DALAM SARANG JANDA JANDA MUDA

DALAM SARANG JANDA JANDA MUDA
Pengganggu Yang Lain


__ADS_3

"Tenang, Miss. Udah aman," ucap Yoyo pada wanita yang seakan enggan melepaskan pelukannya. Kejadian yang baru di alami oleh A mey beberapa menit yang lalu, masih sangat membekas dalam benak janda cantik itu. Bahkan rasa takut itu masih terasa meski biang masalah kini sudah ditangani oleh pihak yang berwenang.


Apa yang sudah dilakukan Yutu, mantan suami A mey, memang sudah termasuk tindak kriminal, karena melakukan ancaman menggunakan senjata tajam. maka itu, kasus yang menimpa A mey langsung diserahkan kepada pihak yang berwajib oleh tim keamaan tempat pariwisata yang A mey kunjungi.


Yoyo dan A mey juga sekarang berada di tempat yang sama dengan Yutu. Cuma bedanya, Yutu berada dibalik jeruji besi, A mey dan Yoyo berada di kursi panjang setelah memberi kesaksian sebagai korban.


"Apa yang kamu lakukan pada suamiku? Hah! Apa yang kamu lakukan?" teriak Angel dengan amarah yang meluap begitu mendapat kabar kalau Yutu masuk penjara. "Kamu pasti menfitnahnya,kan, Mey? Kamu pasti frustasi karena Yutu nggak mau balikan sama kamu!" bentak Angel tanpa memperhatkan sekitarnya.


"Permisi, Nona. Tolong jaga bicara anda. Jangan buat keributan disini," ucap seorang polisi memperingati.


Tapi sepertinya Angel tidak terima. Dia masih mengoceh meluapkan amarahnya pada wanita yang masih diam tanpa ada niat merespon omelan sepupunya itu. Begitu juga dengan Yoyo. Meski dia kesal dengan tuduhan yang dilayangkan Angel kepada majikannya, Yoyo memilih acuh, enggan menanggapinya. Justru ocehan Angel mengundang amarah seorang polisi yang tadi memperingatinya.


"Anda bisa diam tidak? Hah!" bentak polisi itu lantang. "Atau saya masukkan anda satu sel dengan suami anda, mengerti!"


Angel langsung terbungkam. Meski amarahnya masih meletup letup di dalam dadanya, Angel memilih diam daripada dimasukkan ke penjara karena tidak bisa mengontrol emosinya.

__ADS_1


Polisi meninta Angel untuk duduk di kursi yang ada di hadapannya. Polisi langsung menjelaskan kronologi kejadian sesuai dengan keterangan para saksi termasuk A mey dan Yoyo. Tentu saja Angel sangat kaget bercampur malu. Ternyata semua yang terjadi justru berasal dari suaminya.


"Nggak nyangka, kamu segitunya ngejar A mey kembali. Apa kurangnya aku dimana kamu, hah?" ucap Angel saat menemui sang suami di dalam sel setelah selesai mendapatan Informasi.


"Tidak, Sayang. Ini salah paham. Dia telah menfitnahku," ucap Yutu dengan wajah memelas. Dia berharap Angel akan percaya kepadanya.


Angel menghembus nafasnya secara kasar. "Nggak perlu pura pura lagi. Aku tahu kamu ingin kembali bersamanya karena kamu menyesal kehilangan tambang uang kan? Kamu bahkan sampai ingin menceraikan aku asal bisa bersama A mey. Baiklah akan aku kabulkan. Kita memang lebih baik cerai daripada aku mencintai pria yang nyatanya hanya memjadi beban dalam hidupku."


"Tidak, Angel, Tidak! Jangan pergi Angel! Tidak! Angel, dengarkan aku dulu! Angel!" Tapi wanita bernama Angel tetap melangkah dengan hati yang sangat remuk mendapati kenyataan tentang suaminya yang dia dapatkan dari hasil merebut milik sepupunya.


Sementara itu di tempat wisata lainnya, Tito juga sedang mengawasi A ling yang sedang berbicara dengan mantan suaminya. Ada perasaan aneh dan tidak terima saat matanya menatap majikannya berduaan dengan lelaki lain. Entah rasa apa itu, Tito tidak tahu.


"Terus apa rencana kamu? Jangan bilang kalau kamu ingin balikan sama aku?" tanya A ling dengan wajah sedikit ketus.


"Hahaha ..." Li wong malah terbahak. "Enggak lah Ling, Kamu mana mungkin mau balik sama aku. Aku tahu diri."

__ADS_1


A ling tampak manggut manggut merasa lega. "Baguslah. Terus apa rencanamu berikutnya?"


Terlihat Li wong menghela nafasnya dalam dalam dengan mata memandan ke arah depan. "Mungkin aku akan keluar negeri. Aku benar benar ingin menghilang dari hidupnya."


"Udah tahu dia sangat mengerikan, kenapa kamu mau maunya hidup bersama dia selama itu?"


"Yah, kamu kan tahu, semua karena uang. Bagaimanapun aku kan tadinya pengangguran, Ling."


"Jadi sekarang kamu udah dapat banyak uang dari dia?"


"Ya lumayan. Cukup buat melarikan diri dan biaya hidup di luar negeri nanti sekalian nyari kerja."


Tanpa mereka sadari, tak jauh dari keberadaan mereka ada seserong yang melangkah ke arah A ling dan Li wong dengan tatapan penuh amarah karena dipenuhi rasa cemburu. Begitu langkah kaki orang itu mendekati keberadaan A ling, orang bergerak cepat dan mengeluarkan sebuah pisau lalu mengacungkannya ke leher A ling.


"Jadi ini alasan kamu meninggalkanku? Hah!"

__ADS_1


A ling, Li wong dan Tito langsung membelalakan matanya saat itu juga.


...@@@@@...


__ADS_2