DALAM SARANG JANDA JANDA MUDA

DALAM SARANG JANDA JANDA MUDA
Kejutan Pagi


__ADS_3

"Yang jadi masalah, diantara enam majikan kita, siapa yang jatuh cinta sama kita? Kita kan nggak tahu, eh A ling malah nyuruh kita peka. Kalau ternyata yang jatuh cinta pada kita, satu orang yang sama, bagaimana?"


"Waduh! Benar juga," balas Tito yang kini sudah duduk di tepi ranjang, dimana Yoyo berbaring menghadap anak anak yang seperti sedang mengobrol tapi tidak jelas apa yang mereka obrolkan, khasnya anak anak. "Aku sendiri juga bingung. Sepanjang di tempat wisata, sikap A ling benar benar beda. Kayak yang sering aku lihat saat orang sedang pacaran gitu. Aku mau ngomong, tapi aku takut kalau aku salah dengan pemikiranku."


"Nah, sama!" seru Yoyo sembari bangkit. "Aku juga bingung dengan sikap A mey. Apa lagi aku sering denger kalau cewek itu bisa nyaman sama pria tanpa ada perasan khusus. Aku takutnya dia gitu. Nggak ada cinta tapi merasa nyaman."


Tiba tiba wajah Tito berubah sendu. "Tapi kalaupun kita menjalin cinta dengan majikan kita, apa mungkin jalinan cinta kita akan langgeng? Aku pribadi sih, nggak yakin. Kamu tahu sendiri alasannya apa, Yo."


Yoyo menatap sahabatnya sejenak lalu mengalihkan tatapannya ke arah anak anak dengan pikiran mencerna kata yang baru saja Tito ucapkan. Yoyo paham dengan apa yang Tito katakan. Dia sendiri juga ragu jika hubungan cinta benar benar terjalin, Yoyo takut akan susah menjalin hubungan spesial itu. Banyak perbedaan yang sangat mencolok diantara keduanya belah pihak.


"Yah, aku juga ragu, To. Aku takut aja, majikan yang jatuh cinta pada kita, tidak mau menerima keadaan kita apa adanya, pada akhirnya nanti," ucap Yoyo. Wajahnya tak kalah sendu.

__ADS_1


Keduanya lantas terdiam dengan perasaan dilema yang sedang mereka rasakan. Wajar jika dilema bergelayut dalam hati mereka saat ini. Sekalinya ada wanita yang jatuh cinta pada dua pemuda itu, mereka langsung disuguhkan dengan perbedaan yang sangat mencolok. Beda negara, beda agama dan beda kasta.


Berbeda dengan dua pemuda yang sedang terjebak dalam rasa dilema, empat janda yang ada di rumah yang sama dengan mereka, justru sedang memikirkan siasat bagaimana caranya meraih hati dua pemuda itu.. Tentu saja mereka mencari siasat agar mereka tidak kalah dengan saingan cinta mereka.


Jika boleh jujur, ke empat janda itu merasa iri dan cemburu dengan dua janda lainnnya karena sudah melewati waktu bersama dengan para pria incaran mereka. Ingin melayangkan protes dan mengungkapkan rasa cemburunya, tapi mereka harus mematuhi peraturan yang mereka sepakati bersama.


Jujur hal itu ternyata tidak mudah untuk dilakukan. Mencintai pria yang sama dan tinggal dalam satu atap yang sama itu sangat tidak mudah untuk dijalani. Meski kesepakan telah dibuat, tidak dipungkiri, hati mengatakan ingin bertindak egois karena rasa cinta yang mereka miliki.


"Dalam tidurpun kamu terlihat tampan," puji enam janda pada pria yang mereka cintai.


Hingga pagi menjelang, Tito dan Yoyo kembali disibukan dengan urusan anak anak. Padahal tugas mereka adalah menjaga anak anak agar selalu aman, tapi dalam prakteknya, Tito dan Yoyo malah terlihat seperti baby sitter bagi anak yang mereka jaga. Dari mandi, berpakaian, bahkan sarapan, semua ditangani oleh dua pemuda itu. Sampai kadang jatah sarapan Tito dan Yoyo diantarkan oleh dua bibi ke kamar anak anak agar dua pemuda itu bisa sarapan sebelum menjalankan tugas mereka.

__ADS_1


"Gimana, Yo. Kamu sudah berhasil meluluhkan Binbin agar bisa ketemu dengan Tuan William?" tanya Tito saat dalam perjalanan menuju sekolah anak anak.


"Ya udah sih. Cuma, aku nggak tahu berhasil apa enggak. Belum lihat hasilnya," balas Yoyo dengan tatapan lurus ke depan karena dia yang bertanggung jawab memegang kendali mobil yang digunakan.


"Sama, aku juga cemas. Aku harap sih berhasil. Kasihan anak anak. Mereka sebenernya masih butuh sosok ayah mereka," ucap Tito sambil sesekali menoleh ke arah belakang, memperhatikan anak anak yang sedang anteng tanpa ada keributan di kursi belakang.


Saat mobil mereka melewati jalan yang sepi, mereka dikejutkan dengan dua mobil yang tiba tiba berhenti melintang dan menghentikan akses jalan mereka.


"Astaga! Ada apa ini? Apa ada penjahat lagi?" kesal Tito.


"Sepertinya," sahut Yoyo.

__ADS_1


...@@@@@@...


__ADS_2