
"Kira kira besok Binbin ditinggal sehari rewel nggak, Miss?"
"Kalau ada Zoe kayaknya enggak deh. Udah kamu jangan terlalu di pikirkan. Pergi aja."
Yoyo pun tersenyum. Matanya kini kembali fokus pada layar datar yang terpasang di dinding. Sebuah film aksi yang sedang berlangsung dari dalam layar televisi. Tapi sayang, sejak film diputar, Yoyo tidak fokus dengan apa yang sedang dia tonton. Yoyo lebih fokus pada obrolan dengan wanita yang sekarang berbaring di dadanya.
Seperti yang dilakukan Tito dan A moy di kamarnya, Yoyo dan majikannya juga sedang rebahan disofa setelah bocah kecil yang merengek minta tidur bareng, malah terlelap duluan. Tapi terlelapnya laki laki berusia lima tahun itu menjadi kesempatan yang bagus bagi Yoyo dan A win untuk bermesraan layaknya pasangan kekasih.
Hanya bermodal kata suka yang diucapkan oleh A win, membuat hubungan majikan dan penjaga anaknya malah semakin lengket. Dilihat dari gerak geriknya memang wanitanyalah yang terlihat lebih agrsesif. Sedangkan si pria cenderung pasif dan hanya menuruti wanitanya saja.
Sebagai seorang pria, Yoyo sebenarnya masih bingung dengan perasaanya sendiri. Pria itu kini disukai dua wanita dalam satu rumah. Sungguh, selain senang, tentu saja Yoyo semakin merasa dilema. Kedua wanitanya sangat cantik dan kaya. Sedangkan Yoyo sendiri mengerti banget perbedaanya seperti apa. Maka itu Yoyo memilih diam dan menjalani apa yang terjadi pada dirinya. Begitu juga dengan Tito.
Cup!
kecupan mesra lagi lagi mendarat di pipi Yoyo. Pemuda itu memandang wajah wanita yang sedang tersenyum manis kepadanya. Entah berapa kali sudah wanita itu mengecup pipi Yoyo dan pemuda itu sangat menikmatinya.
"Lagi mikirin apa sih, Yo? Kayaknya nggak fokus lihat film?" tanya A win dengan tangan membelai pipi Yoyo pelan pelan.
Yoyo sontak tersenyum. "Lagi mikirin rumah aja, Miss," balas Yoyo berkilah. Padahal dia sedang memikirkan dua wanita yang ada di rumah ini.
__ADS_1
"Ya telfon dong. Kan udah dikasih ponsel?"
"Gampanglah, Miss. Kata orang rumah, jangan terlalu sering telfon rumah. Entar malah jadi nggak betah kerjanya."
A win sontak terkekeh pelan. "Bisa aja. Tapi kamu betah kan kerja disini?"
"Betah banget lah, Miss. Ini aja nggak kerasa udah mau satu bulan kerja disini."
"Benarkah?" Yoyo mengangguk. "Hahaha ... kok aku nggak inget? Tapi syukurlah. Aku senang jika kamu betah, Yo. Terutama buat Binbin. Dia lebih ceria sejak dekat dengan kamu."
Yoyo hanya tersenyum senang. A win kembali mengecup pipi Yoyo lalu merebahkan kepalanya di dada bidang pemuda itu. Tidak ada lagi pembicaraan diantara mereka. Hanya ada suara tembakan dari sebuah film yang sedang tayang, meramaikan kamar itu.
"Om berangkat dulu ya?" pamit Tito pada bocah yang sedang berada dalam gendonganya. "Zoe jangan rewel. Nanti kalau semuanya sudah selesai, Om pasti cepat balik."
"Beneran ya, Om."
"Iya, Sayang," Tito lantas mencium pipi Zoe dan menyerahkannya kepada pembantu wanita yang mengikutinya. Begitu juga dengan apa yang dilakukan Yoyo pada Binbin. Meski bocah itu agak sulit dibujuk, tapi Yoyo berhasil juga melepas Binbin meski berat.
Tak butuh waktu lama, dua mobil akhirnya meluncur meninggalkan rumah menuju ke tempat usaha majikan mereka, baru meluncur ke kota tujuan.
__ADS_1
"Binbin kok bisa lengket banget sama kamu ya, Yo?" tanya A shang yang berada satu mobil dengan Yoyo, sedangkann Tito satu mobil dengan Azia.
"Iya, Miss, aku juga nggak nyangka. Dia bisa segitunya sama aku. Tapi aku seneng karena aku kerjanya nggak sia sia," balas Yoyo.
A shang sontak tertawa kecil. "Iya juga sih. Mungkin anak anak kangen sama sosok seorang ayah. Makanya begitu ketemu sama kalian dan merasa nyaman, mereka langsung lengket gitu."
"Mungkin juga, Miss," jawab Yoyo singkat dengan mata fokus ke arah depan.
"Kayaknya seneng kali ya punya anak. Ada penyemangat gitu. Kayak Kak A win dan Kak A moy. Secapek apapun mereka, kalau sudah lihat senyuman anak anak , katanya capeknya ilang gitu."
"Hahaah .. masa sih, Miss?"
"Iya, katanya," balas A shang.
"Wah! Bagus dong!"
"Makanya, aku juga pengin," balas A shang. "Eh, Yo. Kamu mau nggak? Bikin anak bareng aku?"
"Waduh!"
__ADS_1
...@@@@...