DALAM SARANG JANDA JANDA MUDA

DALAM SARANG JANDA JANDA MUDA
Meresahkan


__ADS_3

"Sini aku ajarin joget , nggak usah nolak! A zia, ajari Yoyo joget, aku ngajarin Tito."


"Oke!"


Keduanya pasrah saja. Namun beberapa saat kemudian, kedua pemuda itu kembali harus terkejut dengan apa yang dilakukan A mey dan A zia saat meraih tubuh Tito dan Yoyo. Tubuh keduanya langsung menegang dengan nafas yang terasa sesak.


A mey dan A zia berdiri di hadapan Yoyo dan Tito dengan posisi kedua pria itu berada di belakang kedua wanita. A mey meraih kedua tangan Tito dan melingkarkan tangan kekar Tito ke pinggangnya dengan erat. Kepala Tito, A mey dorong ke atas pundak kanan wanita itu. Begitu juga dengan Yoyo. Dia diperlakukan yang sama oleh A zia seperti Tito.


"Nah! Sekarang kita gerak pelan pelan," ucap Azia. "A ling, musiknya ganti yang pelan dan romantis dong?"


"Oke!" A aling segera mengganti nada musik yang awalnya keras dan menggelegar berubah menjadi musik yang lembut.


Sungguh tidak bisa dijelaskan perasaan Tito dan Yoyo saat ini. Untuk pertama kalinya mereka memeluk seorang wanita. Hanya memeluk saja, detak jantung kedua pemuda itu berdetak dengan sangat kencangnya. Di tambah lagi keadaan para wanita yang dipeluk hanya memakai pakaian pantai yang super seksi, membuat sesuatu yang ada pada dua pria itu semakin meronta.


Saat kulit tangan mereka menyentuh kulit perut majikannya, dan dagu mereka bertumpu diatas pundak wanita yang dipeluknya, jiwa lelaki itu benar benar ingin memberontak dan menuntut lebih. Keduanya benar benar tidak mengeluarkan suara apapun. Meski mereka mulai mengikuti gerakan wanita dalam pelukanya yang seirirama dengan musik pelan dan lembut yang menggema di ruangan tersebut.


"Gantian dong, aku kan juga pengin dansa dengan mereka," rengek A shang beberapa saat kemudian sambil menenggak minuman beralkohol.


"Ya udah, nih," ucap A zia.

__ADS_1


A shang sontak berdiri menggantikan A zia dan A ling menggantikan A mey. Cobaan yang dirasakan kedua pria itu pun kini semakin berat. Kini posisi mereka berpelukan dengan cara berhadapan badan. Badan mereka sangat menempel, membuat Jiwa Tito dan Yoyo benar benar meronta tanpa henti. Saat tubuh mereka bergerak, Tito dan Yoyo merasakan sesuatu yang kenyal menempel di dadanya


"Nanti kalau Miss A moy pulang bagaimana? Apa nggak dimarahi?" tanya Tito. Sebenarnya itu hanya alasan saja agar dia segera keluar dari ruangan yang sangat menyiksa jiwa liar lelakinya.


"Tenang saja, kita sudah bilang kok. Anak anak juga bakalan pulang telat. Mereka pada mau main dulu," jawaban A ling seakan langsung menutup akses Tito dan Yoyo agar tidak bisa keluar dari ruangan itu.


Mereka terus bergantian pasangan sambil terus menggerakan badan seirama musik yang pelan. Tito dan Yoyo pun sudah merasakan memeluk ke empat wanita secara bergantian. Hingga beberapa jam kemudian para wanita yang sudah sangat mabuk karena pengaruh alkohol, kini mulai tepar dia atas sofa dan pelukan kedua pemuda.


"Sepertinya mereka terlalu tepar, To. Gimana ini?" tanya Yoyo.


"Ah iya, ya udah kita letakkan mereka di ruang ini aja. Kita nggak mungkin kan mengangkat mereka ke kamarnya masing masing," jawab Tito.


"Yo."


"Hum?"


"Kamu ngerasa pengin khilaf nggak sih melihat mereka?"


"Pengin banget lah, gila! Udah cantik, mulus dan pasrah gitu. Lelaki mana yang nggak tergoda coba."

__ADS_1


"Apa perlu kita hilaf, Yo? Sumpah, aku nggak tahan banget."


"Hust, jangan, nanti kita kena kasus. Ingat! Ini negara orang. Kamu mau? Kita dapat masalah besar?"


"Hahaha ... cuma becanda, Yo. Lagian, aku malah takut kalau sampe khilaf. Aku juga masih punya utang pada agen. Kasihan orang tuaku nanti."


"Nah itu tahu, makanya mending kita keluar, kita tuntasin pake sabun, Yok!"


"Oke!"


Mereka pun segera hendak keluar. Tapi saat baru membalikkan badan, Tito berkata, "Tapi kalau kita meraba sebentar pake tangan, kira kira aman nggak? Cuman mencolek gitu?"


Yoyo tercenung sejenak lalu matanya berbinar. "Sepertinya aman, kenapa?"


"Bagaiamana kalau kita meraba bagian pentingnya saja, lubang dan bukit kembarnya, gimana? Cuma sebentar?"


"Setuju!" seru Yoyo tanpa pikir panjang.


Mereka langsung melancarkan aksinya. Dua pemuda itu benar benar menyentuh sesuatu milik wanita yang sering dijadikan bahan untuk membayangkan saat mereka sedang bermain dengan sabun mandi. dua pemuda itu benar benar menyentuh ke empat majikannya dengak tangan tanpa mereka sadari kalau aksi mereka saat ini terekam cctv.

__ADS_1


...@@@@@@...


__ADS_2