DALAM SARANG JANDA JANDA MUDA

DALAM SARANG JANDA JANDA MUDA
Bermain Otak


__ADS_3

"Apa yang anda lakukan?" tanya Tito dengan kepala mendadak pusing dan berkunang kunang. Dia meraba leher yang tadi disentuh oleh wanita bernama Samanta. Tito menemukan benda tipis seperti alat penyembuh luka dalam bentuk yang sangat kecil. "Apa ini?"


"Sialan! Apa anda mau berbuat jahat?" umpat Yoyo yang sudah keluar keringat dingin dengan perasaan yang tak karuan. Pandangan keduanya mulai bercabang.


Wanita yang berdiri di belakang Yoyo dan Tito tersenyum penuh kemenangan. "Tenang, itu hanya obat penenang agar kalian merasa santai dan damai," ucap Samanta lalu dia memberi kode kepada temannya agar mendekat.


"Gimana?" tanya Eva dengan wajah sumringah saat melihat dua pemuda itu mulai merasakan perasaan yang tidak nyaman.


"Ajak dia, ke mobil. Aku bawa yang satunya. Mumpung obatnya masih bereaksi. Jangan sampai orang orang curiga lihat kita," titah Samanta.


Dengan senang hati Eva menjalankan perintah Samanta. Dia menggandeng Yoyo dan memapahnya menuju ke mobil yang digunakan dua perempuan itu. Begitu juga Samanta, dia menggandeg Tito dengan mesra, seakan akan mereka pasangan agar tidak dicurigai orang orang yang ada disana.


"Sekarang, waktunya kita jemput anak anak," ajak Samanta.


"Oke!" balas Eva dengan penuh semangat. Mereka melangkah menuju ke sekolah Binbin dan Zoe, meninggakan Tito dan Yoyo yang masih dalam pengaruh obat.


"Obat apa yang mereka gunakan? Kenapa rasanya pusing banget," pekik Yoyo sembari memegangi kepalanya.


"Mungkin ini sejenis narkoba. Aku pernah lihat di sebuah film," jawab Tito. "Agar tetap waras, kita sebaiknya pukul wajah kita sendiri, Yo."

__ADS_1


"Sialan! Mereka pasti mengincar anak anak! Apa yang akan kita lakukan?" umpat Yoyo sembari bergerak membuka pintu mobil, tapi pintunya terkunci. "Kurang ajar! Kita benar benar dikurung dalam mobil!"


"Kita harus bisa berpikir, Yo. Anak anak pasti dalam bahaya," usul Tito.


Mereka berdua langsung bergerak, berusaha membuka pintu dengan segenap kekuatan yang ada. Mereka juga mencari sesuatu yang bisa digunakan untuk membuka pintu mobil. Tapi sayang, usaha mereka sepertinya tidak berhasil. Pengaruh obat di tubuh mereka, menyebabkan tenaga kedua pemuda itu berkurang sangat banyak.


Di saat bersamaan, Tito melihat dua wanita itu sudah menggandeng anak anak. Entah sandiwara apa yang wanita itu perankan. Guru yang berdiri di samping mereka nampaknya percaya pada dua wanita itu saat Samanta menunjuk ke arah mobil dimana Tito dan Yoyo berada.


"Nah itu mereka!" seru Samanta. "Tante nggak bohong kan? Udah kalian masuk Yuk?"


Melihat Yoyo dan Tito terlelap di mobil yang beda, Binbin dan Zoe pun percaya dan mereka langsung saja masuk dan meringsek dipangkuan penjaganya masing masing.


"Mereka sedang tidur, Sayang. Biarkan saja," seru Eva saat dia masuk ke dalam mobil dengan wajah yang sangat sumringah.


"Iya, Sayang, biarkan saja. Nanti kita bangunin saat sudah sampai ditempat tujuan kita ya?" Samanta menimpali sembari duduk di kursi pengemudi. Kedua wanita itu saling pandang, lalu saling melempar senyum penuh kemenangan. "Saatnya kita pesta, Sayang!"


Mobil pun bergerak maju. Eva dan Samanta langsung menyusun rencana sembari membayangkan kemenangan yang sebentar lagi akan mereka raih. Tanpa mereka sadari di belakang mereka sedang ada sebuah rencana besar.


Karena merasa aman dengan diamnya Tito dan Yoyo, kedua wanita terlalu fokus dengan rencananya, hingga tak menyadari kalau korban mereka hanya pura pura tertidur. Tito dan Yoyo memberi kode agar bocah yang ada dihadapannya diam.

__ADS_1


Beruntung, Zoe dan Binbin bisa diajak kerja sama. Yoyo membari kode agar Binbin mendekatkan telinga kepadanya, lalu dia membisikkan sesuatu. Awalnya wajah Binbin menunjukkan kalau dia sangat terkejut, tapi saat Yoyo meyakinkan, Binbin langsung tersenyum senang. Tito juga membisikan sesuatu kepada Zoe dan bocah itu langsung tersenyum lebar.


"Apa kita langsung kasih tahu Darren dan William saja?" tanya Eva memberi usulan.


"Jangan, nanti saja kalau kita sudah sampai dilokasi," tolak Samanta dengan mata yang terus menatap ke arah depan.


"Aku sudah tidak sabar, ingin melihat reaksi William bagaimana?"


"Hahaha ... sama."


Di saat yang bersamaan, mereka berdua tiba tiba teriak. "Akh! Lepaskan!" teriak Eva dan Samanta bersamaan


mereka dibuat terkejut ketika mereka merasa rambut mereka ada yang menariknya dengan sangat kuat. Ya, Zoe dan Binbin menarik rambut dua wanita itu dengan sangat kencang sampai Samanta tidak fokus dengan kemudi mobilnya.


"Lepaskan! Sakit! Akhh!"


Brak!


...@@@@@...

__ADS_1


__ADS_2