DALAM SARANG JANDA JANDA MUDA

DALAM SARANG JANDA JANDA MUDA
Kejujuran Hati


__ADS_3

"Masa kamu nggak tahu sih, Yo, kalau majikan kamu jatuh cinta sama kamu?"


"Ya emang nggak tahu. Aku pikir Miss A shang dan yang lain hanya menyukai isi celanaku saja."


"Astaga!" pekik A shang gemas dengan memukul lengan kekar pria disebelahnya.


"Aduh!" Yoyo pun memekik, meski pukulan majikannya itu tidak terasa sakit sama sekali.


A shang bergeser, dia memilih duduk di depan Yoyo dan bersandar di dada bidangnya. Kedua tangan Yoyo, dia raih dan dillingkarkannya ke pinggang ramping miliknya. Yoyo pun terdiam. Dalam hati dia sedikit bersorak. Setidaknya kali ini Yoyo kembali merasakan seperti sedang berkencan dengan sang kekasih. Yoyo menikmati momen seperti ini.


"Kalaupun aku hanya menyukai isi celana kamu saja, aku bisa saja dapat orang amerika atau eropa yang memang isi celananya lebih gede, Yo. Tapi kan aku menyukaimu dari hati. makanya, aku rela tubuhku dinikmati oleh kamu. Aku memang janda, tapi tidak semua pria bisa seenaknya aku ajak untuk berhubungan badan. Aku hanya memberikan tubuh aku untuk orang yang spesial, seperti kamu," jelas A shang.


Yoyo diam diam tersenyum. Tentu saja dia bahagia dengan pengakuan majikan cantiknya. Baru kali ini ada wanita yang memakai hati dan jatuh cinta padanya. Dia lantas semakin mengeratkan pelukannya. "Apakah Miss A win dan Miss A mey juga seperti itu? Kalau memang benar, ya aku sih seneng, Miss. Tapi aku juga bingung, aku takut mengecewakan kalian."


"Emang apa yang kamu takutkan? Kan kamu bisa memilih sesuai isi hati kamu?"


"Bagaimana bisa memilih, kalau kalian bertiga sangat tulus mencintai aku, Miss? Bahkan kalian merelakan tubuh kalian untuk aku nikmati. Aku tidak mau, pilihan aku nanti mengecewakan yang lainnya."


A shang nampak manggut manggut. "Ya aku mengerti, tapi bukan berarti kamu ingin menjalani hubungan bersama ketiganya kan?"

__ADS_1


"Kalau bisa seperti itu ya nggak apa apa, daripada selingkuh, hehehe ..."


pluk!


"Ih ... ya jangan!" seru A shang sambil menukul punggung tangan Yoyo yang melingkar di pinggangnya.


"Loh, jangan gimana? Emang Miss mau, jika aku tidak memilih Miss terus kita tingggal serumah. Miss pasti akan sering kecewa dan sakit hati melihat aku berdua dengan pilihanku kan?" Yoyo menerangkannya secara logis.


A shang terdiam, dia mencerna ucapan pria dibelakangnya. Apa yang dikatakan Yoyo memang benar, Pria itu pasti serba salah karena semua wanita yang mencintainya tinggal di rumah yang sama. "Ya udahlah, yang penting kamu udah tahu kalau aku, A mey dan Kak A win sama sama mencintai kamu. Keputusannya nanti bagaimana, semua tergantung hati kamu kok, Yo."


Yoyo hanya bisa diam meski dia juga sedang berpikir. Saat dia lagi fokus berpikir tentang tiga cinta yang menghampirinya, Yoyo merasa tangannya digerakan oleh wanita dipelukannya menyentuh lubang nikmat yang ada miliknya.


"Enggak, Sayang. Ribet kalau memakai barang itu," balas A shang. "Aku malah kalau di rumah memang nggak pernah pakai, Yo. Apa lagi kalau tidur."


"Astaga! Lubang Miss A shang itu indah banget loh. Nanti kalau ada pria yang jahatin Miss gimana?" ucap Yoyo sambil mengusap usap lubang nikmat milik majikannya. "Terus nanti ini kemasukan pasir gimana?"


"Hahha ... bisa aja kamu, Sayang. Kan bisa dibersihin pake air, Yo," ucap A shang sembari menikmati sentuhan kulit tangan kasar milik pria di belakangnya."Ya udah, gimana kalau kita ke kamar aja, atau kamu mau berhubungan badan di pantai?"


"Apa enaknya berhubungan badan di pantai, Miss? Kayaknya kurang bebas?"

__ADS_1


"Kurang bebas gimana, Sayang? Enak loh berhubungan badan di luar rumah."


"Nggak lah, Miss. Nggak bebas. Apa lagi sejak aku merasakan berhubungan badan. Aku lebih suka lepas baju semuanya dan wanita duduk dipangkuanku. Aku suka gaya itu."


"Astaga! Kok sama? Aku juga sangat suka posisi itu? Ya udah kita lakukan di kamar yuk?"


Yoyo pun tak sanggup menolak, dia dan A shang bangkit dari duduknya dan beranjak bersama seperti layaknya sepasang kekasih. Tangan kiri Yoyo melingkar di pinggang wanita cantik itu.


"Loh, Tito mana?" ucap Yoyo sedikit terkejut karena tidak melihat sahabatnya di meja makan saat dia masuk ke dalam Villa. "Apa dia sudah tidur?"


"Bagaimana mungkin Tito sudah tidur, yang pasti ya dia lagi di kamar bareng A zia lah, Yo."


"Oh iya," Yoyo sedikit terperangah.


"Ya udah, kita juga sebaiknya segera masuk kamar. Aku sudah sangat ingin duduk dipangkuan kamu, Sayang."


Yoyo langsung tersenyum penuh arti dan tanpa pikir panjang, mereka lansung memasuki salah satu kamar yang kosong.


...@@@@@...

__ADS_1


__ADS_2