DALAM SARANG JANDA JANDA MUDA

DALAM SARANG JANDA JANDA MUDA
Semakin Meragu


__ADS_3

Setelah perdebatan yang cukup melukai hati itu usai, keenam janda saling diam meski mereka saat ini sedang duduk bersama. Ucapan terakhir Tito yang penuh rasa kecewa, membuat semua janda juga merasa kecewa karena secara tidak langsung cinta mereka tertolak bersamaan.


Jika suasana hati sedang tidak baik baik saja, maka setiap pekerjaan yang dilakukan pun akan terganggu dan menjadi tidak fokus. Begitu juga dengan enam janda saat ini. Suasana hati mereka sedang kacau karena penolakan cinta yang mereka dapatkan. Akibat dari emosi sesaat, semua impian berubah menjadi jalan yang tidak diharapkan untuk mereka lewati.


"Harusnya Kak Moy tidak perlu ngomong sekasar itu pada mereka. Jelas sekali kalau harga diri mereka pasti sangat terluka saat ini," ucap A mey tiba tiba, memecah keheningan yang sedari tadi terjadi di ruangan bercat biru itu. Semua nampak terkejut dengan ucapan A mey yang menyalahkan satu orang hingga masalah ini terjadi.


"Aku melakukan itu juga karena rengekan kalian. Bukankah kalian yang meminta mereka untuk dirawat di kamar terpisah? Terus kalian seenaknya gitu menyalahkan aku?" cecar A moy dengan emosi yang meluap. Satu orang yang bersuara, tapi orang lain yang ikut kena imbasnya.


"Bukan begitu, maksud aku ..."


"Maksud kamu apa?" Hah!" bentak A moy lantang sampai A mey tak bisa melanjutkan kata katanya. "Aku juga kelepasan berbicara seperti itu! Mereka itu menolak untuk pindah kamar, tapi demi kalian aku terpaksa mengeluarkan kata itu agar mereka nurut! Kalian malah seenaknya menyalahkan aku! Sialan!" maki A moy yang emosinya semakin tinggi. Dia langsung pergi begitu saja meninggalkan ruangan itu dengan emosi yang sangat bergemuruh.


"Kenapa kamu malah ngomong kayak gitu sih, Mey? Makin kacau kan jadinya!" hardik A win begitu tubuh A moy menghilang.

__ADS_1


"Ya maaf, aku kan hanya ..."


"Hanya mengungkapkan isi hati kami? Nggak perlu! Aku aja mati matian menahannya untuk tidak ngomong. Setidaknya jaga perasaan A moy. Itu semua kan karena keinginan kita yang sama sama pengin merawat Yoyo dan Tito. Kalau tidak ada yang usul mereka dirawat di tempat terpisah ya tidak bakalan terjadi hal semacam ini," ucap A win tak kalah kesal. Dia pun ikut beranjak meninggalkan ruangan itu.


Selama mereka bekerja sama dan juga berteman, baru kali ini keenam janda itu bertengkar yang lumayan besar. Sebelumnya tidak pernah terjadi masalah seperti ini. Dan pertengkaran kali ini justru terjadi hanya karena seorang pria.


Sementara itu di kamar lain, Yoyo dan Tito merasa sedikit lebih lega setelah meluapkan amarahnya kepada keenam janda secara langsung. Sebelum kedatangan para majikannya ke kamar mereka, dua pemuda itu memang sedang membicarakan bagaimana mengambil sikap tegas pada enam janda itu. Di saat bersamaan, secara kebetulan keenam janda itu malah datang menghampiri mereka. Tentu saja mereka menggunakan kesempatan itu dengan sangat baik.


"Mau tidak mau mereka harus mau mengerti. Mereka yang memaksakan kehendak, ya udah kita ikuti saja," jawab Tito yang juga sedang menikmati kue pemberian majikannya.


Padahal kedua pemuda itu baik baik saja, tapi ke enam janda itu terlalu berlebihan dalam menunjukkan rasa cinta mereka. Berbagai hidangan enak mereka beli agar dua pemuda itu bersimpati. Namun malah keributan yang terjadi dan merenggangkan hubungan mereka.


"Tapi, apa nanti mereka juga akan berhenti minta jatah isi celana pada kita?"

__ADS_1


"Kalau itu kayaknya nggak deh. Apa lagi mereka kan jatuh cinta pada kita karena isi celana kita. Saat mereka minta jatah isi celana kita nanti, pasti mereka akan sedikit memaksa juga."


Yoyo nampak manggut manggut dengan mata melihat puding yang tinggal separuh di atas piring yang dia pegang. "Jadi wajar kan ya? Kalau kita mikir mereka hanya cinta sama isi celana kita saja. Lagian mana ada gara gara isi celana, mereka malah jatuh cinta pada kita."


"Hahaha. .. benar juga. Aturan jangan ada kata cinta kalau ujung ujungnya selalu pada minta isi celana kita. Heran aku, apa bagusnya sih isi celanaku sampai tiga wanita jatuh cinta padaku?"


"Bukan jatuh cinta kepadamu, To, tapi jatuh cinta pada isi celana kamu. Kalau mereka jatuh cinta kepada kita, berarti mereka sedang khilaf, tapi kalau cinta pada isi celana kita, berarti mereka doyan."


"Hahaha ...bisa aja kamu. Kita lihat aja nanti siapa yang bakalan baik baikin kita demi isi celana."


"Wah! Siap!"


@@@@@

__ADS_1


__ADS_2