DALAM SARANG JANDA JANDA MUDA

DALAM SARANG JANDA JANDA MUDA
Masih Bermandi Keringat


__ADS_3

Mungkin benar apa kata orang, hubungan ranjang adalah hubungan pemersatu manusia. Kata kata itu sangat tepat disematkan kepada Yoyo dan A win. Di awal perkenalan mereka hanya dua manusia yang mendapat julukan majikan dan pengasuh anaknya. Tapi setelah mereka menyatukan badan mereka dan berbagi peluh, pandangan tentang majikan dan pengasuh anaknya lenyap saat itu juga. Justru mereka lebih terlihat seperti sepasang kekasih yang sedang memadu asmara meski mereka berbeda usia.


Saat ini A win dan Yoyo sama sama terbaring di sofa yang menjadi saksi permainan panas mereka. Yoyo bahkan memeluk majikannya dari belakang tanpa rasa canggung. Selin itu, tanpa diminta A win, tangan Yoyo sudah berani memainkan bukit kembar sang majikan.


"Yo."


"Iya, Miss?"


"Capek ya?"


"Iya, Miss, tapi nikmat."


A win pun tersenyum senang. "Batang kamu juga enak banget, Yo. Padahal tiap malam aku membayangkan batangmu masuk lubangku loh."


"Serius, Miss?" Miss A win sering membayangkan aku?" tanya Yoyo dengan wajah terkejut dan takjub.


"Iya, sejak kamu menolongku di kamar mandi, aku jadi sering ngebayangin bercinta dengan kamu, Yo."


"Hehehe .. Miss A win bisa aja," Yoyo tersipu malu.

__ADS_1


"Tapi malam ini keinginanku kesampaian dan yah, batang kamu memang enak banget. Setelah malam ini, kamu mau kan, Yo bercinta denganku lain kali?"


"Ya mau banget, Miss. Tapi aku takut Miss A win hamil. Bukannya aku nggak mau tanggung jawab, Miss. Aku hanya ..."


"Aku tahu, tenang aja. Yo. Aku sudah pake pencegah kehamilan. Kamu jangan khawatir."


Lagi lagi Yoyo tersenyum senang. Dia semakin mengencangkan pelukannya. Yoyo pun seketika berpikir, apa Miss A win juga ada hati sama dia? Jika iya, berarti A win dan A mey sama sama suka dengann Yoyo. Tiba tiba Yoyo merasa dilema.


"Miss."


"Apa, Sayang?" seketika hati Yoyo mencelos dipanggil sayang seperrti itu. Sedari tadi saat berhubungan badan, A win juga sering memanggilnya sayang.


"Loh kok nggak jadi?" tanya A win, lalu dia memutar tubuhnya hingga wajah A win kini berhadapan dengan wajah Yoyo. "Ada apa, hmm? Katakan saja?" desak A win sambil mengusap usap lembut pipi Yoyo.


"Kalau bercinta di rumah, mainnya dimana, Miss? Kan tiap malam ada Tito di kamar anak anak. Aku malu jika ketahuan," tanya Yoyo. Sebenarnya bukan itu yang ingin dia tanyakan, tapi sepertinya pertanyaan itu mampu mengalihkan maksud yang sebenarnya.


A win sontak tesenyum dan mencium pipi Yoyo sejenak. "Itu bisa di atur, Sayang. Kalau ada kemauan pasti ada jalan ,Oke?" Yoyo lekas mengangguk sembari tersenyum. "Kirain mau tanya apaan, Yo."


"Hehehe ... maaf, Miss, cuma tanya itu saja."

__ADS_1


"Ya udah, kita lanjut ronde kedua yuk? Mau?" Yoyo langsung mengangguk dan A win pun tersenyum senang. Dia langsung mendaratkan bibirnya diatas bibir Yoyo sebagai tanda awal di mulainya ronde kedua.


Masih dengan malam yang sama, tapi di tempat yang berbeda. Tito juga sedang larut dalam nikmatnya bercinta dengan A moy. Malam ini mereka mengulang kembali kenikmatan yang sama seperti malam kemarin.


Saat ini posisi Tito seperti orang yang sedang naik kuda. Tito menusukan batangnya ke dalam lubang nikmat A moy yang sedan menungging.


Plok! Plok! Plok!


Suara khas dari dua badan yang menyatu itu turut meramaikan suasana bersama racauan dan rintihan kenikmatan yang mereka keluarkan. Tarlintas dalam pikiran Tito saat dirinya tadi siang menikmati tubuh A ling. Wanita itu sangat agresif sama persis dengan A moy saat ini.


Hingga beberapa menit kemudian, tubuh Tito mulai mengejang dan dan bergertar.


Crut! Crut! Crut!


air putih nan kental kembali memenuhi lubang A moy. Setelah tuntas, tubuh Tito ambruk di atas ranjang Binbin. amoy pun tersenyum senang. Dia memutar badan dan ikut merebahkan tubuhnya dengan kepala menenmpel di dada bidang Tito.


"Kamu hebat, To. Aku puas," gumam A moy dengan nafas yang menderu. Tito tak menjawab. Dia hanya tersenyum sembari menormalkan deru nafasnya. Tito juga sama puasnya karena sudah menikmati dua tubuh wanita cantik di dalam rumah itu. Pikiran Tito akhirnya mengkhayal kemana mana.


"Apakah aku juga bisa menikmati tubuh majikan lainnya? Kalau iya, Wah! Aku pasti jadi pria yang sangat beruntung dan bahagia," gumam Tito dalam hatinya.

__ADS_1


...@@@@@...


__ADS_2