
Tito dan Yoyo akhirnya terlelap setelah melalui permainan ranjang di ronde ke dua bersama majikan mereka di tempat yang berbeda. Rasa lelah yang menghampiri mereka, lebih kuat daripada rasa penasaran yang membuat mereka berpikir, siapa majikan yang mencintai mereka? Rasa lelah yang mendera tubuh mereka, menghadirkan rasa kantuk yang luar biasa sehingga mereka harus menyerah kepada mata yang ingin terpejam, meski pikiran mereka masih diliputi berbagai pertanyaan.
Di saat pagi menjelang, Tito dan Yoyo yang ingin melanjutkan pembicaraannnya semalam, harus mengurungkan niatnya karena merasa tidak enak berlama lama berada di kamar wanita yang belum sah menjadi istrinya. Meski mereka merasa aneh dengan sikap tuan rumah yang terlihat biasa saja, tapi justru hal itu malah membuat Tito dan Yoyo semakin merasa canggung.
Pagi ini, Yoyo sedang berada di meja makan bersama kedua orang tua A mey, serta kakak perempuan dan adik lak laki A mey. Tentunya ada A mey juga di sana. Begitu juga dengan Tito, dia juga sedang berada di meja makan dengan orang tua serta dua adik A ling yang kelihatan cantik dan menggemaskan. Adik A ling bahkan selalu mencari perhatian kepada Tito hingga membuat A ling merasa kesal.
Begitu selesai sarapan, Yoyo dan A mey bersiap diri untuk berangkat menuju tempat wisata yang tak jauh dari rumahnya. Cukup memakan waktu sekitar empat puluh menit, mereka telah sampai di tempat tujuan mereka. Tempat wisata berbentuk danau itu memang cukup terkenal di masyarakat sana. Udaranya lumayan sejuk dan suasananya terasa sepi tapi menenangkan. Memang tempat yang cocok buat kencan.
Bagi A mey, pergi berdua dengan seorang pria, udah merasa seperti sedang berkencan. Apalagi A mey memang tertarik pada pria itu. Bahkan dia merelakan tubuhnya untuk dinikmati beberapa kali oleh pria yang bekerja di rumahnya. Tapi sayang sekali, pria yang akrab dipanggil Yoyo itu tidak peka terhadap perasaannya.
Sepanjang menikmati suasana, A mey selalu berusaha memberi kode dengan cara bergandengan tangan, mencium pipi Yoyo saat berfoto bersama, dan banyak lagi kode yang dia tunjukkan. Meski begitu tetap saja sikap Yoyo terlihat biasa saja. Sedikit mengesalkan bukan?
__ADS_1
Tanpa A mey sadari kalau pria seperti Yoyo sebenarnya tidak butuh kode untuk mengetahui perasaannya. Yoyo yang merasa tidak pernah dicintai oleh wanita, tentu saja dia tidak tahu tanda tanda wanita yang jatuh cinta itu seperti apa. Yang Yoyo tahu, dia hanya pernah merasakan suka pada wanita tapi tidak berani mengungkapkannya.
"Gimana? Puas? Atau mau lanjut jalan jalan lagi?" tanya A mey saat mereka duduk di atas rumput, di bawah pohon yang cukup rindang.
"Lumayan, lanjut nanti lah, Miss. Istirahat dulu, capek," keluh Yoyo.
A mey sontak tersenyum lalu mengambil tisu dan membersihkan keringat Yoyo yang ada di keningnya. Yoyo tentu saja sangat kaget. Awalnya dia menolak, tapi karena A mey menunjukan sikap dilarang menolak, Yoyo pun pasrah saja saat wanita itu membersihkan keringat Yoyo yang kening dan lehernya.
"Ponselnya aku matiin, heheheh ..." jawab Yoyo sambil cengengesan.
"Astaga! Nanti Binbin nangis loh," balas A mey yang kini tangannya sudah berpindah ke leher pria disebelahnya.
__ADS_1
"Miss tadi lihat sendiri, kan? Binbin telfonnya nggak cukup satu kali. Ada aja yang ditanyakan, menggemaskan," balas Yoyo sambil menikmati pemandangan di depan matanya, serta menikmati perlakuan sang majikan kepadanya.
A mey sontak tersenyum tipis. "Binbin udah seperi anak kamu aja, Yo."
"Nah itu dia. Aku juga heran, Miss. Apa dulu Binbin juga seperti ini kalau bersama ayahnya?"
A mey mengangkat kedua bahunya sebagai jawaban kalau dia tidak tahu, lalu dia duduk menghadap ke arah yanng sama dengan Yoyo dan menyandarkan tubuhnya di bahu pria itu. Ada diperasaan senang dalam diri Yoyo diperlakukan seperti itu. Mungkin ini yang dinamakan kencan. Hingga beberapa saat kemudian, wajah Yoyo menunjukkan seperti wajah orang kaget, lalu dia menoleh sekilas ke arah A mey.
"Apa majikan yang jatuh cinta sama aku itu Miss A mey?" gumam Yoyo dalam hati. Lalu dalam diamnya, Yoyo memikirkan segala hal yang dia lalui dengan majikannya itu. Mata Yoyo berbinar. Dia seperti menemukan sesuatu saat sedang berpikir tadi.
"aku yakin, pasti Miss A mey yang sudah jatuh cinta sama aku? Kenapa dia tidak jujur saja? Apa yang dia tunggu?" hati Yoyo terus bergumam.
__ADS_1
...@@@@@@...