
"Mey, mending kamu suruh dia istirahat dulu deh, sambil nunggu Ayah dan Ibu pulang," ucap Kakak A mey tiba tiba.
"Istirahat dimana, Kak?" tanya A mey bingung.
"Ya di kamar kamu lah, Mey. Masa di kamar kakak?"
"Apa! Di kamar A mey? Tidak boleh!" seru Yutu, mantan suami A mey.
Tiga mata wanita yang ada disana sontak saja terkejut dan juga heran dengan apa yang di ucapkan mantan suami A mey. Tatapan heran sekaligus penuh tanda tanya itu membuat Yutu mendadak gusar dan canggung sendiri.
"Maksud kamu apa?" Angel yang bertanya dengan wajah yang terlihat sebal dan tidak suka. "Kamu cemburu A mey tidur dengan pria lain? Kenapa? Kamu masih cinta sama dia? Hah!"
"Bu-bukan begitu," jawab Yutu gugup. "Tidak baik aja pria dan wanita tidur bareng di rumah orang tua," Yutu membuat alasan yang tidak masuk akal.
__ADS_1
"Loh, tapi dulu kamu juga sering nginep di kamar A mey dan kamar Angel walaupun ada orang tuanya? Apa bedanya?" ucap Kakak A mey. Jelas sekali kalau dia tahu perbuatan mantan adik iparnya.
Yutu semakin salah tingkah. Untuk jujur pun rasanya dia tidak mungkin. Biar bagaimanapun rasa itu masih ada. Tidak mungkin akan hilang begitu saja. Apa lagi dulu hubungan Yutu dan A mey terjalin hampir tiga tahun lamanya. Tapi saat menikah justru malah bertahan enam bulan saja gara gara selingkuh dengan Angel.
"Kamu cemburu A mey bawa pria lain? Iya? Kamu masih suka sama A mey?" cecar Angel, lalu dia memandang ke arah A mey dengan kesal. "Pasti kamu sengaja, kan? Bawa pria ke rumah untuk manas manasin Yutu? Iya kan? Kamu juga sebenarnya masih ada rasa sama dia kan? Ngaku kamu!"
Awalnya A mey nampak terkejut mendengar tuduhan seperti itu. Tapi tak lama setelah itu, dia tersenyum sinis. "Apa untungnya aku melakukan seperti itu? Masih ada rasa? Hahaha ... lucu kamu, ngel! Buat apa aku ada rasa sama laki laki kayak dia? Melihat wajah kalian aja aku jijik makanya aku jarang pulang, males ketemu kalian."
"Apa kamu bilang?" bentak angel. Seketika amarahnya langsung tersurut mendengar ucapan A mey.
Angel naik pitam. Dia berdiri dan hendak menampar A mey, tapi kepalanya keburu di toyor oleh kaka A mey yang juga terlihat geram.
"Heh! Dasar cewek bodoh! Jelas jelas Yutu yang masih mengharap A mey. Karena A mey banyak duit. Nah kamu punya apa? Suami nganggur kok ya dibangga banggain!" hardik kakak A mey yang sukses membuat Angel terkesiap dan Yutu menunduk malu.
__ADS_1
"Hahaha ... apa penyebabnya karena dia nganggur lagi kak?" tanya A mey dengan ketawa mengejek sembari menunjuk ke arah Yutu. Sedangkan Yoyo hanya diam sembari memperhatikan drama yang sedang berlangsung di hadapannya.
"Ya, karena Kebanyakan gaya sih jadi laki laki. Kerjanya pilih pilih. Untung aja kamu cerai dari dia," balas Kakak A mey sengit.
"Emang kenapa kalau suami aku nganggur? Hah! Kamu senang gitu? Kamu senang lihat kita susah?" cecar Angel kepada A mey.
"Hahaha ... ya seneng dong, kalian aja sangat senang kalau lihat aku susah. Masa aku nggak boleh senang lihat kalian susah?" balas A mey santai tapi cukup menohok.
"Dasar kurang kurang!" A mey kembali menjulurkan tangannya hendak menyerang A mey tapi lagi lagi kalah cepat dengan gerakan tangan kakak A mey. Dia langsung mendorong tubuh Angel hingga terjerembab ke kursi yang dia duduki. Hampir saja Angel terguling ke lantai kalau tidak segera menyeimbangkan tubuhnya.
"Angel!" pekik Yutu sembari reflek berdiri.
"Kamu tuh bisa tahu diri nggak sih, ngel? Hah! Orang jelas jelas kamu yang sering kepanasan lihat A mey seneng. Kamu tuh sebagai saudara tidak tahu diri ya? Udah rela jadi selingkuhan, ngebiayaain pria nganggur, eh sekarang main tuduh aja sama A mey. Ngaca dong, ngel. Ngaca! Kamu yang nggak pernah suka lihat A mey bahagia!" ucap kakak A mey dengan lantang. Jelas saja dia kesal dengan apa yang dilakukan angel kepada adiknya. "Udah, Mey, bawa teman kamu itu masuk! Ngapain ngurusi dua makhluk nggak tahu malu kayak mereka!"
__ADS_1
Begitu selesai ngomong, Kakak A mey segera masuk ke dalam rumah, di susul oleh A mey dan Yoyo tak lama kemudian. Sedangkan dua orang yang ada di sana, menatap A mey denngan tatapan penuh dendam.
...@@@@@...