua menemui Pak Li dan Pak Yoko untuk bermain bersama mereka. Sementara itu, suasana kamar berubah menjadi tegang. Yoyo dan Tito seperti sedang disidang oleh enam janda cantik saat ini.


"Apa kalian tersinggung dengan ucapanku?" A moy mulai membuka suaranya setelah tadi suasana mendadak hening. Dia juga sebenarnya tidak menyangka kalau lima wanita yang lain mengikutinya. Tapi sepertinya A moy sadar kalau mereka juga harus tahu apa yang terjadi.


"Jawab! Jangan diam saja!" hardik A moy dengan emosi yang masih dia tahan.


Tito memberanikan diri membalas tatapan A moy. "Tersinggung soal apa, Miss?" dengan bersikap dibuat sesantai mungkin, Tito membalas pertanyaan majikannya.


"Tersinggung soal tadi, saat aku meminta kalian untuk pindah kamar?" balas A moy dengan tatapan yang begitu tajam.


Bukan hanya A moy, semua janda yang ada disana begitu terkejut mendengar ucapan Tito yang tenang tapi tersimpan kekecewaan. Kini semua janda tahu alasan Tito dan Yoyo bersikap beda kali ini. Sedangkan A moy sendiri malah terbungkam begitu pertanyaannya di balas Tito. Entah dia merasa salah atau apa. Matanya menatap nanar kepada pria yang sudah berhasil mencuri hatinya.

__ADS_1


"Maksud kamu apa, To?" tanya A win dengan rasa terkejut yang masih terlihat di wajahnya.


"Maksud aku sangat jelas, Miss," balas Tito yang kini tatapan matanya berpindah ke arah A win. "Kejadian tadi menyadarkan aku kalau aku dan Yoyo di sini hanya pembantu yang dilarang menolak perintaan Miss semua. Kami semakin sadar diri."


"Benar, kami sangat sadar dengan posisi kami di rumah ini sebagai apa," Yoyo ikutan membuka suaranya. "Jadi tolong, kalian berpikir ulang tentang cinta kalian kepada kami."


Lagi lagi semua janda dibuat terkejut. Kini ucapan Yoyo sukses memebuat hati mereka sedikit retak. "Maksud kamu apa, Yo? Kenapa kamu ngomong kayak gitu?" tanya A mey.


Yoyo sontak tersenyum getir. "Maaf, bukannya kami tidak menghargai hati dan perasaan Miss semua. Kami hanya tidak mau suatu saat nanti kami diingatkan kembali status kami disini saat kalian marah atau kami tidak bisa memenuhi keinginan kalian. Dari awal kami sudah cukup tahu diri kalau kami pembantu di rumah ini."


A moy makin terperangah mendengar ucapan Yoyo. Dia tidak menyangka emosinya yang sesaat telah menyinggung perasaan dua pemuda itu. Meski Tito dan Yoyo terlihat tenang, tapi dari nada bicaranya, tersirat rasa kecewa dan sakit hati yang begitu dalam. Walaupun memang mereka hanya pembantu, siapapun pasti akan tersinggung jika diingatkan akan statusnya. Begitu juga dengan Yoyo dan Tito. Apa lagi mereka adalah pria, jelas sekali harga dirinya merasa sangat direndahkan.

__ADS_1


"Kalau Miss semua tidak terima, kami siap jika kalian akan memecat kami atau mau menghukum kami, silakan. Maaf, kami hanya pembantu, jadi buang jauh jauh rasa cinta kalian pada kami."


...@@@@@@...


__ADS_2