DALAM SARANG JANDA JANDA MUDA

DALAM SARANG JANDA JANDA MUDA
Kesimpulan Tito


__ADS_3

"Hahhaha ... Iya sih," balas Tito. "Tapi gara gara itu juga aku jadi mikir."


"Mikir gimana?"


"Aku jadi mikir, kalau majikan kita tidak ada yang jatuh cinta sama kita, tapi mereka hanya menyukai isi celana kita saja."


Kening Yoyo sontak berkerut. "Tidak ada yang jatuh cinta sama kita? Nggak mungkin ah."


"Coba deh kamu pikirkan baik baik, dari kejadian yang kita alami. Bahkan marahnya majikan kita bisa reda, gara gara kita ngasih mereka isi celana kita. Contohnya tadi Miss A moy. Dia langsung senang setelah aku kasih isi celanaku. Coba kamu buktikan deh ke Miss A win. Tadi dia marah karena kamu nolak berhubungan badan bukan? Itu bukti kalau majikan kita hanya menginginkan isi celana kita saja," terang Tito dengan sangat yakin.


Yoyo yang mendengarnya pun sejenak terdiam dan mencerna ucapan sahabatnya. Apa yang dikatakan Tito ada benarnya juga. Dari segala yang mereka alami bersama majikannya, memang selalu berhubungan dengan isi celana mereka.


Wajar jika Tito berpikir seperti itu. Para janda hanya menunggu mereka peka dengan perasaan mereka. Sedangkan dua pemuda itu benar benar tidak peka dengan perasaan para majikan. Alasannya karena Tito dan Yoyo tidak pernah merasakan dicintai itu seperti apa. Ditambah lagi hubungan mereka memang diawali dari hubungan ranjang, jadi wajar Jika Tito berpikiran seperti itu.


"Mungkin ucapanmu benar ya, To. Kalau mereka menyukai isi celana kita saja. Bukan jatuh cinta sama kita. Lagian nggak mungkin sih kalau majikan kita jatuh cinta pada kita, secara kasta kita aja beda," ucap Yoyo sambil menatap langit langit. Ada rasa kecewa tergambar di raut wajahnya.

__ADS_1


"Yah, itu faktanya, Yo. Nggak akan ada wanita yang tulus mencintai kita. Apa lagi jika dipikir pikir, nggak mungkin dari berhubungan badan menjadi rasa cinta? Kalau memang benar, nggak akan ada wanita atau pria yang menjual dirinya. Mungkin jika gara gara berhubungan badan bisa menbuat jatuh cinta, tidak ada pria atau wanita yang bekerja sebagai pemuas," balas Tito mengemukakan pikirannnya.


"Benar juga," Yoyo menimpali. "Ah sial! Ternyata memang kita hanya dijadikan pemuas oleh majikan majikan kita."


"Betul!" seru Tito. "Apa lagi mereka janda. Tahu sendiri lah ya janda gimana? Butuh belaian."


"Terus kita harus gimana, To? Apa selama bekerja disini kita hanya akan jadi pemuas? Yang ada nanti kita terkena penyakit menular gara gara sering berhubungan badan sama mereka."


Tito menghembus kasar nafasnya. dia juga merebahkan badannya dan menatap langit langit kamar itu. "Aku juga nggak tahu, Yo. Mungkin memang takdir kita harus terjerat dengan hasrat para janda rumah ini. Berhubungan badan sama mereka memang enak, tapi aku juga ingin rasanya dicintai itu bagaimana? Diperhatikan, saling curhat. Bukan yang seperti ini jalannya. Makin hari usiaku betambah, dan aku butuh seseorang yang mau menua bersamaku."


Hingga waktu terus bergerak, kini malam sudah datang. Bahkan jam yang terus melaju, saat ini sedang menuju ke arah larut. Dua bocoh kecil terdidur di kamar ibu mereka masing masing. Keadaan seperti itu membuat dua pemuda yang bekerja manjaga anak anak, harus berada di dalam kamar yang sama dengan si anak dan ibunya.


Tito yang sudah berdamai dengan A moy, sudah larut dengan permainan penuh keringat dan rintihan nikmat sejak Zoe terlelap beberapa saat yang lalu. Sedangkan Yoyo masih nampak bingung karena sang majikan masih mendiamkannya.


"Miss, Miss masih marah sama aku?" akhirnya Yoyo berani mengeluarkan suaranya sejak Binbin terlelap beberapa waktu yang lalu. Meskipunn dia takut Miss A win tidak menjawab, tapi setidaknya Yoyo sudah berusaha untuk mencairkan suasana. Yoyo benar benar sedang berpikir keras agar wanita yang sedang berbaring memunggunyi itu luluh.

__ADS_1


"Siapa juga yang marah sama kamu," sangkal A win ketus.


"Tapi dari tadi Miss A win diemin aku. Kalau bukan marah apa lagi coba?"


"Lagi males ngomong aja."


Yoyo mendengus, tiba tiba dia memiliki ide saat melihat dibelakang A win cukup untuk berbaring. Yoyo perlahan menggeser tubuh Binbin ke arahnya dan dia berpindah ke belakang majikannya.


Grep!


A win terkejut saat merasakan ada tangan yang memeluk perutnya dari belakang.


"Apa yang kamu lakukan, Yoyo?" tanya A win dengan suara pelan.


"Maunya Miss A win, apa yang harus aku lakukan agar Miss tidak marah lagi?"

__ADS_1


...@@@@@...


__ADS_2