DALAM SARANG JANDA JANDA MUDA

DALAM SARANG JANDA JANDA MUDA
Keputusan Akhir


__ADS_3

"Terus keputusan apa yang akan kalian ambil untuk cinta kami pada kalian?"


Tito dan Yoyo sontak saling pandang, lalu mereka saling melempar senyum penuh arti. Sikap kedua pemuda itu tentu saja mengundang perhatian dan rasa penasaran enam janda yang sedang membutuhkan kepastian dari keduanya.


"Kenapa kalian malah saling tersenyum gitu? Apa kalian sudah memiliki rencana untuk kami?" cecar A ling yang sudah tidak sabar ingin mengetahui jawaban atas cintanya dan juga cinta janda yang lainnya.


"Yah, aku sama Tito memang sudah membicarakanya. Karena kami tahu cepat atau lambat hal semacam ini pasti akan terjadi," balas Yoyo dengan santainya.


"Benarkah?" tanya A mey dengan mata yang berbinar. Yoyo dan Tito sontak mengangguk secara bersamaan. "Berarti kalian sudah punya keputusan dong?"


"Tentu, dan kami harap, kalian bisa menghargai keputusan kami," balas Yoyo.


"Wahh! Cepat katakan, apa keputusan kalian?" tanya A zia sudah tak sabar ingin mendengarnya. Begitu juga dengan janda lainnya.


"Ada dua keputusan yang kami ambil," balas Yoyo lagi.


"Loh, kok ada dua?" tanya A shang nampak terkejut. "Kenapa bisa ada dua?"


"Udah deh, jangan banyak tanya dulu. Biar mereka berdua menjelaskanya langsung," protes A moy pada janda yang lainnya, dan semuanya langsung menuruti permintaan janda satu anak itu. "Udah Yo, jelasin semuanya."


Yoyo lantas mengangguk. "Gini, yang pertama, aku mau menerima cinta kalian tapi semuanya, atau aku tidak memilih salah satu diantara kalian. Itu keputusan kami."


"Maksudnya?" keenam janda itu nampak terkejut mendengar keputusan dua pemuda itu. Sebenarnya mereka mengerti dengan apa yang dikatakan Yoyo, tapi mereka juga butuh penjelasan yang lebih detail lagi.


"Begini," kini giliran Tito yang bersuara. "Kami mengambil keputusan itu juga dengan pemikiran yang sangat matang. Daripada kalian bersaing untuk mendapatkan cinta aku dan Yoyo, bukankah lebih baik kalau kita jalan bersama dengan cinta yang ada. Lagian hubungan yang kita jalani bukan perselingkuhan. Kalau kalian keberatan ya berarti dengan sangat terpaksa, mending kita nggak usah menjalin cinta. Gimana?"


"Berarti kalau diterima ya diterima semuanya, kalau ditolak ya ditolak semuanya gitu?"


"Yap! Betul sekali. Tenang saja, kalau kalian mau berbagi cinta, kita akan belajar adil kok."

__ADS_1


Keenam janda itu nampak terdiam. Mereka saling pandang sejenak sembari mencerna setiap kata yang baru saja Tito ucapkan.


"Gini saja deh, aku beri waktu kalian untuk berpikir dan berdiskusi. Kami tunggu jawaban kalian nanti. Sekarang kami akan kembali ke kamar dulu," ucap Yoyo, lalu dia dan Tito bangkit dari duduknya dan beranjak keluar ruangan tersebut meninggalkan para janda.


"Menurutmu, mana yang akan mereka pilih Yo?"


"Nggak tahu, pasti bagi mereka akan terasa sulit untuk memilih. Yang penting kita bisa tegas lah, daripada ditanya terus soal cinta."


" Hahaha .... benar, aku ke kamarku dulu lah, pengin mandi."


"Oke!"


Dua pemuda itupun memasuki kamar masing masing. Sedangkan enam janda nampak sedang berdedat memilih jalan yang terbaik. Hingga beberapa puluh menit kemudain, mereka berhasil mengambil kesepakatan bersama dan keenam janda itu langsung beranjak untuk menemui pemuda itu."


"Loh, Yoyo mana?" tanya A win ketika keenam janda memasuki kamar Tito.


Tito nampak terkejut saat enam janda itu tiba tiba masuk ke kamarnya. "Yoyo ada di kamarnya, Miss."


"Gimana, Miss. Kalian sudah mengambil keputusan?" tanya Tito yang saat itu sedang duduk di ranjang sambil bermain ponsel.


Ketiga janda yang ada disana bukannya menjawab pertanyaan Tito, mereka malah saling senyum dan mendekati pemuda itu. Sekarang malah Tito yang dibuat penasaran dengan sikap tiga janda yang mendekat dan duduk mengitarinya. Tito benar benar duduk ditengah tengah tiga janda.


"Ada apa, Miss? Kok kalian malah senyum senyum?"


"Kamu pengin tahu kan keputusan kami," tanya A moy yang duduk di hadapan Tito. Pemuda itu pun lantas mengangguk. "Keputusannya adalah kami setuju dengan keputusanmu."


"Keputusan yang mana, Miss? Kan ada dua?"


"Yang pertama dong, Sayang. Kami mau kok berbagi cinta bersamamu, To."

__ADS_1


"Beneran?" tanya Tito memastikan. Dia nampak terkejut mendengar keputusan tiga janda itu.


"Benar, Sayang. Kami siap kok digilir cinta sama kamu. Yang penting kamu bersikap adil."


Senyum Tito langsung melebar. "Wah! Makasih. Aku akan berusaha adil untuk membahagiakan kalian. Kalau begini kan aku jadi tenang menjalankan kisah cinta pertamaku. Jadi sekarang kita resmi jadian ya, Miss?"


Ketiga janda itu mengangguk bersama dan juga tersenyum dengan bahagia.


"Ya udah, sekarang kita rayakan hubungan cinta kita, yuk," usul A zia.


"Merayakan dimana? Di ruang karaoke?" tanya Tito.


"Nggak usah, disini aja."


"Kok disini?" Tito makin kelihatan bingung.


"Iya disini. Kita bercinta, tiga lawan satu, kamu mau kan?"


"Apa!" pekik Tito.


"Udah nggak usah nolak. Demi keutuhan cinta kita, oke?"


"Baiklah."


Tito pun pasrah. Begitu juga yang terjadi pada Yoyo di kamar sebelah. Dua pemuda itu benar benar merayakan hari bahagia mereka dengan bercinta satu pria lawan tiga wanita sebagai awal kisah cinta pertama dua pemuda. Entah kedepannya hubungan mereka akan seperti apa, tapi yang pasti hari ini, dua pemuda kampung itu sungguh bahagia dengan asmara yang bersemayam di dada. Selamat menempuh perjalanan cinta Tito dan Yoyo. Semoga kisa kalian menghibur hati para pembaca.


》》》》》》 T A M A T 《《《《《《


Akhirnya kisah ini pun usai. Terima kasih yang sudah memberi dukungan pada cerita ini. Maaf jika masih banyak kesalahan. Sebagai gantinya othor sudah siapkan judul baru yang tayang hari ini juga ya. judulnya BULE NYASAR JADI REBUTAN. ikuti yuk. Terima kasih.

__ADS_1



__ADS_2