
Karena mengalami kejadian buruk, A ling dan Tito memutuskan pulang ke rumah orang tuanya setelah menjalani pemeriksaan dan menjadi saksi atas peristiwa yang menimpa dirinya tadi di aera wisata. Mungkin karena mereka memilih piknik bukan dihari libur jadi tempat wisata yang mereka kunjungi sangat sepi hingga orang yang berniat buruk bisa dengan mudah melampiaskan niatnya di tempat wisata tersebut.
"Kenapa nggak nginep semalam lagi disini?" tanya Ibu A ling yang masih terlihat jelas wajah khawatirnya.
"Masih banyak kerjaan, Ma. Lagian kasihan anak anak juga," balas A ling memberi alasan yang tepat agar bisa diijinkan pulang. Sementara Tito hanya terdiam, tak bisa berkata kata.
"Hmm. Mereka kan bukan anak kamu, Ling," balas Mamanya A ling masih berusaha untuk menahan sang anak agar mau menginap semalam lagi.
"Tapi kan anak anak butuh dia, Ma," balas A ling sambil menunjuk ke arah Tito. "Nggak enak sama kak A moy."
Jika bisa jujur, sebenarnya A ling juga masih betah berlama lama bersama Tito. Apa lagi dia belum berhasi mengetahui isi hati pemuda itu. Jika dibolehkan, A ling pengin selalu bersama pemuda yang telah menjadi pahlawan baginya hari ini. Apa lagi kejadian tadi saat Tito melawan Se cong, membuat rasa yang ada di hat A ling semakin kuat dan tak terkendali.
Tapi karena kondisinya A ling harus bersaing secara sehat dan Tito seperti terikat dengan Zoe, Mau tidak mau, A ling harus segera pulang karena sudah pergi dua hari bersama Tito pada saat jam kerja.
Rasa berat untuk pulang ke rumah juga dirasakan oleh A mey. Dengan sangat berat hati, dia kembali ke rumah dimana dia tinggal dan bekerja. Padahal dia masih ingin berlama lama dengan pemuda tampan yang saat ini sedang fokus menyetir menuju pulang.
Aksi Yoyo yang memberi pertolongan pada A mey, tentu saja meninggalkan kesan yang sangat mendalam pada hati janda cantik itu. Dia tidak menyangka, Yoyo dengan kerennya menolong wanita itu dan membekuk mantan suami dengan sangat mudah. Rasa cinta yang ada dihati A mey pun kian bertambah besar dengan adanya kajadian tadi.
__ADS_1
Setelah memakan waktu perjalanan selama hampir dua jam, akhirnya Tito dan A mey sampai di tempat tujuan. Zoe yang sudah sangat menunggu kedatangan Tito, langsung saja berlari keluar rumah begitu tahu penjaganya datang.
"Om Tito!" teriak Zoe sembari berlari ke arah mobil yang baru saja digunakan Tito dan A mey.
"Jangan lari lari, Jagoan!" seru Tito saat baru turun dari mobil dan melihat Zoe berlari ke arahnya. A mey sendiri hanya tersenyum masam melihat kedekatan dua pria beda usia itu. Seandainya dia juga mempunyai anak, pasti anaknya akan sangat dekat dengan Tito juga.
"Binbin mana?" tanya Tito begitu Zoe sudah berada dalam gendongan.
"Binbin lagi nangis," jawab Zoe.
"Loh? Nangis kenapa?" kini Tito melangkah masuk ke dalam rumah setelah ditinggal A mey yang memilih masuk terlebih dahulu.
"Om mandi dulu ya? Badan Om bau," ucap Tito sambil meletakkan tubuh Zoe ke atas ranjang.
"Oke, Om!"
Tito pun segera mengambil handuk dan memilih melepas baju di kamar mandi. Beberapa menit kemudian, terihat Tito keluar kamar mandi dengan handuk melilit di pinggangnya.
__ADS_1
"Loh, kamu udah di rumah,Yo? Kapan nyampe?" tanya Tito dengan wajah sediki terkejut saat melihat Tito sudah berada di kamar yang sama bareng Binbin.
"Belum lama sih. Kamu pulang dari tadi?" ucap Yoyo sambil memperhatikan Zoe dan Binbin bermain di atas ranjang Tito.
"Sekitar dua puluh menit yang lalu, lah," jawab Tito sambil membuka lemari dan mengambil pakaian ganti. "Gimana, ada cerita apa hari ini?"
Yoyo yang sedang terbaring terlihat menghembuskan nafas secara kasar. "Tahulah, To. Aku bingung dengan majikan majikan kita."
Kening Tito sontak berkerut sembari memakai pakain ganti. "Bingung kenapa?"
"Kata A ling, diantara majikan kita, ada yang jatuh cinta sama aku," jawab Yoyo.
"Loh kok sama? A mey juga bilang seperti itu sama aku," balas Tito. "Lalu apa masalahnya?"
"Yang jadi masalah, diantara enam majikan kita, siapa yang jatuh cinta sama kita? Kita kan nggak tahu, eh A ling malah nyuruh kita peka. Kalau ternyata yang jatuh cinta pada kita, satu orang yang sama, bagaimana?"
"Waduh!"
__ADS_1
...@@@@@...