DALAM SARANG JANDA JANDA MUDA

DALAM SARANG JANDA JANDA MUDA
Permintaan Zoe


__ADS_3

"Miss A mey beneran kangen sama saya?"


"Iya dong, kenapa?"


"Apa Miss A mey suka sama saya?"


Wanita itu mendongak, lalu tersenyum sembari mengangguk. "iya, Yo. Aku suka sama kamu."


Yoyo terdiam tak bereaksi. Matanya menatap mata A mey tapi mulutnya seakan terkunci. Perasaannya juga tak menentu saat ini. Bagaimana mungkin dua wanita cantik sama sama suka pada pria yang tidak pernah dilirik oleh wanita di kampungnya? Entah sikap apa yang harus Yoyo tunjukkan saat ini. Tapi tidak dipungkiri hati Yoyo merasa bahagia karena bisa di sukai dua wanita cantik sekaligus.


Mulut Yoyo baru bergerak saat mulut majikannya menempel pada mulut pria itu. Ciuman yang sangat lembut itu membuat perasaan Yoyo semakin membuncah. Dengan segenap perasaan yang tak menentu, Yoyo menikmati bibir A mey dalam waktu yang cukup lama.


"Miss, aku keluar ya? Nggak enak sama yang lainnya. Nanti kalau ada yang lihat gimana?" pinta Yoyo begitu bibir mereka terlepas.


Wanita itupun langsung cemberut. "Tapi aku masih kangen, Yo? Kamu nggak kangen sama lubang nikmat aku?"


"Bukannya nggak kangen, Miss. Aku nggak enak aja kalau nanti ada yang lihat terus mikir yang tidak tidak. Aku kan baru mau sebulan kerja disini? Kalau mereka berpikir yang tidak tidak bagaimana?"

__ADS_1


A mey sontak terdiam. Terlihat dari wajahnya kalau dia sedang memikirkan ucapan pria yang sedang rebahan di ranjangnya. "Baiklah, nanti aku atur waktu kencan untuk kita berdua."


Yoyo hanya mengangguk saja. Akhirnya dengan berat hati A mey merelakan Yoyo keluar dari kamarnya. Tapi sebelum Yoyo pergi, mereka terlebih dulu saling menempelkan bibir mereka kembali. Dengan perasaan was was, Yoyo segera keluar dari kamar A mey menuju kamarnya.


"Huft, untung nggak ada yang ada yang lihat," gumam Yoyo begitu dia sampai kamar. Dia lantas beranjak dan duduk di atas kasur. Saat dia melepas baju karena hendak mandi, Yoyo kembali teringat dengan dua majikannya. Rasa dilema kembali menyeruak di dalam hatinya, bagaimana mungkin dua majikannya bisa suka kepada dirinya? Yoyo bingung, apa yang harus dia lakukan. "Apa aku harus membalas perasaan mereka?" gumamnya.


Sementara itu, mobil yang dikendarai Tito untuk pergi, kini sudah sampai dan berhenti di tempat parkir rumah majikannya. Ketiga orang yang ada di dalamnya segera turun dari mobil dan beranjak masuk ke dalam rumah.


"Wah! Anak Mommy dari mana? Kok kelihatannya seneng banget," seru A moy begitu melihat Zoe di dalam gendongan penjaganya.


"Habis main sama Mommy A ling, Mom? Mommy baru pulang?" tanya bocah itu lalu menoleh ke ke arah Tito. "Om, Zoe mau di kamar Mommy aja lah."


"Om Tito mau kemana?" tanya Zoe begitu melihat penjaganya berdiri seperti hendak pergi meninggalkannya.


Tito yang memang hendak pergi segera kembali duduk di sisi Zoe. "Om mau ke kamar Om dulu, mau mandi dan ganti baju. Nanti Om kesini lagi."


"Lah? Nanti lama," protes Zoe. "Om mandi di kamar Mommy aja, ya, Mom?"

__ADS_1


Tito sontak gelagapan. "Mana bisa, Om kan ..."


"Udah nggak apa apa, mandi disini sama aja kan?" ucap Miss A moy yang sedari tadi hanya duduk sembari memperhatikan dua pria beda usia yang semakin hari semakin dekat saja.


"Tuh, Mommy aja bilang boleh."


Tito hanya bisa menghembus kasar nafasnya. Kalau sudah begini yang ada dia hanya bisa pasrah. A moy beranjak dari duduknya menuju lemari dan mengambil handuk lalu menyerahkannya kepada Tito dengan kepala mendekat ke arah telinga pemuda itu.


"Nggak perlu sungkan, To. Aku sudah melihat semuanya ini. Bahkan merasakannya," bisik A moy, yang langsung membuat wajah Tito menegang dan hatinya merasa resah. Bagaimana bisa majikannya semesum ini? Tito hanya bisa membalas ucapan A moy dengan senyuman canggung. Lagi lagi A moy mencuri pipi Tito dengan kecupannya saat Zoe sedang lengah. Perasaan Tito semakin merasa tak karuan saja.


"Mom."


"Iya, Sayang?"


"Nanti kita tidur bertiga ya? Mommy, Zoe dan Om Tito."


Deg!

__ADS_1


...@@@@@...


__ADS_2