DALAM SARANG JANDA JANDA MUDA

DALAM SARANG JANDA JANDA MUDA
Kerja Dalam Godaan


__ADS_3

Tanpa terasa waktu berlalu dengan cepat. Karena kesibukan yang mendera tubuh, kini tiga minggu sudah Tito dan Yoyo bekerja di rumah yang di huni enam janda yang selalu membuat dua pemuda itu resah.


Tiga minggu waktu berjalan, godaan demi godaan mengalir di setiap waktunya. Tubuh seksi nan mulus menjadi santapan setiap hari mata dua pemuda itu. Tak jarang juga mereka tanpa sengaja disajikan dengan suguhan benda khas diantara paha wanita yang seharusnya tertutup rapat dan hanya boleh dilihat oleh pria yang bergelar suami.


Suara suara rintihan waniita yang sedang menikmati sesuatu juga sering mereka dengar saat kedua pemuda itu tidur di kamar anak anak. Suara rintihan penuh nikmat dan sangat mengundang hasrat itu berasal dari dua kamar wanita yang letaknya berada di sebelah kiri dan kanan dari kamar anak anak.


Ya, suara itu berasal dari dua janda yang sedang bermain sendiri untuk menuntaskan hasrat liar seorang wanita yang sudah lama tidak merasakan sentuhan seoramg pria. Benar benar godaan bagi dua pemuda itu, bukkan?


Menahan diri, cuma itu yang bisa Tito dan Yoyo lakukan. Mereka selalu berusaha sekuat hati agar tidak bertindak diluar batas. Mengingat kalau mereka sedang memikul tanggung jawab sebagai warga yang berada di negeri orang.


"Kak A win, nanti kakak jadi nginep di rumah orang tua kakak?" tanya A mey saat enam janda itu sedang menikmati hidangannya.


"Jadi, kenapa, Mey?" balas A win.


"Yoyo ikut nggak?"


"Ya enggaklah, itu acara khusus keluarga. Lagian di sana ada banyak om dan tantenya Binbin dan anak anaknya."


"Oh, nanti aku mau minjem Yoyo buat jadi pasanganku di acara ulang tahun pernikahan temen."


"Hahaha ... ya bawa aja, Mey, ngapain pake ijin segala?"


"Hehehe ...ya ijin dulu lah, Kak. Mereka kan udah deket banget sama anak anak, takutnya anak anak nanti marah gitu kalau penjaganya dipinjam."


"Ya bawa aja, Mey," kini A moy yang bersuara. "Mereka kan di bayar buat jagain kita juga. Kalian kalau mau memakai Tito atau Yoyo nggak perlu sungkan."


"Gitu ya, kak. Aku kira mereka khusus jagain anak anak," A zia menimpali.

__ADS_1


"Mereka kan jaga anak anak di saat kita sedang sibuk dengan pekerjaan kita. Lagian anak anak juga pasti bakalan ngerti kalau kalian minjam Yoyo dan Tito," terang A moy.


"Baiklah, nanti aku tinggal bilang ke Yoyo untuk acara nanti malam," ucap A mey.


"Tapi ingat, Mey. Jangan rusak dia. Biasanya pesta seperti itu akan ada pesta alkohol, bukan? Kalau bisa kalian jangan bergabung."


"Siap Kak Mey."


Di hari yang sama anak anak sudah berangkat ke sekolah bersama Tito. Yoyo sendiri masih berada di rumah karena setelah pulang sekolah sekolah, Binbin akan langsung dijemput oleh A win dan saudaranya. Makanya biar Binbin tidak merengek nantinya, Yoyo sengaja tidak ikut menjaga anak anak dengan alasan sedang demam.


"Yoyo!" teriak A mey memanggil pemuda yang saat ini tengah membersihkan rumput liar. Merasa namanya di panggil, Yoyo lantas menghentikan pekerjaannya sejenak dan beranjak menuju ke arah majikannya berada.


"Iya, Miss, ada apa?"


"Nanti sore sekitar pukul lima kamu jemput aku ya, di galeri.Tapi kamu memakai jas lengkap dengan dasinya ya?"


"Aku mau ajak kamu ke pesta ulang tahun pernikahan teman sekaligus langganan aku. Cuma sebentar sih, nggak lama."


"Miss A win ikut juga?"


"Enggak, kak A win kan cuma kerja setengah hari, karena harus jemput Binbin dan langsung berangkat ke acara keluarganya. Rumah orang tua Kak A win kan jauh."


"Oh gitu, baik, Miss. Nanti aku jemput."


"Oke! Jangan lupa jam lima ya?"


"Baik, Miss."

__ADS_1


"Ya udah, aku berangkat dulu. Sana lanjutin pekerjaan kamu."


"Iya, Miss. Hati hati."


A mey pun segera beranjak keluar rumah, sedangkan Yoyo juga kembali melanjutkan pekerjaannya.


Hingga tanpa terasa, siang kini sudah menjelang. Jam sekolah pun sudah selesai. Seperti yang sudah direncanakan, Binbin memang langsung dijemput A win dan saudaranya. Saat ini mereka sudah ada di sekolah anak anak.


"Ya udah, To. Kita berangkat dulu ya?"


"Baik, Miss, hati hati."


"Dadah Binbin, cepat pulang."


"Dadah juga, Zoe. Oke!"


Mobil yang membawa Binbin tak lama kemudian melaju. Setelahnya Tito dan zoe juga masuk ke dalam mobil dan meninggalkan area sekolah.


Di tengah perjalanan, saat melintasi area sepi, tiba tiba mobil yang yang dikendarai Tito ada yang menghadangnya. Sontak saja Tito terkejut dan mobil segera berhenti.


Sementara itu dari mobil yang menghadang Tito, turun dua orang pria berpakaian serba hitam.


"Ingat! Target kita adalah anak kecil itu. Kalau supirnya melawan, habisi saja dia, mengerti!"


"Oke!"


...@@@@@...

__ADS_1


__ADS_2