DALAM SARANG JANDA JANDA MUDA

DALAM SARANG JANDA JANDA MUDA
Ancaman?


__ADS_3

"Aku mau sama Om Tito aja."


"Iya, iya, Sayang. Om disini, Om Tito nggak akan pergi."


Rengekan bocah kecil yang masih mengalami rasa takut membuat Tito harus selalu bersedia berada didekatnya. Apa lagi kejadian yang baru mereka alami lumayan mengerikan bagi anak lima tahun itu. Wajar jika bocah itu tidak ingin lepas dari pemuda yang melindunginya.


Miss A moy sendiri hanya mampu menatap sedih bocah yang sedang terlelap dalam pelukan penjaganya. Dia tidak menyangka apa yang terjadi dengan anaknya hari ini masih ada hubungannya dengan mantan suaminya.


Saat mereka masih berada di kantor polisi, A moy tidak menyangka kalau yang melakukan kejahatan pada anaknya ternyata adalah selingkuhan mantan suaminya. A moy benar benar sangat emosi pada wanita itu. Tapi dia hanya memendam rasa emosinya karena harus menenangkan sang anak dan membawanya pulang. Urusan Samanta dan Darren biarlah dia tunda dulu.


Mendengar kabar kalau Zoe hampir diculik, tentu saja semua orang yang ada dirumah langsung panik. Tapi mereka merasa lega saat mendengar tentang Tito yang sigap dan cepat, langsung menggagalkan aksi jahat tersebut. Kini Tito dan Zoe sedang berbaring di atas satu ranjang anak anak, sedangkan A moy meneruskan perkerjaannya di salah satu ruangan di rumahnya.


Waktu pun terus bergerak maju dan kini sore telah menjelang. Sesuai rencana, Yoyo sedang bersiap diri untuk menjemput salah satu majikannya yang akan membawanya ke pesta. Kini Yoyo sudah terlihat rapi dengan jas dan dasinya.


"Wuihh! Udah kayak orang kantoran aja kamu, Yo!" celetuk Tito yang saat itu habis mandi.


"Hahaha ... iya nih, ada ada aja, pesta pake baju ginian. Aku udah kayak presdir belum, To?"


"Udah kayak pejabat malah, hahaha ..."


"Hahaha ... sialan. Dah lah aku berangkat dulu, takut telat, nggak enak sama Miss A mey."

__ADS_1


"Oke! Hati hati aja!"


"Sip!"


Yoyo segera saja keluar rumah setelah berpamitan dengan yang lainnya. Begitu sudah berada di mobil, Yoyo langsung tancap gas. Beruntung, semua mobil yang ada di rumah itu menggunakan penunjuk arah, jadi Yoyo mudah saja menemukan tempat kerja A mey dan A win. Hanya menempuh perjalanan sekitar dua puluh menit, Yoyo pun sudah sampai di tempat tujuan.


"Wah! Udah tampan aja kamu, Yo!" seru A mey begitu Yoyo masuk ke dalam tempat kerjanya.


Yoyo pun hanya membalas dengan cecengesan dan tentunya merasa senang mendapat pujian dari wanita. "Ya udah aku minta tolong tutup semua kaca ya? Terus nanti kamu nunggu aja di atas. Aku mau mandi dulu."


"Baik, Miss," balas Yoyo, lalu dia langsung melaksanakan tugasnya begitu A mey pergi. Dia menutup semua kaca dengan tirai yang ada lalu Yoyo berinsiatif mengunci pintu masuk juga. Setelah itu dia bergegas ke lantai dua seperti yang diperintahkan.


Di ruang atas, Yoyo masuk begitu saja dan menutup pintunya. Saat dia berjalan menuju sofa betapa terkejutnya dia dengan apa yang dilihat saat ini. Terlihat di sana A mey sedang melepas satu persatu pakaiannya. Yoyo pun mematung dengan wajah takjub dan bingung


"Yoyo!" pekik A mey dan dia langsung menutup dada dan bawah perutnya dengan tangan.


"Maaf, Miss. Aku nggak sengaja!" Yoyo langsung menutup matanya dan berbalik badan.


A mey awalnnya memang terkejut dan memungut baju yang tergeletak di kursi sebelahnya untuk menutupi tubuhnya. Namun beberapa saat kemudian tiba tiba dia memiliki ide untuk mengerjai pemuda itu. Perlahan A mey mendekat ke arah Yoyo.


"Kenapa kamu tutup mata? Bukankah kamu diam diam pernah menyentuhnya saat aku sedang mabuk?"

__ADS_1


Deg!


Yoyo sontak terkesiap dan dia langsung teringat sesuatu. "Eh, em, kapan, Miss?" tanya Yoyo gugup masih tanpa mau membalik badan karena A mey ada di delakangnya.


"Yakin, kamu tidak ingat?"


"Aku nggak ingat, Miss," ucap Yoyo berkilah. Padahal dia sudah merasa takut saat mengingatnya.


"baiklah, aku ingatkan ya? Kamu ingat kan, kita pernah pesta baju pantai di rumah?"


"Ingat, Miss," Yoyo semakin panik.


"Nah, di saat kita pada nggak sadar karena terlalu mabuk, apa yang kamu lakukan pada kami?"


Deg!


Yoyo semakin panik dan dia bingung harus menjawab apa.


"Kamu tahu, di ruangan itu ada kamera cctv loh. Kalau aku melaporkan perbuatan kamu dan Tito ke kantor polisi? Gimana, Yo? Kamu mau?"


Deg!

__ADS_1


...@@@@@@...


__ADS_2