DALAM SARANG JANDA JANDA MUDA

DALAM SARANG JANDA JANDA MUDA
Aksi Dua Bocah


__ADS_3

"Lepaskan! Sakit! Akhh!"


Brak!


Mobil menabrak tiang listrik. Beruntung mobil melaju dengan kecepatan sedang, jadi benturannya tidak terlalu keras. Yoyo dan Tito juga sudah memperhitungkan hal ini. Di saat anak anak sedang melakukan aksinya, mereka memberi perlindungan kepada Binbin dan Zoe.


"Anak anak kurang ajar! Lepaskan!"


Samanta dan Eva benar benar berusaha keras melepas rambut mereka dari tarikan bocah yang sangat kuat. Mereka berusaha meraih tubuh bocah dan memaksakan diri melepas jambakan rambut mereka hingga beberapa helai rambut terlepas dari akarnya.


Eva dan Samanta murka. Mereka bersiap akan memberi pelajaran. Tapi kedua anak itu langsung menangkis gerakan tangan dua wanita itu sampai mereka juga berhasil menghantam dada, leher dan wajah Samanta juga Eva.


Tentu saja semua yang dilakukan dua bocah itu sesuai dengan arahan pelatih bela diri mereka. Hanya dengan bisikan kata kalau sekarang saatnya ilmu bela digunakan, Binbin dan Zoe benar benar melukannya dengan semangat. Meski gerakannya masih kurang beraturan, tapi setidaknya bisa membuat dua wanita itu mengerang kesakitan.


"Sekarang kita keluar!" seru Yoyo yang posisinya ada di tepi jalan. Dia sudah membuka pintu belakang.

__ADS_1


"Mau kemana kalian! Hah!" teriak Samanta. Dia berusaha menghalangi anak anak keluar mobil tapi dengan sekuat tenaga, Tito dan Yoyo mencegahnya. Samanta tidak terima. Dia berhasil lolos dari tangan Yoyo, kemudian Samanta langsung keluar untuk menangkap anak anak kembali. Sedangkan Eva juga berusaha keluar dari dalam mobil, tapi sial, rambutnya ditahan oleh Tito dengan sekuat tenaga.


"Lepasin! Kurang ajar!" bentak Eva sembari terus memberontak berusaha memberi perlawanan. Namun sayang, usaha wanita itu sungguh sia sia. Dengan sekuat tenaga Tito bergerak dan berpindah tempat duduk dibalik kemudi. "Apa yang kamu lakukan!" teriak Eva.


Tito tak mempedulikannya, dia mencabut kunci mobil dan mambuangnya ke jalan. Mata Eva sontak membelalak. Dia berusaha menyerang Tito, tapi wanita yang hobby bersolek itu seperti tidak punya tenaga sama sekali. Pukulan yang Tito terima, benar benar tidak terasa sama sekali.


Di saat itu juga, Yoyo sudah keluar dari mobil dan segera memberi perintah kepada dua bocah itu untuk menyerang si wanita saat Samanta sedang berusaha menangkap anak anak itu. "Serang!"


Binbin dan Zoe langsung memberikan perlawanan. Tendang, pukul, jambak, hantam, semua yang mereka lakukan sesuai atas interupsi Yoyo yang terduduk lemas. Bahkan anak anak barhasil membuat Samanta tersungkur hingga hidungnya mengeluarkan darah.


"Tuan! Tolong, mereka mau menculik anak anak!" pinta Yoyo berusaha berbicara dengan keras.


"Apa!" warga yang menyaksikan tentu saja langsung memberi pertolongan. Ada yang memanggil polisi, ada yang memanggil dokter dan ada juga yang meringkus Samanta dan Eva. Tito segera keluar dari mobil menyusul Yoyo. Mereka duduk di tepi jalan bersama anak anak. Kedua pemuda itu benar benar menahan sekuat tenaga agar tidak tertidur karena pengaruh obat.


"Lepaskan! Saya bukan penculik, lepaskan!" Samanta dan Eva berusaha memberontak dan bersandiwara. Namun sayang tidak ada satupun yang percaya dengan sandiwara mereka.

__ADS_1


Tak lama setelah itu, mobil polisi dan ambulan akhirnya datang ke lokasi. Yoyo dan Tito langsung diberi pertolongan. Mata mereka langsung terpejam saat mereka memastikan kedua bocah aman dan ikut satu mobil bersama mereka. Sedangkan Samanta dan Eva, langsung dibawa ke kantor polisi untuk mempertanggung jawabkan perbuatan mereka.


"Sial! Kenapa malah jadi kayak gini," umpat Samanta.


"Gimana ini, Samanta? Aku nggak mau di penjara!" rengek Eva. "Orang tuaku pasti bakalan murka."


"Aku juga nggak mau! Sialan anak anak itu, hidungku sampai berdarah kayak gini," maki Samanta.


"Harusnya aku nggak setuju dengan rencanamu ini. William pasti akan semakin membenciku," ucap Eva penuh sesal.


"Ah sialan kamu! Kalau berhasil juga pasti kamu bakalan senang juga, kan?" bentak Samanta. Dia semakin emosi mendengar keluhan Eva yang penuh dengan penyesalan.


"Tapi buktinya, rencana kamu gagal. Sungguh rencana yang konyol, bisa bisanya aku malah setuju dengan ide nggak guna kayak gitu," cibir Eva.


"Apa kamu bilang? Hah!" Samanta meradang dan dia langsung menyerang Eva. Yang diserang pun tak terima. Eva langsung memberikan perlawanan dan keributan pun terjadi di dalam sel.

__ADS_1


...@@@@@...


__ADS_2