DALAM SARANG JANDA JANDA MUDA

DALAM SARANG JANDA JANDA MUDA
Tak Lagi Sama


__ADS_3

Saat suasana hening tercipta karena ketegngan yang ada, ke empat orang itu dikejutkan dengan suara yang tidak pernah mereka dengar dalam waktu yang cukup lama.


"Daddy!"


Ke empat orang itu seketika menoleh dan melihat anak kecil sedang celingukan seperti sedang mencari seseorang. Tak lama setelah itu datang seorang pria berseragam polisi tersenyum lebar ke arah anak itu.


"Hy, Sayang. Kamu ngapain disini? Mommy mana?" tanya pria berseragam sambil meraih tubuh dan menggendong anak kecil itu. Belum sempat sang anak menjawab, datanglah seorang wanita dengan tergopoh gopoh ke arah bocah dan pria berseragam yang ternyata adalah ayahnya.


"Dasar anak nakal, udah dibilangin tunggu Mommy malah lari duluan," gerutu sang wanita dengan wajah kesal, tapi malah dibalas gelak tawa oleh anak kecil dan pria berseragam, membuat kesal sang wanita semakin menjadi. Tapi tak berlangsung lama, wanita itu malah tersenyum sambil mencubit pipi sang bocah dengan gemas.


Melihat pemandangan seperti itu, tentu saja membuat dua wanita dan dua pria yang pernah berstatus suami istri yang sedari berada di sana, merasa iri dan cemburu. Dulu mereka juga sehangat itu bersama anak anak mereka. Dulu mereka juga sebahagia itu sebelum para laki laki berbuat kesalahan yang amat sangat fatal.


"Bagaimana dengan Zoe? Apa dia sudah mau bertemu dengan Daddynya?" gumam Darren dengan mata terus memandang keceriaan bocah tadi saat bersama dengan ayahnya.


A moy menoleh memandang Darren sekilas, lalu mengedarkan pandangannya ke arah lain. "Tidak tahu. Coba aja kamu ajak ketemu."

__ADS_1


Darren lalu memandang ke arah mantan istrinya. "aku takut Zeo belum siap."


Sedangkan di dekat mereka, sepasang mantan suami istri yang bersama A moy dan Darren juga saling terdiam setelah tadi berdebat. William juga ingin menanyakan hal yang sama, tapi perdebatan yang baru saja terjadi membuat William memilih tetap diam.


"Apa penjaga Zoe baik baik saja?" tanya Darren kembali.


"Yah, yang pasti mereka terluka. Mereka benar benar menjaga Binbin dan Zoe dengan baik," ucap A moy.


"Bukankah itu memang tugas mereka?" tanya Darren lagi.


Entah kenapa mendengar pertanyaan mantan suami, A moy malah sedikit tersulut emosinya. "Meskipun memang itu tugas mereka, tidak seharusnya mereka menjadi korban atas ulah wanita wanita kalian. Dulu Samanta, sekarang Eva. besok besok siapa lagi? Setidaknya mereka benar benar menjaga anak anak, bukan malah menyakitinya."


"Tidak bisa terbayangkan, bagaimana takutnya Zoe dan Binbin melihat dengan mata kepala mereka sendiri, perkelahian yang terjadi di depan mereka. Coba kalau Tito dan Yoyo kalah, justru kita yang nggak akan pernah maafin kalian jika Zoe dan Binbin sampai berhasil diculik. Kamu dengan entengnya bilang kalau itu memang tugas mereka. Terus kalau mereka kalah dan anak anak berhasil diculik, kamu akan menyalahkan para penjaganya juga? Iya?" oceh A moy mengeluarkan kekesalannya.


"Bu-bukan begitu, aku hanya ..." balas Darren berusaha membela diri.

__ADS_1


"Udahlah, Moy. Mending kita pulang," ucap A win memotong ucapan Darren. "Ngapain ngurusin pria egois macam mereka. Anak anak dalam bahaya gara gara wanita mereka aja, mereka tetap membelanya," A win langsung menarik tangan A moy keluar dari kantor polisi meninggalkan dua pria yang ternganga sembari menatap kepergian mereka.


"Astaga! Apa pertanyaanku salah?" tanya Darren dengan wajah masih syok atas sikap A moy dan ucapannya.


"Hahaha ..." William malah tergelak. "Meskipun pertanyaanmu benar, kita tetap akan salah dimata mereka. Dari awal memang kita yang salah, Tuan."


Darren menghembus kasar nafasnya. "Bisa jadi. Lalu apa yang akan kamu lakukan dengan istri barumu, Tuan William."


"Astaga! Dia bukan istri saya. Kita nggak jadi menikah setelah aku membongkar kejahatan Eva di depan keluarga dan orang banyak."


"Astaga! Kenapa bisa begitu? Pantas Eva menyerang anak anak," timpal Darren.


"Mungkin anak buahnya hanya akan menculik Binbin. Berhubung Binbin bersama Zoe tadi, ya mau tidak mau Zoe ikut kena imbasnya juga," terang William menyimpulkan.


Darren nampak manggut manggut. "Nggak nyangka aku. Wanita yang memiliki obsessi tinggi bisa bertindak mengerikan seperti itu. Tapi dengan bodohnya kita malah jatuh pada pesonanya."

__ADS_1


"Hahaha ... terus, sebaiknya, apa yang akan kamu lakukan? Apa kamu akan mengejar mantan istri kamu kembali?"


...@@@@@...


__ADS_2