DALAM SARANG JANDA JANDA MUDA

DALAM SARANG JANDA JANDA MUDA
Dugaan Tito


__ADS_3

"Apa yang harus aku lakukan agar Miss A win berhenti marah?" tanya Yoyo dalam hatinya. Sejak tadi pikiran pemuda itu memang sedikit kalut karena didiamkan salah satu majikan cantiknya. Yoyo juga merasa aneh, majikannya marah tapi bukan marah seperti majikan ke pembantunya. Tetapi seperti marahnya wanita ke pasangannya. Meskipun Yoyo tidak pernah pacaran, setidaknya dia pernah lihat bagaimana wanita marah atau ngambek kepada pasangannya.


Yoyo juga berpikir apa mungkin Miss A win jatuh cinta padanya? Atau hanya sekedar menyukai isi kolornyya saja hingga marahnya sampai berjam jam? Yoyo bepikiran seperti itu karena memang hubungan mereka berawal dari hubungan ranjang. Bukan diawali dengan kenalan, pendekatan dan proses lainnya. Yoyo dan A win menjadi dekat karena hubungan badan yang mereka lakukan.


Hingga sampai rumah, pikiran Yoyo masih bergelayut tentang janda cantik satu anak itu. Begitu mobil terparkir, Yoyo langsung turun dan menggendong anak kecil yang nampak bahagia. Sedangkan ibu dari anak kecil itu memilih masuk duluan dengan perasaan yang masih marah kepada Yoyo. Saat mereka masuk kamar, Yoyo dan Binbin melihat Zoe sedang asyik main game sendirian.


"loh, Zoe. Kok sendirian? Om Tito mana?" tanya Yoyo sambil menurunkan tubuh Binbin di tempat Zoe berada.


"Om Tito lagi mandi, Om," jawab Zoe tanpa menoleh dari layar game yang sedang mainkan.


Yang sebenarnya terjadi Tito sedang menikmati permainan mulut yang dilakukan A moy. Setelah merasa cukup puas, A moy berdiri dan memberi ciuman pada bibir Tito lalu pergi meninggalkan pemuda itu dengan perasaan yang cukup senang. Tak lupa Tito menyuruh majikanya mengambilkan baju ganti. Baru kali ini ada pembantu menyuruh seorang majikan dan majikanya nurut.


"Pengin isi celanaku saja, marahnya sampai berjam jam. Dasar wanita!" umpat Tito lalu dia memungut handuk dan melenggang pergi menuju kamar mandi tanpa menutupi tubuh polosnya. Tito tahu di kamar A moy tidak ada kamera pengawas, jadi dia santai saja berjalan tanpa busana di kamar itu.


Hingga beberapa menit kemudian setelah Tito selesai mandi. "Kamu darimana,Yo? Kok baru kelihatan," tanya Tito saat dia menghampiri anak anak main game. Yoyo sendiri sedang rebahan di atas salah satu ranjang anak anak.

__ADS_1


"Habis jalan jalan sama Binbin dan A win. Dia merengek minta main di luar," jawab Yoyo sambil memiringkan tubuhnya menghadap Tito. "Kamu mandi di kamar Miss A moy? Perasaan tadi kamu di kamar kita?"


"Ya ... seperti yang kamu lihat. Niat awal memang mau mandi di kamar, eh malah keassyikan ngobrol sama Miss A zia sampe Zoe bangun," balas Yoyo sembari duduk bersandar ke tembok dengan kaki lurus di atas ranjang satunya yang ada disana. "Apa kamu sudah baikan sama Miss A win?"


Yoyo menghembus kasar nafasnya, lalu merubah posisi berbaringnya menjadi telentang menatap langit langit. "Entahlah, bingung aku. Marahnya lama banget. Kayak marah ke pacarnya," keluh Yoyo.


Tito malah tersenyum lebar. "Kasih aja dia isi celana kamu, pasti bakalan luluh."


"Aku mikirnya juga gitu, tapi takut dikira lancang. Padahal kan Miss A win marah gara aku disangka menolak berhubungan badan sama dia tadi," balas Yoyo. "Padahal dari tadi aku berharap dia ngajak berhubungan badan agar marahnya reda. Eh malah Binbin minta jalan jalan."


Yoyo langsung menoleh ke arah sahabatnya. "Yang benar?" Tito mengangguk. "Semudah itu?"


"Ya ternyata memang semudah itu," balas Tito lalu dia menceritakan segala kejadian yang baru saja terjadi hingga membuat A moy tidak marah lagi. "Jadi kita yang harus inisiattif memberikan isi celana kita pada wanita, Yo."


"Apa semua wanita kayak gitu? Kalau ngambek dikasih isi celana bakalan langsung luluh?"

__ADS_1


"Ya buktinya A moy. Sampai dia mau menuruti perintahku mengambil pakaian ganti."


Yoyo nampak manggut manggut sembari kembali menatap langit langit. "Kalau Miss A win kayak gitu, bagaimana cara aku mengajaknya? Selama ini kan dia yang selalu ngajak main. Aku tinggal nurut aja."


"Ya jangan dibikin galau. Masa gitu aja galau?" ejek Tito sambil cengengesan.


"Gimana nggak galau coba. Aku kan nggak tahu caranya merayu wanita untuk berhubungan badan?" balas Yoyo jujur. "Kamu aja tadi karena kebetulan kan? Nggak pake merayu kayak cowok ke cewek?"


"Hahhaha ... Iya sih," balas Tito. "Tapi gara gara itu juga aku jadi mikir."


"Mikir gimana?"


"Aku jadi mikir, kalau majikan kita tidak ada yang jatuh cinta sama kita, tapi mereka hanya menyukai isi celana kita saja."


...@@@@@@...

__ADS_1


__ADS_2