
"Nggak bakalan aku ijinin. Enak saja. Lagian kan besok itu acara kencan kita, To. Apa kamu nggak suka kencan sama aku?"
"Kencan?" tanya Tito dengan kening yang berkerut. Dia tahu apa itu kencan, tapi dia tidak pernah tahu bagaimana rasanya kencan. Yang dia tahu, kencan adalah pergi berdua dengan orang yang spesial, tapi selama ini Tito tidak memiliki wanita yang spesial. Lalu kenapa wanita yang sekarang duduk dipangkuannya malah mengajak Tito kencan? Apa Miss A ling menganggap Tito adalah orang yang spesial?
"Iya, kencan. Kamu nggak suka ya? Kencan sama aku?" tanya A ling lagi dengan tatapan tertuju pada pria yang sedang menatapnya juga. Dua telapak tangan Tito yang sedang memainkan bukit kembar A ling sontak menghentikan gerakannya.
"Bukannya nggak suka, Miss. Tapi, bukankah kencan itu biasa dilakukan oleh dua orang yang saling mencintai?" ucap Tito dengan polosnya.
Mendengar jawaban apa adanya dari pria itu, senyum A ling pun terkembang. Satu tangan wanita itu bergerak meraih dagu Tito dan mengangkatnya. Lalu, tak lama setelah itu, kepala A ling bergerak dan dia menempelkan bibir merahnya kepada bibir merah milik penjaga anak anak. Untuk beberapa menit adegan perang bibir itu terjadi. Dari yang awalnya pelan, perang bibir itu semakin liar dan beringas, karena mendapat dorongan hasrat yang mulai meninggi.
"Kamu sendiri bagaimana? Mencintai aku atau tidak?" A ling bertanya lagi di saat bibir mereka sudah terlepas. Wanita bertanya sembari melepas kancing baju kemeja yang dipakai Tito satu persatu.
"Tidak tahu, Miss," jawab Tito jujur. "Maaf."
__ADS_1
A ling kembali tersenyum. "Ngapain minta maaf, Sayang. Ya nggak apa apa kalau kamu tidak tahu, aku ngerti kok, semua kan ada jalannya. Butuh proses," jawab A ling. Bukannya dia kecewa dengan jawaban Tito, tapi A ling mengerti keadaan pria itu bagaimana. Mungkin menurut A ling memang butuh waktu agar dia tahu isi hati pria itu.
Sekarang tangan Tito kembali bergerak. Tangan itu melepas kain yang masih melekat pada tubuh majikannya. Tito sangat kaget, saat A ling menyodorkan lubang nikmat itu tepat di hadapan wajahnya. Tito tahu apa yang harus dia lakukan. Tentu saja dia tahu dari film dewasa yang pernah dia tonton saat di kampung.
Untuk sementara tidak ada pembicaraan soal perasaan diantara mereka. A ling memutuskan menuntaskan hasratnya terlebih dahulu daripada berbicara soal perasaan di saat harsat keduanya sedang naik sangat tinggi, itu tidak akan fokus dan hasilnya kurang mengena dalam hati jika bercinta sambil membahas perasaan.
Hal yang sama juga sedang terjadi di kamar lain. Tepatnya di dalam kamar sebuah rumah dimana sahabat Tito sedang menginap malam ini. Di saat Tito baru memulai hubungan nikmat dengan majikannnya, Yoyo sendiri malah sudah selesai dironde pertama dengan sukses. Saat ini keduanya sedang terbaring mesra di atas ranjang yang menjadi tempat pelampiasan hasrat mereka.
Awalnya, Yoyo juga kaget dan canggung saat orang tua A mey mengijinkan Yoyo tidur sekamar dengan majikannnya itu. Meski banyak pertanyaan yang tumbuh dalam benaknya, Yoyo lebih memilih menyimpan pertanyaan itu daripada mengutarakannya. Dia dan A mey hanya mengobrol biasa hingga berakhir dengan hubungan badan yang penuh gejolak.
"Hum," jawab Yoyo dengan mata terpejam menikmati jari jari wanita yang sedang bermain main di atas tubuhnya.
"Jika diantara enam majikan kamu, ada yang suka sama kamu? Apa yang akan kamu lakukan, Yo?"
__ADS_1
Mendengar pertanyaan A mey, mata Yoyo sontak terbuka dan menatap wanita itu yang hanya kelihatan rambutnya saja. Karena wajah wanita itu sedang menunduduk di atas dada bidang Yoyo. "Suka?" tanya Yoyo.
"Iya, kalau diantara mereka ada yang suka, tapi suka dalam artian khusus loh, Yo. Apa yang akan akan kamu lakukan?"
Kening Yoyo sontak berkerut. "Suka dalam artian khusus itu maksudnya apa, Miss?"
A mey sontak tertegun mendengarnya, tapi tak lama setelah itu senyummya terkembang. Pria itu begitu polos. A mey menggeser tubuhnya menjadi tengkurap di atas tubuh Yoyo dengan wajah yang saling berhadap hadapan.
"Suka dalam artian khusus itu artinya, jatuh cinta sama kamu."
Deg!
Kini gantian Yoyo yang tertegun mendengar jawaban A mey. "Jatuh cinta?" tanya Yoyo dengan suara yang agak terbata.
__ADS_1
A mey mengangguk sambil tersenyum tipis. "Ya, jatuh cinta. Apa yang akan kamu lakukan jika salah satu majikan di tempat kamu bekerja ada yang jatuh cinta kepadamu?"
...@@@@@...