DALAM SARANG JANDA JANDA MUDA

DALAM SARANG JANDA JANDA MUDA
Dan Terjadi Lagi


__ADS_3

"Yo."


"Iya, Miss?"


"Kenapa kamu nggak menyentuh tubuhku aja?"


Yoyo tertegun mendengar pertanyaan majikannya. Mata mereka saling tatap dan Yoyo kesusahan menghindari tatapan mat itu. Dia hanya bisa menggerakan bola matanya ke arah Binbin yang wajahnya menghadapnya.


"Bukankah kamu pernah melihat tubuhku, Yo? Bahkan kamu juga mengangkatnya. Kenapa kamu nggak nyentuh tubuhku saja? Malah bikin masalah dengan diam diam menyentuh yang lain?" cecar A win yang semakin membuat Yoyo gelagapan.


Bagaimana mungkin Yoyo akan berani meminta lebih kepada majikannnya? Yang ada nanti dikira pembantu kurang ajar. Meski ucapan A win ada benarnya tapi secara keadaan, Yoyo tidak punya keberanian untuk mengatakannya kepada A win jika dia ingin menyentuhnya.


"Aku mana berani, Miss, bilang terus terang gitu? Yang ada nanti aku langsung dipecat gimana?" jawab Yoyo yang membuat A win sontak tersenyum dan setuju dengan ucapannya.


Hingga beberapa saat kemudian Yoyo sungguh dibuat terkejut sampai matanya membelalak. D depan mata Yoyo, A win membuka seluruh pakaiannya saat itu juga. Sontak saja pikiran Yoyo langsung tertuju pada kejadian seperti malam kemarin bersama A mey.

__ADS_1


"Sekarang, silakan kamu sentuh aku, Yo, sepuasmu!"


Yoyo makin kelimpungan. Sebuah lampu hijau yang justru membuat rasa panik yang berlebihan. Meski ada sisi hati yang lain bersorak kegirangan, tapi rasa panik yang membuat Yoyo merasa susah bernafas, lebih mendominasi.


"Tapi, Miss, ada Binbin," ucap Yoyo beralasan. Tapi jawaban Yoyo dianggap lampu hijau oleh A win. Wanita itu kembali tersenyum kemudian merangkak dan pindah di sebelah Yoyo hingga pemuda itu berada di tengah tengah antara A win dan Binbin.


"M-Miss!" pekik Yoyo agak terbata. Dia seakan tidak bisa berkata kata lagi. Bahkan untuk menelan salivanya saja, Yoyo merasa kesusahan. A win merebahkan tubuhnya miring menghadap Yoyo seperti orang yang akan menyusui bayinya.


"Nggak usah takut, sentuh aja. Aku nggak akan marah, apalagi lapor polisi," ucap A win sambil meraih tangan Yoyo dan meletakannya di salah satu bukit kembarnya.


"Hisap juga, Yo, pakai mulut kamu, sekalian kamu usap usap lubangku dengan tanganmu ya?" ucap A win yang suaranya sudah mulai berubah. Yoyo tak menjawab tapi dia menurutinya.


Yoyo menggeser badannya sedikit hingga wajahnya tepat berada di depan bukit kembar A win yang sangat mulus dengan kulit putihnya. Mulut Yoyo pun mulai bekerja sesuai dengan apa yang diinginkan A win. Begitu juga dengan tangan Yoyo.


"Akh ... ough ..." suara rintihan kenikmatan, mulai keluar dari mulut A win. Yoyo pun semakin rakus dan ganas memainkan dua benda penting milik A win.

__ADS_1


Hingga beberapa menit kemudian tiba tiba A win bangkit dan menghentikan aksi Yoyo yang sedang semangat. A win mengusap celana Yoyo dan mengendusnya serta menempelkan mukanya memainkan isi celana Yoyo yang masih terbungkus celana. Lalu dengan perlahan tapi pasti, A win mulai membuka celana Yoyo dan mengeluarkan isinya.


"wow! gede banget, Yo!" seru A win dengan wajah berbinar. Yoyo hanya mampu tersenyum senang. Dan selanjutnya Yoyo tahu apa yang akan terjadi. A win mulai memainkan batang Yoyo dengan mulutnya setelah tangan A win puas memijat dan mengurutnya.


Sambil menikmati permainan mulut A win, Yoyo sesekali melirik bocah yang terlelap di sebelahnya. Senyum Yoyo terbesit lalu dia juga mengeluarkan suara rintihan kenikmatan.


"Kita pindah ke sofa yuk, aku sudah sangat ingin dimasukin," ajak A win setelah puas bermain dengan mulutnya.


Lagi lagi Yoyo hanya patuh. Sambil melangkah ke arah sofa, Bibir mereka pun beradu hingga permainan terlihat semakin panas. A win meminta Yoyo duduk santai di sofa dan wanita itu kembali melahap benda milik Yoyo dengan rakusnya. Senyum Yoyo tersunggging kembali. Dia tidak menyangka, ada dua wanita yang sangat cantik menyukai batangnya. Miss A win dan Miss A mey.


Setelah puas memainkan batang Yoyo dengan mulutnya, A win berdiri dan perlahan jongkok diatas tubuh Yoyo sembari memasukan batang yoyo ke dalam lubangnya yang sudah sangat basah.


"Akh ... enak banget, Yo!" racau A win saat semua batang sudah tenggelam di dalam batangnya. Perlahan tubuh A win bergerak naik turun.


"Akh ... aku suka posisi seperti ini," racau Yoyo.

__ADS_1


...@@@@@@...


__ADS_2