
"Nggak nyangka aku. Wanita yang memiliki obsesi tinggi bisa bertindak mengerikan seperti itu. Tapi dengan bodohnya kita malah jatuh pada pesonanya."
"Hahaha ... terus, sebaiknya, apa yang akan kamu lakukan? Apa kamu akan mengejar mantan istri kamu kembali?"
Darren yang tadi sempat tersenyum lebar menertawakan kebodohannya sendiri, langsung terdiam dengan senyum yang mulai memudar. Dia menatap lawan bicaranya sejenak lalu mengalihkan pandangannya ke arah polisi yang sedang tertawa lepas dengan anak dan istrinya.
"Jika memang ada kesempatan, aku ingin mengulang kehidupan seperti yang mereka jalani," ucap Darren yang merasa iri dengan pemandangan di hadapannya.
Mendengar jawaban Darren, William lantas ikut memandang ke arah yang sama. William sontak tersenyum senang melihat kebahagiaan keluarga kecil yang tersaji di depan matanya. Tidak dipungkiri, William juga merindukan kejadian seperti apa yang dia lihat saat ini.
"Aku yakin, uang mereka tidak melimpah, tapi kebahagian mereka lebih melimpah dari harta yang mereka miliki. Dan aku lihat, Zoe juga bahagia dengan penjaganya meski dia tidak banyak uang. Aku takut cinta Zoe akan hilang dan tergantikan oleh pria lain meski tidak sekaya kita."
Ucapan Darren sedikit membuat William terkejut. Tapi saat pikiran William mencerna kata kata pria yang duduk di sebelahnya, pikiran William menjadi sejalan dengan apa yang dipikirkan Darren. William juga menympulkan sesuatu karena ucapan pria yang saat ini mengalami nasib yang sama dengannya.
"Jadi menurutmu, kamu akan meraih cinta anakmu terlebih dahulu, begitu?" tanya William memastikan kesimpulannya.
"Yah ... bisa dibilang begitu. Yang penting cinta anakku dulu, untuk urusan ibunya, biarlah itu menjadi urusan waktu. Akan susah aku memintanya kembali. A moy tidak akan mudah untuk percaya lagi sama aku," jawab Darren dengan mencoba bersikap bijak.
__ADS_1
William nampak manggut manggut. Apa yang dikatakan Darren memang benar dan dia juga akan melakukan hal yang sama dengan pria yang sekarang menjadi sahabatnya karena memiliki nasib yang sama. Karena merasa tidak ada lagi urusan dengan polisi, mereka berdua memutuskan untuk kembali melanjutkan hari mereka di kantor. Untuk masalah Eva, tentu saja William tidak akan diam. Dia akan melakukan perhitungan tersebut.
Masih di hari yang sama, tapi di tempat yang berbeda.
"Kamu nanti istirahat di kamarku aja, To," ucap A moy saat mereka dalam perjalanan pulang.
Tentu saja, Tito terkejut mendengarnya. "Loh, nggak usah, Miss. Aku istirahat di kamarku aja."
Mendengar penolakan Tito, membuat A moy merasa sedikit gusar. Menurut janda itu, dengan keadaan Tito terluka seperti itu, adalah kesempatan bagi dirinya untuk menunjukan perasaannya pada pemuda itu. A moy berharap dengan merawat Tito, menjadi jalan mudah untuk mengetahui isi hati Tito bagaimana.
"Jangan menolak!" A moy langsung menggunakan kekuasaannya sebagai majikan. "Kamu berharap, Bibi Sri dan Bibi Nur yang merawatmu?"
"Bukan begitu, Miss. Miss A moy kan harus kerja," Tito masih berusaha menolak dengan mencari alasan yang masuk akal.
"Aku masih bisa kerja dari rumah. Lagian bibi Nur dan Sri juga punya pekerjaan lain, jadi mereka akan kesusahan jika sambil merawat kamu dan Yoyo. Lagian kamu luka luka seperti itu kan karena manjaga anakku. Jadi sudah sewajarnya aku membalasnya," balas A moy tak mau kalah. Dia akan melakukan cara apapun agar Tito mau istirahat di kamarnya.
"Iya, Om tidur di kamar Mommy aja. Nanti Zoe juga akan bantuin Mommy merawat Om."
__ADS_1
A moy sontak tersenyum mendapat dukungan dari anaknya secara langsung. Jika Zoe sudah mengeluarkan permintaannya, sudah dapat dipastikan, Tito tidak akan sanggup menolaknya.
"Baiklah," jawab Tito pasrah. Apa yang baru saja dipikirkan A moy benar benar terjadi. Tito langsung menuruti permintaan anak kecilnya.
Melihat A moy yang tersenyum penuh kemenangan, rasa heran yang ada dalam benak Tito semakin meluas. Pikiran Tito pun langsung berkelana kemana mana, terutama ke masalah hubungan ranjang.
"Apa A moy akan ngajak aku untuk berhubungan badan disaat aku terluka kayak gini?" guamam Tito dalam hati "Astaga!"
Mereka pun sontak terdiam setelah perbedabatan ringan yang baru saja terjadi dengan kemenangan diraih oleh A moy.
"Mom," Zoe kembali bersuara.
"Hum? Apa, Sayang?"
"Apa Mommy mau menikah dengan Om Tito?"
Deg!
__ADS_1
...@@@@@@@...