DALAM SARANG JANDA JANDA MUDA

DALAM SARANG JANDA JANDA MUDA
Harapan Orang Tua


__ADS_3

Di belahan bumi yang lain. Tepatnya di daerah asal salah satu pria yang sedang dilema karena menghadapi tiga cinta dari tiga majikannya, terlihat seeorang pria berbadan cukup kurus sedang memikul cangkulnya menyusuri pematang sawah. Tempat dimana pria paruh baya itu mencari nafkah dengan menggarap sawah milik orang lain. Pria beranak tiga itu berjalan tanpa memakai alas kaki menuju rumahnya yang nampak sederhana.


Rumah yang berdiri dengan perpaduan separuh dinding batu bata dan separuh dinding menggunakan anyaman bambu itu, nampak asri dan sejuk dengan beberapa tamanan buah yang tumbuh di halaman depan dan halaman belakang. Meski barang mewah yang ada disana hanya televisi empat belas inci sebagai sarana hiburan pria itu dan keluarganya.


Pria berkulit gelap karena sering bertarung dengan panas matahari itu, masuk ke dalam rumah lewat pintu belakang yang langsung terhubung dengan area dapur. Pria itu tertegun saat masuk ke dalam, matanya menangkap sosok wanita yang selama ini menjdi teman hidup si pria, sedang termenung di hadapan tungku api yang sedang menyala.


"Itu apinya padam loh, Bu," ucap pria itu sembari menaruh cangkul dipojokan dapur dekat kayu bakar.


Wanita yang sedang melamun itu terjengat kaget dan tersadar dari lamunannya, lalu mengalihkan pandangannya ke arah tungku api yang masih menyala. "Apaan sih, Pak! Orang masih menyala gitu!" sungut si wanita.


Sang suami terkekeh sembari meletakkan pantatnya di atas kursi kayu yang ada di sana. "Hehehe ... ya lagian, lagi nungguin api, pake melamun segala. Ada yang ibu pikirkan?"


Si Ibu tidak langsung menjawab. Dia terlebih dulu menambahkan sebatang kayu bakar ke dalam tungku. "Lagi kepikiran sama anak aja, Pak?" jawab ibu sambil mengawasi nyala api bakar.


"Anak yang mana? Anak kita ada tiga loh?" tanya Bapak dengan maksud ingin meledek istrinya.


"Ya yang ada di luar negeri, Pak. Astaga!" sungut Ibu dengan nada kesal.

__ADS_1


Lagi lagi si Bapak terkekeh. "Ya diperjelas dong, Bu. Orang anak kita ada tiga," si Bapak membela diri. "Kenapa dengan Yoyo? Bukankah dia baik baik saja?"


Ibu menghembus nafasnya perlahan. Wajahnya terlihat kembali terlihat gelisah. "Tadi Ibu mendengar obrolan tetangga, katanya anak Pak Ridwan yang kerja di satu negara dengan anak kita, sedang terlibat masalah, Pak."


"Anaknya Ridwan?" tanya Bapak. Wajahnya seketika menunjukan kalau pria paru baya itu sedang berpikir. "Si Anto?"


"Iya," jawab Ibu sembari mengatur kesetabilan api di dalam tungkunya.


"Emang kenapa dengan Anto?" tanya Bapak sembari menyeruput kopi hitamnya sisa tadi pagi.


"Dia terlalu bebas kerja di sana. Katanya dia ngehamilin wanita di negara itu," balas sang istri.


"Ya itu masalahnya, Pak. Katanya disana tuh pergaulannya sangat bebas. Pria dan wanita banyak yang tinggal satu rumah tanpa pernikahan," balas si Ibu.


"Benar, Pak," seorang perempuan tiba tiba ikut bargabung dalam obrolan orang tuanya. "Disana banyak anak muda yang tinggal bareng sama pacarnya."


"Ya Tuhan!" pekik Bapak. "Apa mereka tidak punya agama dan orang tua?"

__ADS_1


"Hahaha ... penduduk negara itu memang tidak memiliki agama, Pak. Jadi itu hal biasa disana. Bapak pasti tahulah, apa yang terjadi kalau pria dan wanita tinggal bareng. Itu tuh budaya mereka, Pak," terang kakaknya Yoyo.


"Astaga!" berkali kali si Bapak menunjukan rasa terkejutnya. "Terus Yoyo gimana? Apa Yoyo juga ikut ikutan kehidupan di negara sana?"


"Ya semoga saja sih engggak, Pak. Yoyo kan kerjanya di perumahan, berbeda sama anaknya Pak Ridwan yang kerjanya di industri."


"Emang bedanya apa?" tanya Ibu.


"Kalau anaknya Pak Ridwan itu tinggalnya di Mess, Bu, bersama teman teman yang kebanyakan pria. Wajar kalau terpengaruh. Ibaratnya nggak ada yang ngawasi. Kalau Yoyo kan tinggal di rumah. Apa lagi ada orang Indonesia juga disana. Pasti ada yang mengawasi lah, Bu, Pak. Nggak mungkin Yoyo akan seenaknya bawa pulang perempuan dan nginep bareng."


Sepasang suami istri itu pun nampak manggut manggut. "Tapi, kata Yoyo, majikan dia wanita semua? Kalau Yoyo tergoda sama salah satu majikannya gimana?" tanya Ibu.


Hahahah ...mana mungkin, Bu," kakak Yoyo sontak membantah sembari terpingkal. "Mereka orang kaya, masa iya mau sama Yoyo? Disini aja banyak cewek yang nggak mau sama anak Ibu itu karena miskin, apa lagi disana."


"Ya semoga saja Yoyo nggak salah jalan. Jangan sampai dia membuat malu keluarga. Kita udah miskin, selain kehormatan, kita nggak punya apa apa lagi," ucap Bapak penuh harap.


"Aamiin."

__ADS_1


...@@@@@@...


__ADS_2