DALAM SARANG JANDA JANDA MUDA

DALAM SARANG JANDA JANDA MUDA
Hadiah Ternikmat


__ADS_3

"Sekarang buka mata kamu." Tito menurutinya Perlahan mata Tito terbuka dan dia langsung terkejut melihat hadiahnya.


"Miss, ini?"


"Kenapa? Kamu sangat menginginkannya, bukan?"


"Tapi ..."


"Terima saja," A moy melangkah lebih maju ke hadapan Tito. "Sentuhlah, To."


Glek!


Tito kesulitan menelan salivanya sendiri. Nafasnya mendadak sesak dan badannya seperti panas dingin. Dadanya pun ikut bergemuruh melihat hadiah yang disuguhkan oleh majikannya. Tubuh polos nan seksi milik A moy berads tepat di depan matanya.


Tito benar benar terdiam. Bahkan saat tangan A moy meraih tangannya, Tito tak menolak sedikitpun. Dia masih terkejut dengan hadiah yang A moy berikan. Kini kedua tangan Tito telah berada di dua bukit kenyal milik majikannya.


"Lakukanlah apapun yang kamu inginkan, To. Jangan sampai kamu sembunyi sembunyi menyentuh tubuh wanita seperti yang kamu lakukan saat pesta baju pantai itu."


Deg!


Mata Tito membelalak. "Miss A moy ..."


"Meski aku tidak ikut pesta, aku tahu apa yang akan kalian lakukan. Kan ada kamera cctv."

__ADS_1


"Apa!" Tito semakin terkejut dibuatnya. Mendadak rasa takut menyerangnya.


"Maka itu sentuh saja tubuh aku ini, To. Kamu nggak perlu sembunyi sembunyi. Untungnya Miss A mey dan yang lain tidak melaporkan kalian ke polisi sebagai tindak pelecehan."


"Maaf, Miss, aku ..." sesal Tito.


"Udah, lupakan dan jangan di ulangi lagi," Tito mengangguk pasrah. "Sekarang kamu sentuh saja tubuhku sampai kamu puas ya?" lagi lagi Tito hanya mengangguk.


Perlahan jari tangan Tito mulai bergerak memijat dua bukit kembar milik A moy. Matanya juga tak lepas dari keindahan yang ada di depan matanya.


"Kita pindah kesana aja. Agar Zoe tidak keganggu," ajak A moy dan tak perlu menunggu jawaban Tito, A moy langsung menggandeng tangan Tito menuju ke sofa yang ada di kamar anak anak.


"Disini ada cctv nya nggak, Miss?"


Tito nampak lega. Kini keduanya duduk bersebelahan di atas sofa. Tito kembali memainkan dada A moy dengan tangannya. Wanita itu mulai menikmati permainan tangan Tito. Hasratnya langsung merangkak naik. Begitu juga dengan Tito.


A moy menangkap tangan Tito dan meletakkannya di lubang nikmat milaknya. "Usap usap sepuasmu, To!"


"Ba-baik, Miss," jawab Tito gugup. Perlahan dan sangat pasti, jari jari Tito mulai bergerak memainkan tangannya.


"Lubang Miss A moy, cantik banget kayak Miss A moy," puji Tito dengan mata yang terus menatap bawah perut majikannya.


"Bisa aja kamu, To," balas A moy. Dan tak lama setelahnya, A moy meraih kepala Tito dan memerintahkan mulut pemuda itu memainkan bukit kembarnya. Dengan segala kepatuhan yang Tito miliki, dia menurutinya.

__ADS_1


"Aakh! Enak banget, To!" racau wanita yang sudah lama tidak merasakan sentuhan laki laki. Hingga beberapa menit kemudian. "Sekarang giliran aku yang membuat kamu nikmat, To."


Tito tak menyahut. Dia diam saja saat tangan A moy mulai meraih kaos yang Tito pakai dan melepaskanya. A moy menyuruh Tito berbaring di atas permadani. Setelah Tito berbaring, A moy merangkak di atas tubuh Tito dan dengan beringas mulai menciumi tubuh Tito bertubi tubi.


A moy juga mengajari Tito caranya ciuman bibir. Dari wajah hingga perut, tak ada yang terlewati sedikitpun tubuh Tito dari serangan bibir A moy. Kini wanita itu sedang mengendus isi celana Tito yang sudah sangat menegang.


Puas meraba dengan wajah, A moy lansung membuka celana yang Tito pakai dan menurunkannya. "Waw! Gedenya!" ucap A moy takjub dan penuh kekaguman. Tanpa rasa canggung, A moy langsung menciumi benda milik Tito yang sudah sangat menegang.


"Akh!" Tito mulai meracau keenakan saat A moy memainkan benda miliknya dengan mulutnya. "Enak banget, Miss. Akh!"


Mendengar racauaan kenikmatan keluar dari mulut Tito membuat A moy semakin semangat melahap benda menagang milik Tito. Hingga beberapa saat kemudian, setelah puas bermain dengan mulut, A moy kembali merangkak di atas tubuh Tito dan menciumi tubuh kekar pemuda itu hingga sampai ke bibir.


"Sekarang saatnya punya kamu masuk ke lubangku, kamu siap, Sayang?" tanya A moy pelan dan Tito hanya mengangguk. A moy tersenyuk senang dan kembali mencium bibir Tito.


Setelah itu, A moy memposisikan tubuhya di atas tubuh Tito dengan lubang nikmat tepat di atas benda menegang milik pemuda itu. Tangan kanan A moy memegang milik Tito dan menggesekkannya di bibir lubang miliknya. Hingga tak lama kemudian, A moy perlahan menurunkan tubuhnya sembari memasukkan benda milik Tito ke dalam lubang nikmatnya.


"Akh! Nikmatnya!"


Begitu milik Tito sudah masuk semua, A moy mulai menggerakan tubuhnya naik turun.


"akh .. akhh ... akh ..."


...@@@@@...

__ADS_1


Jika diantara reader ada yang bertanya, kok janda begini? Emang janda gitu ya? othor sendiri tidak tahu. Di cerita ini saya hanya menggambarkan tentang manusia dengan hasratnya. Bukan bermaksud merendahkan suatu status atau apa, saya hanya menggambarkan manusia dengan segala hasrat yang kadang susah untuk ditahan. Bukankah semua itu tergantung manusianya? Entah jalannya benar atau salah, dan apa efek yang didapat dari pelakunya. Itulah maksud dari cerita yang saya suguhkan. Dan saya mengambil tempat di luar negeri yang kehidupannya memang lebih bebas. Jadi saya harap pembaca bisa menikmati cerita saya tanpa banyak pertanyaan dihatinya. Semoga yang bertanya tanya, puas dengan jawaban saya, terima kasih.


__ADS_2