
Dua nafas anak manusia itu kini sedang menderu sembari melepas lelah setelah selesai melakukan permainan yang penuh mengeluarkan keringat dan rasa nikmat. Dua manusia antara majikan dan penjaga anak majikannya itu terkapar di atas permadani dengan mata menatap langit langit kamar.
Bagi si wanita, permainan penuh rasa nikmat yang baru saja dia lakukan, adalah permainan pertama bersama laki laki setelah wanita itu menjanda. Rasa rindunya akan belaian seorang pria, kini terpenuhi sudah oleh pria di sebelahnya.
Sedangkan bagi si pria, ini adalah pengalaman pertama di sepanjang hidupnya. Semua yang dia lakukan dalam percintaan kali ini adalah yang pertama bagi pria itu. Berciuman hingga muncrat di dalam lubang sungguh pengalaman pertama yang sangat berkesan. Apa lagi dia melakukannya dengan wanita yang sangat cantik, seakan menyempurnakan pengalaman pertamanya.
Wanita itu bergeser dan merebahkan kepalanya di dada bidang pria di sebelahnya. Tangannya bergerak menuju ke benda di bawah perut si pria dan membelainya dengan lembut.
"Gimana, To? Suka dengan hadiahnya?"
"Suka banget, Miss. Benar benar hadiah istimewa."
A moy tersenyum senang. "Gimana rasanya tubuh saya, To?"
"Nikmat banget, Miss. Aku nggak nyangka Miss A moy menghadiahkan tubuhnya untukku. Padahal Miss A moy cantik banget loh."
"Hahaha ... bisa aja kamu, To. Kamu juga tampan banget tahu."
"Percuma tampan, kalau miskin. Nggak laku."
"Loh ini laku. Buktinya aku mau bercinta dengan kamu, To."
Hehehe ... Misa A moy bisa saja. Tapi maaf ya, Miss, tadi aku ngeluarinnya di dalam. Abis nggak tahan banget."
"Nggak apa apa, aku suka kok. Suka banget malah."
__ADS_1
"Lah? Nanti kalau Miss A amoy hamil gimana?"
A moy sontak tersenyum lalu dia mendongak dan bergerak mendekatkan bibirya ke pipi Tito.
Cup!
"Aku sudah pakai pengaman, Sayang. Kamu tenang saja, aku nggak bakalan hamil kok."
"Beneran?" tanya Tito dengan mata berbinar. A moy hanya mengangguk sambil tersenyum. "Wahh! Syukurlah."
A moy kembali mengecup pipi Tito dengan penuh perasaan lalu kembali merebahkan kepalanya di dada Tito dan tangannnya di bawah perut pemuda itu. Untuk sesaat keduanya terdiam sembari menikmati suasana yang mereka ciptakan.
"Miss,"
"Hum?"
A moy kembali tersenyum lebar. "Nggak akan. Kamu tenang aja. Lain kali jangan diulangi lagi. Kalau kamu pengin, sentuh aja punya aku."
"Emang lain kali aku masih boleh nyentuh milik Miss A moy?" tanya Tito menegaskan.
"Boleh banget, To. Kapanpun pengin nyentuh, tinggal bilang. Asal jangan pas aku datang bulan ya?"
"Wah!" Tito langsung merasa senang. "Makasih ya, Miss."
A moy tidak menanggapinya. Dia malah menggeser tubuhnya sendiri ke bawah hingga wajajnya tepat menghadap benda milik Yoyo. A moy kembali menikmati benda menegang itu dengan mulutnya.
__ADS_1
"Itu kan kotor, Miss. Apa nggak jijik?"
"Makin kotor makin enak, To. Aku lebih suka yang kotor daripada yang bersih dan bau wangi sabun."
Tito hanya manggut manggut dan membiarkan majikannya itu menikmati batang miliknya yang kembali menegang dan mengeras. Dan apa yang sedang dilakukan A moy adalah awal dari ronde kedua yang akan mereka lakukan.
Sementara itu di tempat lain, Yoyo dan A mey kini sedang menikmati mandi bersama. Mereka saling membantu membersihkan badan masing masing sambil bercanda.
"Punya kamu kok kuat banget sih, To? Masih menegang gini," ucap A mey sambil menyabuni benda milik Yoyo.
"Nggak tahu, Miss. Mungkin karena kita mandi bareng kali ya?"
"Masukin lagi aja, Yo."
"Hah! Miss A mey masih mau?"
"Ya mau lah mumpung kita belum pulang. Ayok!"
"Masukin dimana, Miss? Tubuh kita kan basah?"
"Disini aja, sambil mandi."
Yoyo hanya bisa pasrah. Dia disuruh duduk diatas kloset dan A mey duduk dipangkuan Yiyo dengan kembali menancapkan benda menegang milik pemuda itu ke dalam lubang nikmatnya.
"Akhh!"
__ADS_1
...@@@@@@@...