
"Aku kepengin loh ngajak Yoyo ke tempat tinggalku," celetuk A mey tiba tiba, dan celetukannya sukses mengalihkan perhatian lima wanita yang ada disana.
"Ngajak Yoyo ke rumah kamu?" tanya A shang, dan A mey mengangguk antusias. "Mau ngapai? Mau dikenalin sebagai calon suami?"
"Bisa jadi," jawab A mey sambil cengengesan. Karena beberapa mata menatapnya dengan serius, A mey lantas terbahak, "Hahaha ... Ya nggak juga. Kalian kan tahu rumahu dekat dengan tempat wisata. Kali aja dia mau berwisata gitu. Selama ini kan Yoyo hanya sibuk bekerja. Kali aja dia jenuh dan butuh penyegaran otak. Makanya aku pengin ngajak Yoyo kesana."
Meski ucapan A mey ada benarnya, tapi lima wanita yang ada disana merasakan sesuatu yang aneh pada saat mendengar alasan A mey. Dengan pikiran yang berkelana, mereka menangkap maksud lain dari sikap serta ucapan yang dtunjukan A mey saat ini.
"Kenapa hanya Yoyo yang ingin kamu ajak?" tanya A ling.
"Ya nggak tahu. Nggak ada alasan khusus. Lagian emang salah ya? Kalau aku hanya ngajak Yoyo?" jawaban A mey justru semakin membuat ke lima wanita yang ada di sana semakin curiga.
"Apa kamu suka sama Yoyo, Mey?" kini A win yang melempar pertanyaan dengan perasaan yang mendadak tidak tenang.
__ADS_1
"Kalau suka ya relatif sih. Kalian juga pasti suka sama mereka bukan?" balas A mey. "Tapi kan suka belum tentu cinta. Lagian aku males juga jika pulang selalu melihat mantan suamiku bermesraan sama saudaraku. Mereka kayak sengaja mau bikin aku panas gitu."
Kening kelima janda yang ada disana hampir semua berkerut. Sekarang mereka mengerti kenapa A mey hanya mengajak Yoyo seorang, pasti tujuannya untuk membuat panas sepupunya yang telah merebut suami wanita itu.
Perselingkuhan memang selalu menjadi salah satu pemicu terbesar retaknya sebuah rumah tangga. Begitu juga yang dialami oleh A mey. Dia dikhianati oleh sepupunya sendiri hingga rumah tanggganya hancur. Keadaanlah yang membuat perselingkuhan itu terjadi.
Dulu suami a mey sempat menganggur beberapa bulan, dan A mey lah yang bekerja dan menghidupi keluarga kecilnya. Tawaran sang sepupu agar suami A mey ikut bekerja di kantor sang sepupu, menjadi jalan awal perselingkuhan itu terjadi.
Perselingkuhan mereka terbongkar beberapa bulan kemudian. Tentu saja A mey sakit hati dibuatnya hingga dia memutuskan untuk bercerai. Entah itu karma atau hanya kebetulan, satu minggu setelah A mey cerai, sang mantan suami dan sepupunya dipecat dari tempat kerja mereka dan menyebabkan mereka memilih pulang ke rumah, dimana rumah A mey dan sepupunya itu bersebelahan.
"Dengan ngajak Yoyo, seenggaknya aku bisa menunjukkan kalau aku sudah mengikhlaskan mantan suamiku bersama sepupuku. Kalian tahu sendirikan sepupuku bagaimana?" ucap A mey lagi.
"Ya masuk akal sih? Tapi kenapa kamu memilih ngajak Yoyo? Padahal Tito juga cakep loh," ucap A zia.
__ADS_1
"Keduanya memang ganteng, tapi kan aku ngerasa, aku tuh lebih dekat dengan Yoyo. Mungkin karena kita pernah ke pesta bareng dan menjadi pasangan dadakan kali ya?" balas A mey sedikit berbohong. Entah reaksi seperti apa yang akan A mey dapatkan jika sebenarnya dirinya dan Yoyo sengaja membatalkan pergi ke pesta saat itu dan malah memilih berhubungan badan.
"Hahaha ... bisa aja sih, mungkin karena kamu nyaman ngajak Yoyo," ucap A ling. "Aku aja juga mungkin kalau pulang ke rumah, akan ngajak Tito."
ucapan A ling sontak saja kembali menjadi kejutan untuk janda lainnya. Mata kelima janda yang ada disana, langsung saja menatap ke arah A ling.
"Kamu ingin pamer juga kepada mantan suami kamu?" tanya A moy yang hatinya juga mendadak merasa resah.
"Hahaha ... yang ada mantan suamiku malah naksir Tito gimana? Bisa gawat dong," balas A ling santai.
Kelima janda yang mendengar ucapan A ling sontak ikut melebarkan senyumnya. Mereka juga pasti tahu kisah A ling yang cukup menyakitkan dan juga aneh. Bisa bisanya ada laki laki yang hanya memannfaatkan wanita demi laki laki lain agar bisa memiliki keturunan
"Lalu, apa alasan kamu mengajak Tito main ke rumah kamu?" tanya A shang.
__ADS_1
A ling sontak tersenyum. "Kalau alasannya karena aku ingin mengenalkannya sebagai lelakiku, gimana? Apa kalian percaya?"
...@@@@@@...