DALAM SARANG JANDA JANDA MUDA

DALAM SARANG JANDA JANDA MUDA
Tawaran Meresahkan


__ADS_3

Di sana, di sebuah ruangan yang biasa dijadikan tempat berkumpul dan bersenang senang, terlihat dua erang dewasa, pria dan wanita, sedang berbaring dengan posisi si pria memeluk si wanita dari belakang. Telapak tanggan kasar si pria menggenggam salah satu benda kenyal milik wanita di depannya.


Si pria sesekali melongok ke sisi sofa yang lain guna mengawasi bocah yang masih terlelap dan sama sekali tak terganggu dengan permainan nikmat yang di lakukan pria dan wanita itu. Hingga permainan selesai, anak itu sama sekali tidak menunjukkan tanda tanda bangun dari tidurnya.


"To."


"Hum? Apa, Miss?"


"Kamu tahu soal cctv dari siapa?"


"Dari Miss A moy kemarin siang," Tito terpaksa berbohong. Dia tidak mungkin jujur kalau dia tahu soal cctv bertepatan dengan saat A moy memberikan tubuhnya sebagai hadiah.


"Kamu sudah minta maaf sama semuanya?"


"Belum, Miss. Niatnya nanti bareng sama Yoyo. Tapi Yoyo lagi pergi nyusul Binbin."


"Ya baguslah, memang lebih baik kamu harus minta maaf pada semuanya. Dan kamu juga jangan lagi lagi melakukan hal kayak gitu. Kalau kamu lagi pengin, ngomong aja sama aku, Oke?"


"Ba-baik, Miss," Tito agak tergagap menjawabnnya. Tiba tiba dia mendadak dibuat dilema. Sudah ada dua majikan yang siap memberikan tubuhnya jika Tito sedang ingin bercinta. Entah dia harus senang atau bagaimana saat ini. Tito tidak tahu.


Dalam hati Tito juga bertanya tanya, apa dua majikannya ada hati kepadanya? Secara dengan suka rela A moy dan A ling menyerahkan tubuhnya kepada seorang pria miskin yang bekerja di rumah mereka. Padahal A moy dan A ling, wanita yang sangat cantik, seksi dan tentunya idaman para pria. Tapi kenapa mereka dengan mudah menyerahkan tubuhnya pada Tito?

__ADS_1


"Om," suara rengekan kecil memecahkan kehingan dua manusia yang saling merapat itu. Tito langsung bangkit dan beranjak mendekat ke arah si bocah yang ternyata masih memejamkan matanya.


"Bangun?" tanya A ling sembari bangkit memunguti pakaian dan mengenakannya.


"Cuma ngigau, Miss," jawab Tito sambil menepuk nepuk tubuh Zoe.


A ling lantas tersenyum. "Lain kali, kita main lagi ya, To. Kamu sangat hebat, aku belum puas. Lain kali kita main di hotel, oke?"


"Terserah Miss A ling aja," jawab Tito pelan.


"Baiklah, aku keluar dulu. Kamu tunggu kabar dari aku."


Waktu terus saja bergerak maju dan malam kini telah datang. Di tempat yang berbeda, Yoyo benar benar ditempatkan dalam satu kamar dengan A win. Bahkan saat ini, mereka sedang terbaring di atas ranjang yang sama. Keduanya hanya dipisahkan oleh tubuh Binbin yang sedari tadi menempel terus pada Yoyo. Mata Binbin hampir terpejam, sedangkan mata Yoyo dan A win masih terlihat segar.


"Miss," panggil Yoyo pelan. Terlihat sekali kalau dia marasa canggung.


"Hum? Ada apa, Yo?" jawab A win tanpa berpaling dari layar ponselnya.


"Eemm ... Miss tahu soal perbuatan kami yang terekam cctv nggak?"


Kening A win sempat berkerut dan dia menoleh ke arah Yoyo. "Tahu, kenapa?"

__ADS_1


"Ya nggak apa apa sih, Miss. Aku cuma ngerasa salah dan nggak enak aja. Aku sama Tito benar benar menyesal, Miss."


A win tersenyum sejenak lalu dia menaruh ponselnya di atas meja yang ada di sebelah tempat tidurnya, kemudian Wanita itu memiringkan tubuhnya menghadap Yoyo dan anaknya.


"Wajar sih, kalian lelaki normal yang nggak pernah dihadapkan pada situasi seperti itu. Siapa yang nggak tergoda coba dengan tubuh mulus A mey dan yang lainnya. Laki laki di negara ini juga nggak bakalan nolak kalau disodorin tubuh mereka. Wajar jika kalian sampai hilaf menyentuh mereka. Cuma salah kalian disitu. Kenapa kalian diam diam menyentuh mereka? Padahal kan kalian saat itu sedang berpesta dan saling peluk? Kenapa kamu sama Tito malah menyentuhnya saat mereka tidak sadarkan diri? Apa mereka mengancam akan melaporkan kalian ke polisi?"


"Belum sih, Miss. Tadinya malam ini aku dengan Tito mau minta maaf sama mereka, tapi aku malah nyusul Binbin."


"Ya udah, besok kalau kita pulang, kamu langsung minta maaf, ya?"


"Baik, Miss."


Obrolan mereka pun terhenti. Yoyo terus menepuk tubuh Binbin yang sudah terlelap. Suasana mendadak hening sejenak hingga beberapa menit kemudian.


"Yo."


"Iya, Miss?"


"Kenapa kamu nggak menyentuh tubuhku aja?"


...@@@@@@...

__ADS_1


__ADS_2