DALAM SARANG JANDA JANDA MUDA

DALAM SARANG JANDA JANDA MUDA
Gangguan


__ADS_3

"Wah! Berarti kalau aku ke tempat kamu, kita harus nikah dulu."


Kening Tito kembali berkerut sembari menatap wanita yang terlihat sangat antusias saat mengucapkan kata kita nikah. Entah apa maksud dari ucapan wanita itu. Serius atau hanya sekedar bercanda. Sungguh, Tito tidak ingin terbuai dalam angan angan semu. Sudah pasti Tito akan mudah terbawa perasaan karena kata kata itu.


Sejak Tito berhubungan badan dengan tiga majikannya, Tito sudah benar benar terbawa perasaan oleh kata suka yang dilontarkan mereka. tiga wanita yang pernah berhubungaan badan dengannya berkata kalau mereka suka sama Tito dan hal itu cukup membuat hati Tito senang bukan main karena disukai tiga wanita sekaligus.


Tapi setelah Tito mengetahui perbedaan suka dengan cinta, rasa senang itu berubah menjadi rasa bimbang yang cukup mengecewakan. Harapan Tito seketika gugur hanya karena arti yang berbeda dari dua kata itu. Makanya untuk saat ini, melihat sikap A ling yang berbeda, Tito tidak mau berharap lagi, takut kecewa lagi di ujungnya.


"Kenapa? Kok diam?" tanya A ling saat menyadari lawan bicaranya tidak bersuara dalam waktu yang lumayan lama. "Kamu nggak suka kalau kita menikah?"


Tito sontak saja terkesiap, lalu dia pun langsung cengengesan. "Miss A ling kalau bercanda bisa saja."


Kening A ling kini kembali berkerut. "Bercanda?"


Tito mengangguk dengan senyum yang cukup lebar. Dia hendak mengeluarkan suaranya tapi terhenti karena ada suara lain diantara mereka.


Ling ling!" seru seseorang. Tito dan A ling sontak menoleh ke arah sumber suara. Kening Tiro berkerut sejenak saat melihat seseorang yang berdiri tak jauh dari tempat mereka duduk.

__ADS_1


Berbeda dengan A ling, wanita itu justru menunjukkan sikap terkejut saat mengetahui siapa yang memangggilnya. "Ngapain dia ada di sini? Kenapa juga dia memanggilku pakai nama itu?" gumam Ling ling.


"Siapa?" tanya Tito dengan suara pelan.


"Mantan suamiku," balas A ling. Meski terkejut, Tito berusaha bersikap biasa saja.


Orang yang memanggil A ling sontak mendekat. "Bisa kita bicara, Ling ling?"


"Bicara apa? Kayaknya nggak ada lagi yang harus kita bicarakan," jawab A ling sedikit malas.


"Pliss, aku mohon. Aku ingin bicara sama kamu," mohon mantan suami A ling dengan wajah terlihat mengiba.


Di tempat wisata yang lainnya, Yoyo juga sedang asyik bercanda dengan A mey. Banyak cerita yang mereka bagikan satu sama lain. Mereka benar benar terlihat sangat menikmati waktu berdua mereka saat ini.


Jika bisa jujur, Yoyo sebenarnya ingin mengutarakan banyak pertanyaan yang bermunculan dalam benaknya saat merasakan sikap A mey yang berbeda. Sama seperti Tito, Yoyo juga takut mendapat jawaban yang berbeda dari pemikirannya. Makanya dia mengurungkan segala rasa tanya yang ada dalam benaknya.


"Mey!" sebuah suara sontak membuat A mey dan Yoyo yang sedang tertawa karena candaan langsung menoleh. Suara tawa mereka langsung hilang, berganti rasa terkejut setelah tahu siapa yang memanggil A mey.

__ADS_1


"Kamu ngapain disini?" tanya A mey dengan wajah yang terlihat sangat tidak suka kepada orang yang memanggilnnya.


"Aku ingin bicara sama kamu," jawab pria itu dengan mata terus tertuju pada A mey.


"Bicara apa? Nggak ada lagi yang harus kita bicarakan," jawab A mey ketus.


"Ada, Mey. Aku mohon, sebentar saja," pinta pria itu.


"Ya udah, bicara aja disini. Mau bicara apa?" ucap A mey dengan kesalnya.


Orang itu memandang Yoyo yang sedang terdiam, lalu kembali menatap ke arah A mey. "Nggak, Mey. Kita harus bicara empat mata. Nggak mungkin aku ngomong dihadapan orang lain."


A mey terlhat semakin kesal. Dia lantas berdiri. "ikut aku," titah A mey kepada pria orang yang sudah menjadi mantan suami, lalu A mey memandang Yoyo. "Kamu tunggu disini, Yo."


Tanpa menunggu jawaban dari Yoyo, A mey segera beranjak dan mengajak Mantan suaminya berbicara di tempat yang tidak jauh dari keberdaaan Yoyo. Pemuda itu hanya bisa menatap kepergian majikannya.


Yoyo terus memperhatikan dua orang yang pernah membangun rumah tangga bersama itu sedang berbicara. Jelas sekali terlihat ada perbedaan dari raut wajah yang mereka tunjukkan saat ini. Wajah si pria penuh dengan penyesalan dan wajah si wanita nampak begitu kesal. Tak butuh waktu terlalu lama, A mey hendak kembali menuju ke tempat semula. Namun sesuatu mengejutkan terjadi di tempat A mey.

__ADS_1


"Miss A mey! Awas!"


...@@@@@@...


__ADS_2