DALAM SARANG JANDA JANDA MUDA

DALAM SARANG JANDA JANDA MUDA
Dalam Bahaya


__ADS_3

"Bisa kita bicara sebentar, Tuan?"


Tito menoleh dan keningnya berkerut saat matanya menangkap seorang pria yang tersenyum kepadanya. Bukan senyuman ramah, tapi senyum yang membuat Tito harus waspada. Di belakang Zoe juga berdiri seorang pria wajahnya nampak sangat serius.


"Maaf, saya tidak mengenali anda,"balas Tito sembari menarik tubuh Zoe dan menggendongnya.


"Yah, kita memang tidak saling kenal, tapi kita sama sama mengenal ayah dari anak ini bukan?" ucap pria itu sambil mengusap kepala Zoe.


Kening Tito pun berkerut. Rasa curiganya menyeruak dalam hatinya pada dua pria dihadapannya. "Ada perlu apa anda sama saya?"


"Sebaiknya kita mencari tempat duduk dulu. Ikutlah," pria itu menberi perintah dan melangkah terlebih dahulu. Tito hendak menolak, tapi pria yang wajahnya serius membuka sedikit Jassnya dan menunjukkan sesuattu di balik jass yang dia pakai. Tito sontak saja terkesiap melihat sebuah senjata dibalik Jass itu. Mau tidak mau pemuda itupun mengikuti dua orang itu.


"Tito mau kemana?" gumam Yoyo saat melihat sahabatnya pergi bersama dua orang berpakaian rapi.


"Ada apa, Om?" pertanyaan Binbin sedikit mengejutkan Yoyo dan dia menoleh ke arah bocah yang bertanya.


"Binbin sama Mommy dulu ya? Om mau mengikuti Zoe. Sepertinya ada yang mau jahatin Zoe."


"Mana, Om, mana?" bocah itu mengedarkan pandangannya. Yoyo pun ikut berpaling, dan benar saja, dia kehilangan jejak Tito. Yoyo langsung mengangkat tubuh Binbin dan membawanya ke tempat dua janda yang sedang asyik bergosip.

__ADS_1


"Miss, jaga Binbin, aku mau mencari Tito. Ada yang tidak beres kayaknya," ucap Yoyo nampak panik.


Dua janda itu langsung menunjukkan wajah terkejutnya. "loh, bukankah tadi Tito ..." ucapan A moy terhenti saat arah pandangnya menatap ke salah satu tempat dan orang yang dia sebutkan namanya, tidak ada disana. "Hah! Tito sama Zoe kemana?"


"Nggak tahu, tadi aku lihat dia pergi bersama dua orang. Aku akan akan mencarinya," setelah menyampaikan tujuannya, Yoyo menyambar jaketnya dan langsung saja pergi mencari sahabatnya. Sementara A moy dan A win menjadi panik.


"Sebaiknya kamu telfon Darren. Mungkin itu orang suruhan Samanta atau saingan bisnis Darren," saran A win agar A moy mengambil tindakan.


"Baiklah," A moy langsung mengambil ponselnya.


Sementara Yoyo bergerak cepat dengan mata yang mengedar ke segala arah. Beruntung, tak butuh waktu lama, Yoyo melihat sahabatnya sedang melangkah mengikuti dua orang. Dia segera saja mengejar dan mengikutinya. Hingga dia melihat Tito duduk di depan sebuah bangku taman yang sepi berhadapan dengan dua orang tadi. Yoyo berpikir cepat, dan tak lama setelah itu, dia memilih mendekat.


"Apa yang anda inginkan dari saya?" tanya Tito langsung ke intinya.


Dua pria itu saling pandang dan salah satunya menyeringai. " Saya ingin mengajak anda untuk bekerjasama. Tentunya dengan Imbalan yang sangat menarik."


"Kerja sama? Kerja sama dalam hal apa?"


" Langsung saja saya katakan, tolong, serahkan gantungan kunci yang kamu simpan," pinta pria yang mengeringai yang akrab di panggil David.

__ADS_1


"Gantungan kunci? Gantungan kunci apa?" dengan sikap yang sangat tenang, Tito harus berpura pura tidak maksud dengan apa yang dikatakan David.


Lagi lagi David menyeringai. "Bekerja samalah dengan baik. Anda tidak perlu berpura pura." David menoleh dan memberi kode pada pria yang sedari tadi tidak nenunjukan senyum ramahnya.


Pria itu mengangguk dan meletakkan koper yang dia bawa di atas meja lalu menbukanya. Mata Tito sedikit membelalak saat melihat tumpukan uang dalam koper itu. "Serahkan gantungan kunci itu, dan uang ini silakan anda bawa pulang."


"Kalau saya tidak mau?" tanya Tito masih berusaha bersikap tenang.


David kembali menoleh ke arah rekannya. Seakan mengerti kode yang David berikan, rekan David kembali menunjukkan senjata yang dia bawa dari balik Jassnya.


"Bagimana? Penawaran yang menarik bukan?" ucap David.


Tito pun tersenyum sinis. "Sayang sekali, gantungan kunci itu sudah tidak ada pada saya," kilah Tito.


"Benarkah?" Tito mengangguk pelan dan tenang. "Baiklah," David menyeringai. "Mungkin anda memang tidak bisa di ajak kerja sama dengan baik."


David menyeringai dan kembali memberi kode kepada rekannya. Pria yang wajahnya tidak ramah sama sekali, langsung mengambil senjatanya dan menodongkan ke arah Zoe.


...@@@@@...

__ADS_1


__ADS_2