DALAM SARANG JANDA JANDA MUDA

DALAM SARANG JANDA JANDA MUDA
Dari Taman Belakang Rumah


__ADS_3

"Gini aja deh, kita bikin jadwal gimana? Kita bagi waktu yang adil agar semua memiliki kesempatan untuk mencari tahu isi hati Tito dan Yoyo?" usul A win.


"Setuju!" seru semuanya kompak.


Dan setelah kesepakatan diambil, ke enam janda cantik itu kembali fokus dengan apa yang ada di hadapan mereka. Sesekali mereka juga menoleh ke arah taman jika mendengar suara ledakan tawa yang menggema dari empat pria beda usia yang ada di sana. Ke enam janda itu turut mengulas senyum, seakan akan mereka ikut bermain dengan para pria yang telah mencuri hati mereka.


Sedangkan di taman belakang rumah, dua pria dewasa yang ada disana, nampak duduk santai di atas rumput di bawah pohon yang rindang sambil mengawasi dua bocah yang asyik bermain bola berdua. Binbin dan Zoe terlihat seperti tidak ada capeknya saat ini. Berbeda dengan dua pria yang bersama mereka, Tito dan Yoyo justru malah mengeluh capek. Padahal kalau dilihat dari tenaga, dua pemuda itu harusnya lebih tangguh.


"Kamu udah dikasih tahu belum soal gaji kita, Yo?" tanya Tito sembari menoleh ke arah sahabatnya sejenak, lalu kembali memandang ke arah dua bocah.


"Belum, kenapa emangnya?" balas Yoyo yang kini gantian menoleh ke arah sahabatnya. Tito pun langsung menceritakan apa yang dikatakan A moy tadi pagi saat di kamar. "Ya nggak apa apa, malah bagus itu. Lagian ngak mungkin kan, kita megang gaji dalam bentuk uang utuh. Yang ada malah boros."


"Boros apaan? Bukankah kebutuhan kita disini malah terpenuhi ya? Aku aja kerja sebulan disini belum ngeluarin uang sepersenpun," ucap Tito.

__ADS_1


"Hahaha ... iya sih, disini kita benar benar hemat," balas Yoyo, lalu dia menatap ke arah ruangan di mana enam janda cantik itu berada. "Mereka benar benar wanita yang hebat. Akhir pekan aja, mereka masih bekerja. Kira kira dalam satu bulan pendapatan mereka berapa banyak ya? Sampai bisa gaji delapan orang di rumah ini? Belum lagi orang orang di kantor mereka."


"Ya pasti banyaklah," ucap Tito sambil ikutan menatap ke arah yang sama dengan Yoyo sejenak lalu menatap sahabatnya. "Eh kamu udah minta maaf sama A ling dan A zia belum Yo?"


"Belum, ada rencana nanti. Tapi aku takut," balas Yoyo sembari kembali memandang anak anak.


"Takut kenapa?" tanya Tito dengan kening berkerut dan mata yang masih tertuju pada sahabatnya.


"Takut aja kalau mereka malah ngajak berhubungan badan. Mereka kan bagian kamu? Emang kamu mau, lubang mereka aku masukin juga?" ucap Yoyo sambil menatap sahabatnya.


"Nah itu dia," ucap Yoyo. "Aku juga mikirnya sama, tapi kamu tahu sendiri kan? Mereka punya kelemahan kita. Bisa saja A shang dan A zia juga nanti ngancam kamu dan minta dimasukin."


"Iya yah? Aduh, kok jadi ribet gini," keluh Tito. "Seandainya mereka udah ada cinta, aku sih yakin, mereka nggak akan semudah itu nyerahin tubuhnya sama laki laki lain."

__ADS_1


"Aku rasa sih, mereka itu janda yang nggak gampangan. Buktinya, mereka memilih main sama alat bantu daripada sama laki laki. Kalau mereka gampangan, mungkin Pak li, Pak Yoko dan dua satpam di depan sudah di ajak berhubungan badan oleh mereka."


"Hahaha ... bener!" seru Tito. "Tapi mereka, kenapa jadi gatel sama kita ya?"


"Hahaha ... aku juga nggak tahu. Padahal aku sendiri masih grogi saat di ajak berhubungan badan. Entah kenapa kayak ada rasa takut dan bingung gitu. Walaupun pada akhirnya aku sangat menikmati, tapi entah kenapa, setiap mau melakukannya, ada perasaan kayak gitu," ucap Yoyo jujur.


"Hillah, ya sama kayak aku," Tito menimpali. "Mungkin kalau pria lain akan girang banget mendapat wanita yang pasrah kayak gitu, Nah aku, kayak mau pingsan, canggung banget eh ujung ujungnya bisa sampe dua ronde sekali main. Udah kayak orang munafik aja, hahaha ..."


Yoyo sontak ikut cengengesan sambil menatap dua bocah yang masih aktif bermain. Apa yang dikatakan Tito memang ada benarnya. Yoyo juga merasa menjadi seorang pria munafik, takut tapi menikmati juga. Sejenak obrolan kedua pemuda itu terhenti. Mereka sama sama memperhatikan dua bocah itu dengan pikiran mereka yang justru tertuju pada janda janda yang pernah berhubungan badan dengan mereka.


"Yo," panggil Tito beberapa saat kemudian.


"Hum?" balas Yoyo dan mereka saling tatap.

__ADS_1


"Kalau tiga janda yang pernah kamu tidurin, jatuh cinta sama kamu, bagaimana? Apa yang akan kamu lakukan?"


...@@@@@...


__ADS_2